18.07 · 9 Oktober 2026

Gold Naik 1,2%, Coba Rebut Lagi US$4.200

Gold (GOLD) naik hampir 1,2% hari ini, setelah sempat menguat hingga sekitar 1,5% di puncak sesi dan mencoba kembali mendekati area US$4.200 per ounce.

Logam mulia ini terlihat mulai membentuk local bottom di kisaran US$4.070–4.150 per ounce, dengan pelaku pasar kini mencoba mendorong harga keluar dari fase konsolidasi beberapa hari terakhir di area tersebut.

Sementara itu, platinum dan silver juga sama-sama menguat sekitar 2%. Kenaikan ini terjadi meskipun dolar AS sedikit lebih kuat dan yield obligasi juga masih relatif tinggi.

Gold Mulai Stabil setelah Koreksi

Gold mulai stabil setelah sebelumnya turun ke level terendah sejak awal Agustus.

Meski begitu, US Dollar Index yang masih tinggi dan yield obligasi AS yang tetap elevated masih menjadi hambatan bagi pergerakan logam mulia. Yield Treasury AS juga bertahan di level tinggi untuk hari kedua secara beruntun pada sesi sebelumnya.

Di sisi lain, meningkatnya kekhawatiran terhadap tingginya utang AS dapat bekerja ke arah sebaliknya, yaitu mendukung permintaan terhadap gold sebagai alternatif dari mata uang fiat dan aset pemerintah.

Saat ini, yield Treasury 10 tahun AS masih tinggi, tetapi sudah turun ke sekitar 5,25% dari puncak lokal 5,35% yang terlihat pada Rabu.

Pasar Masih Sulit Membaca Jalur The Fed

Risalah rapat The Fed menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara para pembuat kebijakan terkait alasan kenaikan suku bunga pada September.

Sebagian peserta lebih fokus pada risiko inflasi yang berasal dari price shock, sementara kelompok yang lebih hawkish juga menyoroti inflasi yang didorong oleh permintaan.

Artinya, pasar belum mampu mengidentifikasi jalur yang benar-benar pasti untuk keputusan The Fed berikutnya.

Kondisi ini meningkatkan ketidakpastian terhadap gold dan berpotensi menjaga volatilitas tetap tinggi.

Kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin terjadi, tetapi laju pengetatan dinilai bisa tetap fleksibel.

Pasar saat ini memperkirakan sekitar 17% probabilitas kenaikan suku bunga pada Oktober dan sekitar 81% peluang kenaikan pada Desember.

Geopolitik dan ETF Tetap Jadi Penopang

Risiko geopolitik di sekitar Selat Hormuz juga masih menjadi latar penting bagi pasar.

Meningkatnya risiko serangan dan gangguan pengiriman dapat mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti gold. Namun, jika harga energi ikut naik, tekanan inflasi bisa tetap tinggi dan justru memperkuat ekspektasi hawkish terhadap The Fed.

Karena itu, gambaran besar pasar saat ini masih campuran.

Di satu sisi, yield tinggi dan dolar AS yang kuat cenderung negatif bagi gold.

Namun di sisi lain, kekhawatiran terhadap utang AS, ketidakpastian arah The Fed, tensi geopolitik, serta pembelian berlanjut oleh bank sentral dan ETF tetap menjadi faktor pendukung permintaan.

GOLD (Timeframe D1)

Sumber: xStation5

Harga Gold vs Kepemilikan ETF

Grafik menunjukkan adanya divergensi yang cukup jelas antara harga gold dan positioning investor melalui ETF.

Saat harga emas terkoreksi dari puncak tahun ini menuju sekitar US$4.200 per ounce, total kepemilikan gold di ETF justru naik ke level tertinggi lokal baru, yaitu di atas 101 juta ounce.

Ini menunjukkan bahwa sebagian modal jangka panjang tampaknya memanfaatkan penurunan harga untuk menambah eksposur, bukan mengurangi posisi.

Secara menengah, kondisi ini bisa dibaca cukup konstruktif karena arus ETF tidak mengonfirmasi pelemahan harga saat ini.

Meski demikian, kepemilikan ETF yang tinggi saja belum tentu otomatis memicu rebound. Dalam jangka pendek, harga masih bisa lebih banyak ditentukan oleh dolar AS, yield obligasi, dan ekspektasi terhadap The Fed.

Pertanyaan utamanya sekarang adalah apakah arus masuk ETF yang berlanjut pada akhirnya akan diterjemahkan menjadi permintaan fisik yang lebih kuat dan momentum harga yang lebih positif.

Sumber: XTB Research

Positioning Gold di COMEX dan Shanghai

Positioning di COMEX masih tergolong cukup tinggi, tetapi sudah tidak lagi berada di level ekstrem seperti saat fase apresiasi gold yang sangat kuat sebelumnya.

Baik posisi long maupun net positioning di COMEX memang sudah pulih dari level terendah tahun ini, tetapi masih berada di bawah puncak lokalnya. Ini bisa membantu mengurangi risiko deleveraging tajam jika terjadi gelombang jual lanjutan.

Yang juga menarik adalah pasar Shanghai, di mana posisi long dan net positioning masih tetap tinggi dibanding sebagian besar periode sejak 2020. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan dari investor Asia masih cukup kuat.

Divergensi antara positioning COMEX yang relatif lebih dingin dan positioning Shanghai yang lebih kuat bisa menunjukkan bahwa modal Barat lebih sensitif terhadap suku bunga dan dolar AS, sementara permintaan Asia tetap relatif tangguh.

Secara keseluruhan, setup ini terlihat cukup konstruktif, karena mengurangi risiko positioning yang terlalu penuh sekaligus menunjukkan bahwa permintaan struktural terhadap gold belum menghilang.

Sumber: XTB Research
9 Oktober 2026, 21.04

US Open: Wall Street Rebound, Tech dan AI Menguat

9 Oktober 2026, 14.10

Oil Turun, Risiko Supply Belum Reda

9 Oktober 2026, 12.41

Market Wrap: Wall Street Melemah, Gold Tembus US$4.200

9 Oktober 2026, 00.57

Daily Summary: Wall Street Terkoreksi, Oil dan Yield Tekan Sentimen Pasar

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.