Baca selengkapnya
14.11 · 9 April 2026

Gold stagnan, pasar tunggu arah Fed & inflasi

Kontrak emas stagnan meskipun kemarin ada upaya untuk menembus puncak lokal di dekat $4,770 per ons. Volatilitas yang minimal pada komoditas - penyebab utama kenaikan sepanjang 2025 - menunjukkan sentimen yang mandek di tengah gencatan senjata Timur Tengah yang rapuh dan ketidakpastian mengenai masa depan kebijakan moneter AS

Apa yang mendorong harga GOLD hari ini?

  • Gencatan senjata yang rapuh: Seorang anggota parlemen Iran hari ini menuduh AS melanggar gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua minggu. Dalam pernyataannya, Mohammad Ghalibaf menekankan tingginya ketidakpercayaan terhadap AS, dengan menyoroti serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon, pelanggaran wilayah udara Iran oleh drone, serta penolakan terhadap hak Iran untuk melanjutkan pengayaan uranium. Meskipun Washington menjaga jarak dari isu Lebanon, ketegangan ini menyebabkan berlanjutnya blokade Selat Hormuz.

  • Spektrum risiko dan kurangnya arah dalam risalah The Fed: Meskipun sebagian investor menganggap risalah FOMC terbaru sebagai “usang,” dokumen tersebut menjelaskan kurangnya konsensus terkait jalur suku bunga dan pada akhirnya, daya tarik relatif emas dibandingkan obligasi berbunga. Setelah guncangan harga energi, perdebatan mengenai potensi kenaikan suku bunga kembali muncul di The Fed. Namun, sikap hawkish ini dibatasi oleh kekhawatiran akan potensi runtuhnya pasar tenaga kerja jika gangguan pasokan terus berlanjut. Meningkatnya probabilitas stagflasi (harga tinggi akibat minyak disertai PHK untuk menekan biaya) menjadi ancaman bagi kedua mandat The Fed, sehingga kebijakan moneter berada dalam posisi yang sulit.

  • Ketidakpastian pasar terhadap skenario utama: Sementara prospek kenaikan suku bunga agresif di AS mulai mereda, kondisi tersebut digantikan oleh ketidakpastian yang berkepanjangan. Pasar swap saat ini hanya memperkirakan peluang 25% untuk satu kali pemangkasan suku bunga hingga akhir 2026 (dibandingkan dengan pandangan Michelle Bowman dari FOMC yang baru-baru ini mendorong tiga kali pemangkasan). Pada akhirnya, prospek inflasi sangat bergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah; fluktuasi sentimen lebih lanjut hanya akan semakin menyulitkan pembacaan pasar seperti GOLD atau TNOTE.

VanEck Gold Miners ETF (GDX)

VanEck Gold Miners ETF (GDX) menunjukkan pemulihan jangka pendek setelah penurunan tajam, dengan harga kembali berada di atas moving average 20 hari dan mulai membangun momentum kenaikan. Secara keseluruhan, tren masih konstruktif selama harga bertahan di atas moving average 200 hari yang terus naik, tetapi rebound ini masih memerlukan konfirmasi untuk mengubah sentimen kembali menjadi bullish.

Sumber: xStation5

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

9 April 2026, 16.56

Risk rally terhenti saat gencatan senjata berada di bawah tekanan

9 April 2026, 11.54

Market Wrap: Brent naik di tengah ketegangan Iran-AS

9 April 2026, 02.00

Daily Summary - Minyak mentah di bawah $100 di tengah gencatan senjata

8 April 2026, 22.41

BREAKING: Kenaikan Lagi Stok Minyak, Penurunan Persediaan Bahan Bakar

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.