Rekor Baru, Tapi Perlu Catatan
Sesi Senin membawa kenaikan besar pada futures Nasdaq 100, menjadi penguatan harian terbesar sejak awal Agustus. US100 ditutup di sekitar 30.820 poin, mencetak rekor historis baru pada kontrak futures. Namun, rekor ini perlu dibaca dengan sedikit catatan. Level futures terbaru sebagian dipengaruhi oleh contract rollover setelah 16 September, yang menaikkan level referensi kontrak.
Sementara itu, cash index Nasdaq 100 belum mencetak rekor baru. All-time closing high cash index masih berada di 30.660,60 pada 2 Juni 2026, sedangkan intraday high tercatat di 30.762,20 pada 3 Juni 2026. Pada Senin, cash index masih berada di sekitar 30.482. Dengan kata lain, futures memang sudah mencetak rekor secara nominal, tetapi cash market masih mengejar puncak Juni dan belum membentuk intraday high baru.
Apa yang Mendorong Rally?
Rally didorong kombinasi geopolitik dan optimisme terhadap artificial intelligence. Pasar merespons laporan bahwa Donald Trump berpotensi bertemu dengan Presiden Iran di sela Sidang Umum PBB. Harapan terhadap kemajuan diplomatik meningkatkan ekspektasi bahwa jalur pengiriman melalui Selat Hormuz dapat kembali lebih normal.
Dampaknya langsung terlihat pada harga minyak. Brent crude sempat turun ke bawah US$100 per barel, yang kemudian membantu menekan yield obligasi AS. Yield US Treasury 10 tahun turun ke sekitar 4,96%.
Bagi saham growth dan teknologi, kombinasi minyak yang lebih murah dan yield yang lebih rendah menjadi lingkungan yang relatif mendukung karena menurunkan tekanan terhadap discount rate dan valuasi.
Volatilitas Saham pada Sesi Terakhir
Rally paling besar terlihat di sektor semikonduktor dan mega-cap teknologi. Intel naik lebih dari 12%. Salah satu kenaikan paling menonjol datang dari AMD, yang menguat sekitar 10% dan untuk pertama kalinya menembus valuasi pasar US$1 triliun. Meta Platforms juga melonjak sekitar 11,4%, menambah hampir US$200 miliar kapitalisasi pasar setelah investor merespons optimisme terhadap strategi AI perusahaan dan asisten Muse. Bagi Meta, ini menjadi sesi terbaik sejak volatilitas tarif pada April 2025.
Sebaliknya, saham defensif dan industrial seperti CSX tertinggal. Pola ini menunjukkan bahwa sesi Senin bukan rally yang benar-benar merata, melainkan rotasi kuat menuju saham berisiko tinggi, teknologi, dan AI.

Fundamental dan Market Breadth
Dari sisi fundamental, Nasdaq 100 masih diperdagangkan pada valuasi yang tinggi.
Price-to-earnings ratio indeks berada di sekitar 30,9x, price-to-sales sekitar 6,8x, sementara EV/EBITDA mencapai 24,1x.
Valuasi seperti ini membutuhkan pertumbuhan earnings yang kuat, terutama dari perusahaan-perusahaan AI dan teknologi terbesar.
Secara performa, Nasdaq 100 juga mencatat tahun yang sangat kuat.
Return year-to-date berada di sekitar 20,7%, sementara return satu tahun mencapai sekitar 24,6%.
Jarak dari puncak historis hanya sekitar 0,6%.
Namun ada satu hal penting yang perlu diperhatikan: market breadth masih relatif sempit.
Hanya sekitar 39% saham anggota Nasdaq 100 yang diperdagangkan di atas moving average 50 sesi, sementara sekitar 56% berada di atas moving average 200 sesi.
Artinya, meskipun indeks berada sangat dekat dengan rekor, sebagian besar dorongan masih berasal dari kelompok terbatas saham teknologi besar dan semikonduktor.
Konsentrasi seperti ini dapat mendorong indeks naik dengan cepat.
Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga membuat indeks lebih sensitif jika beberapa saham terbesar mengalami koreksi.
Gambar 2: Market Breadth Nasdaq 100

Market Wrap: AI Dorong Nasdaq, Minyak dan Emas Tetap Jadi Fokus
Tokenized Stocks Mulai Masuk Pasar AS
Anthropic Menuju IPO $2 Triliun, Tapi AI Mau Direm
Daily Summary: Nasdaq Pimpin Rally Wall Street
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.