22.10 · 22 September 2026

Grab Beli Atome, Kredit Jadi Mesin Baru

Grab resmi mengumumkan akuisisi 60% saham Atome Financial senilai US$1,49 miliar secara tunai pada 15 September 2026. Ini menjadi akuisisi terbesar dalam sejarah Grab dan menandai salah satu langkah paling agresif perusahaan untuk menjadikan financial services sebagai mesin pertumbuhan dan profitabilitas berikutnya. Melalui transaksi ini, Grab langsung mendapatkan platform lending yang sudah beroperasi di lima negara Asia Tenggara, dengan sekitar 25 juta cumulative transacted users, lebih dari 30.000 brand partner, serta gross loan portfolio sekitar US$1 miliar.

Kenapa Grab Butuh Atome?

Ride-hailing dan food delivery masih menjadi fondasi utama bisnis Grab. Namun, dibandingkan kedua segmen tersebut, potensi ekspansi margin dari layanan keuangan terlihat jauh lebih besar.

Revenue Grab pada Q2 2026 tumbuh 22% YoY menjadi US$997 juta. Yang lebih menarik, pertumbuhan tercepat justru datang dari Financial Services yang melonjak 59% YoY. Angka tersebut menunjukkan bahwa peluang monetisasi terbesar dari ekosistem Grab mungkin tidak lagi hanya berasal dari biaya perjalanan atau komisi makanan.

Kredit mulai menjadi bagian yang semakin penting. Dari sekitar 138 juta annual transacting users, baru sekitar 1% yang pernah menggunakan produk pinjaman Grab.

COO Alex Hungate memperkirakan penetrasi tersebut berpotensi mencapai sekitar 10%. Jika terealisasi, ruang ekspansinya bisa mencapai sekitar 10 kali lipat dari tingkat penetrasi saat ini.

Atome juga bukan bisnis kecil yang baru akan dibangun setelah diakuisisi. Revenue perusahaan meningkat sekitar 80% pada 2025 menjadi US$470 juta, sementara Atome telah membukukan laba sebelum pajak selama dua tahun berturut-turut. Menurut Hungate, akuisisi Atome memungkinkan Grab untuk memangkas bertahun-tahun proses pembelajaran dalam membangun credit model di berbagai negara. Daripada mengembangkan infrastruktur lending dari nol di setiap pasar, Grab memperoleh sistem underwriting, basis pengguna, dan merchant network yang sudah berjalan.

Target Naik Dua Kali Lipat, Tapi Ada Syaratnya

Sebelum transaksi Atome, Grab menargetkan gross loan portfolio melampaui US$3 miliar pada akhir 2026. Setelah akuisisi, perusahaan menaikkan target menjadi lebih dari US$6 miliar pada 2028, termasuk kontribusi dari Atome. Target adjusted EBITDA grup juga dinaikkan dari sebelumnya sekitar US$1,5 miliar menjadi US$1,7 miliar. Financial Services sendiri ditargetkan menyumbang sekitar US$500 juta adjusted EBITDA.

Ada alasan mengapa Grab cukup agresif terhadap bisnis ini. Perusahaan memiliki data transaksi dari sekitar 54 juta monthly transacting users, sementara Atome membawa teknologi underwriting yang sudah digunakan dalam skala regional. Kombinasi keduanya dapat memberikan Grab lebih banyak data untuk menilai perilaku konsumen dan memperluas kredit kepada kelompok yang selama ini belum banyak dilayani bank konvensional. Namun semakin besar loan book, semakin besar pula risikonya.

Keberhasilan transaksi ini tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat Grab menyalurkan pinjaman. Yang jauh lebih penting adalah kualitas pinjaman yang dihasilkan dari pertumbuhan tersebut. Jika perusahaan mengejar pertumbuhan terlalu agresif dan standar underwriting mulai melemah, kenaikan kredit bermasalah dapat dengan cepat menggerus profitabilitas yang ingin dibangun Grab.

Dengan kata lain, pertumbuhan loan book US$6 miliar hanya akan bernilai jika kualitas aset tetap terjaga.

Outlook: Apa yang Perlu Dipantau ke Depan?

Tahun 2026 menjadi periode yang sangat aktif bagi Grab dalam mengalokasikan modal. Selain Atome, perusahaan juga telah mengakuisisi Stash Financial di AS senilai US$425 juta dan operasi Foodpanda di Taiwan senilai US$600 juta. Grab juga masih berencana menyelesaikan sekitar US$900 juta program share buyback dalam 12 bulan ke depan. Seluruh transaksi tersebut didanai melalui kas internal tanpa penerbitan saham baru.

CFO Peter Oey juga merancang akuisisi Atome dalam dua fase untuk mengurangi risiko alokasi modal dan memberi Grab lebih banyak fleksibilitas selama proses integrasi.

Dari sisi neraca, perusahaan masih memiliki sekitar US$7,4 miliar cash liquidity, sehingga kapasitas pendanaan tetap relatif besar. Namun investor tetap perlu memperhatikan bahwa Grab sedang menggunakan modal dalam jumlah besar di beberapa proyek sekaligus.

Saham GRAB sendiri telah turun sekitar 40% sepanjang 2026, sementara reaksi awal pasar terhadap transaksi Atome masih mixed. Tahap pertama akuisisi ditargetkan selesai pada Q3 2027, sehingga kontribusi Atome terhadap hasil keuangan Grab kemungkinan baru mulai terasa lebih signifikan pada akhir 2027 hingga 2028.

Karena itu, beberapa indikator akan menjadi semakin penting untuk dipantau:

  • pertumbuhan gross loan portfolio;
  • tingkat kredit bermasalah dan credit loss;
  • pertumbuhan revenue Financial Services;
  • kontribusi segmen tersebut terhadap adjusted EBITDA;
  • tingkat penetrasi kredit di basis pengguna Grab;
  • kemampuan perusahaan mempertahankan likuiditas setelah rangkaian akuisisi dan buyback.

Takeaway

  • Akuisisi Atome menunjukkan bahwa Grab sedang mencoba mengubah dirinya dari sekadar super-app menjadi platform yang juga menghasilkan profit dari aktivitas kredit.
  • Secara strategis, logikanya cukup jelas. Grab sudah memiliki pengguna dan data transaksi, sementara Atome membawa infrastruktur lending dan underwriting yang telah teruji di beberapa negara.
  • Namun investasi sebesar US$1,49 miliar membuat standar keberhasilannya ikut naik. Investor tidak cukup hanya melihat loan book tumbuh dari US$3 miliar menjadi US$6 miliar. Yang lebih penting adalah apakah pertumbuhan tersebut dapat terjadi tanpa membuat kualitas kredit memburuk dan biaya risiko meningkat terlalu cepat.
  • Jika Grab mampu menjaga kualitas underwriting sambil memperbesar penetrasi kredit, Financial Services berpotensi berkembang menjadi mesin profit kedua setelah bisnis mobility dan delivery.
  • Jika tidak, ekspansi kredit justru dapat mengubah salah satu peluang terbesar Grab menjadi sumber risiko baru bagi neraca dan profitabilitas perusahaan.
22 September 2026, 20.58

US Open: US100 Dekati Rekor, Saham AI Tetap Memimpin

22 September 2026, 14.48

Emas Bertahan Saat Minyak Turun dan ETF Terus Beli

22 September 2026, 13.15

Nasdaq Didorong Lagi oleh Mega-Cap dan Chip

22 September 2026, 00.51

Daily Summary: Nasdaq Melonjak 2%, Minyak Turun Jadi Katalis

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.