Goldman Sachs (GS.US) membuka musim laporan keuangan dengan mengikuti jejak bank besar lainnya dalam merilis hasil Q2 2025. Sejalan dengan bank-bank besar AS yang memiliki eksposur kuat di perbankan investasi, Goldman Sachs melaporkan lonjakan pendapatan yang didorong oleh rebound pasar keuangan pasca-penurunan April.
Perusahaan membukukan pendapatan bersih sebesar $14,58 miliar, meningkat 15% YoY. Meski angka ini lebih rendah dari kuartal sebelumnya, hasil tersebut jauh melampaui estimasi sebesar $13,53 miliar. Segmen pendapatan perdagangan ekuitas mencatat momentum paling kuat, melonjak 23% YoY menjadi $4,3 miliar, menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah untuk segmen ini — terutama berkat kenaikan 45% YoY di pendapatan brokerage.
Pendapatan perdagangan ekuitas Goldman Sachs. Sumber: Bloomberg Finance L.P.
Goldman Sachs juga mencatat efisiensi biaya yang lebih baik dari perkiraan, tercermin dalam rasio efisiensi sebesar 63,4%, lebih rendah dari perkiraan 64,8%. Hal ini berkontribusi pada kenaikan EPS menjadi $10,91 dibanding $8,62 pada periode yang sama tahun lalu.
Meski hasilnya solid, saham Goldman Sachs (seperti halnya JP Morgan Chase) turun sekitar -0,5% hari ini. Reaksi pasar terhadap hasil ini masih netral, dengan potensi penguatan tren pendapatan dipandang lebih sebagai faktor jangka panjang dibandingkan pemicu rebound jangka pendek.
Hasil Q2 2025:
Pendapatan:
- Pendapatan Bersih: $14,58 miliar (+15% YoY); estimasi: $13,53 miliar
- Pendapatan FICC Sales & Trading: $3,47 miliar; estimasi: $3,26 miliar
- Pendapatan Equities Sales & Trading: $4,30 miliar; estimasi: $3,72 miliar
- Pendapatan Global Banking & Markets: $10,12 miliar (+24% YoY); estimasi: $9,03 miliar
- Pendapatan Investment Banking: $2,19 miliar (+27% YoY); estimasi: $1,8 miliar
- Pendapatan Advisory: $1,17 miliar (+71% YoY); estimasi: $852,7 juta
- Pendapatan Equity Underwriting: $428 juta (+1,2% YoY); estimasi: $384,8 juta
- Pendapatan Debt Underwriting: $589 juta (-5,3% YoY); estimasi: $592,5 juta
- Pendapatan Bunga Bersih: $3,10 miliar; estimasi: $2,43 miliar
Laba & Rasio Profitabilitas:
- EPS: $10,91 (vs. $8,62 YoY)
- Adj. EPS: $10,91; estimasi: $9,77
- ROE: +12,8%; estimasi: +11,3%
- Rasio Efisiensi: 63,4%; estimasi: 64,8%
Biaya & Kerugian:
- Kerugian Pra-Pajak Platform Solutions: $57 juta; estimasi: kerugian $85,6 juta
- Penyisihan Kerugian Kredit: $384 juta (+36% YoY)
- Total Beban Operasional: $9,24 miliar (+8,3% YoY)
Neraca Keuangan:
- Total Deposito: $466 miliar (-1,1% QoQ)
- Rasio CET1 Standar: 14,5%; estimasi: 14,7%
- Nilai Buku per Saham: $349,74 (vs. $327,13 YoY)
- Aset Kelolaan: $3,29 triliun (+12% YoY)
- Net Inflows AUS: $5 miliar (-93% YoY)
- Total Pinjaman: $217 miliar; estimasi: $211,09 miliar
Laporan laba UnitedHealth Group: Pertumbuhan yang sehat
US Open: Makro menguat, ketegangan mereda
Laporan laba sektor pertahanan: RTX dan Northrop Grumman
Market Wrap: Sentimen AI Dorong Pasar Global
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.