Ekspektasi kenaikan bunga mulai turun, tetapi Treasury yield yang tinggi masih menahan laju emas.
Harga gold masih bergerak di sekitar US$4.100 per ounce.
Data ekonomi AS yang lebih lemah membuat pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober. Namun, tekanan terhadap emas belum sepenuhnya mereda.
Yield Masih Jadi Hambatan
Yield Treasury 10 tahun AS masih berada di sekitar 5,3%, dekat level tertinggi multi-dekade.
Yield yang tinggi meningkatkan opportunity cost memegang gold yang tidak memberikan bunga. Pada saat yang sama, dolar AS yang masih kuat turut membatasi ruang kenaikan harga.
Artinya, meski pasar mulai melihat The Fed lebih berhati-hati terhadap kenaikan suku bunga berikutnya, kondisi pasar obligasi masih menjadi hambatan utama bagi gold.
FOMC Minutes Jadi Fokus
Pasar selanjutnya akan mencermati FOMC Minutes untuk melihat seberapa besar perhatian The Fed terhadap inflasi dibandingkan pelemahan pasar tenaga kerja.
Nada yang lebih dovish berpotensi menekan dolar AS dan Treasury yield, sehingga dapat memberikan dukungan bagi gold.
Sebaliknya, jika The Fed masih menekankan risiko inflasi dan kebutuhan menjaga kebijakan ketat, yield dapat bertahan tinggi dan kembali membatasi harga emas.
Bagi trader gold, Treasury yield 10 tahun AS dan pergerakan dolar menjadi dua indikator utama yang perlu diperhatikan dalam waktu dekat.
Grafik 1. Pergerakan Gold Harian

Sumber: xStation
NGAS Mulai Naik, LNG Bisa Kurangi Surplus Gas AS?
Bukan Gold, Paladium Punya Cerita Sendiri
Daily Summary: Wall Street Cetak Rekor, The Fed dan Chip Jadi Pendorong
US Open: Wall Street Menguat, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed Mereda
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.