- Harga emas diperkirakan akan mencatat kenaikan bulanan keempat
- Pergerakan harga bisa menjadi volatil setelah masalah di CME
- Poundsterling tetap stabil meski ada kekhawatiran terkait anggaran
- Dampak politik dari anggaran belum terasa di pasar keuangan
- Harga emas diperkirakan akan mencatat kenaikan bulanan keempat
- Pergerakan harga bisa menjadi volatil setelah masalah di CME
- Poundsterling tetap stabil meski ada kekhawatiran terkait anggaran
- Dampak politik dari anggaran belum terasa di pasar keuangan
Emas kembali bersinar saat kita memasuki hari terakhir perdagangan bulan November, dan tema besar yang muncul adalah kembalinya selera risiko. Indeks global bergerak menghijau sepanjang minggu ini, setelah paruh pertama November yang cukup berat. Meskipun indeks Eropa dan AS masih berpotensi mencatat kerugian untuk keseluruhan bulan, kondisi saat ini membuka peluang untuk reli di minggu-minggu terakhir tahun ini. Menariknya, Philadelphia Semiconductor Index justru mencatat kenaikan pada November, didorong lonjakan saham Google lebih dari 20% dan pemulihan saham teknologi lain. Sektor ini telah menjadi pemimpin pasar sejak titik terendah April. Rebound di semikonduktor — ditambah melebarnya breadth pasar — dapat memicu potensi ‘Santa rally’.
Harga emas berada di jalur mencatat kenaikan bulanan keempat dan naik sekitar 3% sepanjang minggu ini. Silver bahkan melonjak 8%, seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Saat ini probabilitas pemotongan suku bunga bulan depan berada di 82%. Kondisi ini mendorong emas kembali menembus 4.000 dolar per ounce, dengan kenaikan harian sekitar 28 dolar. Harga silver juga naik 1%. Minyak pun menguat, setelah rencana perdamaian Rusia–Ukraina sementara tertahan selama libur Thanksgiving di AS.
Perdagangan hari ini berpotensi lebih volatil dari biasanya karena pasar AS hanya buka setengah hari dan likuiditas cenderung tipis. Selain itu, gangguan pada bursa CME juga dapat mempengaruhi perdagangan FX, saham, komoditas, dan sebagian obligasi.
Masalah ini berkaitan dengan isu pendinginan di salah satu pusat data milik CME. Penutupan tersebut membuat likuiditas semakin menipis pada Jumat Thanksgiving. Jika ada arus berita sensitif, pergerakan harga dapat diperbesar oleh kondisi likuiditas yang terbatas, sehingga meningkatkan volatilitas.
Sejauh ini, arus berita tidak terlalu mengganggu pasar. Donald Trump mengumumkan rencana memperketat sistem imigrasi AS secara drastis — yang tampaknya merupakan respon atas penembakan dua anggota Garda Nasional di luar Gedung Putih — tidak mempengaruhi sentimen. Unggahan Presiden AS di Truth Social tidak memuat detail penting, sehingga tidak dianggap berdampak pasar.
Pound Tetap Tangguh di Tengah Kekhawatiran Anggaran Inggris
Menariknya, pound menjadi mata uang G10 dengan performa terbaik ketiga minggu ini. GBP/USD kembali di atas 1,32, bahkan sempat menyentuh 1,3260 pada Kamis sebelum terkoreksi tipis pagi ini. Pound tetap kuat meski banyak kritik muncul terhadap Anggaran Inggris.
Daftar kekhawatiran mengenai Anggaran Inggris terus bertambah, termasuk: 1, risiko bahwa Inggris mencapai titik jenuh pajak, sehingga kenaikan tarif pajak tidak lagi menghasilkan penerimaan sesuai harapan, 2, langkah perpajakan yang dinilai terlalu mundur ke belakang dan berpotensi memangkas ruang fiskal ekstra Inggris, 3, janji belanja pemerintah yang dianggap tidak adil, sehingga menekan kepercayaan bisnis dan konsumen, dan 4, ketergantungan pada penerbitan utang jangka pendek, yang dapat membuat obligasi Inggris lebih rentan terhadap dinamika pasar tenor pendek.
Mengapa Pasar Tidak Panik terhadap Anggaran Inggris?
Meskipun obligasi Inggris sempat terjual pada Kamis, pergerakannya relatif kecil. Dalam seminggu terakhir, imbal hasil Gilt 10 tahun turun 8 bps dan masih mengungguli obligasi AS dan Eropa. Apakah ini berarti pasar melewatkan sesuatu? Tampaknya tidak. Pelaku pasar cenderung menerima Anggaran Inggris karena fokus pemerintah membangun ruang fiskal tambahan, dan karena proyeksi fiskal OBR tidak separah yang dikhawatirkan sebelumnya. Namun secara politik, anggaran ini dianggap buruk bagi Kanselir. Survei YouGov menunjukkan publik menilai ini sebagai anggaran paling tidak adil kedua sejak 2010 — hanya sedikit lebih baik dari mini-budget 2022. Data ekonomi mendukung pandangan ini: Lloyds Business Barometer turun tajam pada November dari 50 menjadi 42, menandakan kepercayaan bisnis di Inggris masih lemah.
Di zona euro, inflasi Prancis yang lebih lemah serta penjualan ritel Jerman yang mengecewakan memberikan tekanan pada euro, yang kini berada di level terendah hari ini.
Morning Wrap (27.022026)
Daily Summary: Semikonduktor dan Dolar Tekan Wall Street
Saham PayPal Turun 5% 📉
Morning Wrap (26.02.2026)