Pasar keuangan global memulai minggu ini dengan volatilitas tinggi, namun pada bagian akhir sesi perdagangan kemarin di Amerika Serikat terlihat peningkatan yang jelas dalam sentimen investor. Perubahan ini dipicu oleh komentar Presiden Donald Trump yang menyatakan bahwa operasi militer terkait konflik dengan Iran mungkin sudah mendekati akhir. Pasar segera bereaksi dengan penurunan tajam harga minyak dan rebound kuat pada indeks saham utama.
Kontrak berjangka S&P 500 (US500) saat ini naik hampir 1%. Peristiwa penting berikutnya bagi indeks adalah rilis data inflasi CPI AS besok serta laporan inflasi PCE pada hari Jumat. Dari sisi emiten, Oracle (OCL.US) akan merilis laporan keuangan setelah sesi perdagangan AS hari ini, sementara raksasa teknologi lainnya, Adobe (ADBE.US), dijadwalkan melaporkan hasilnya pada hari Kamis.
Pasar saham berhasil membalikkan kerugian sebelumnya setelah investor merespons sinyal kemungkinan de-eskalasi konflik di Timur Tengah.
Harga minyak mengalami koreksi tajam, turun dari di atas $100 per barel menjadi sekitar $84 (saat ini mendekati $90), sementara WTI turun ke sekitar $80 per barel. Sektor energi tetap menjadi pendorong utama volatilitas jangka pendek di pasar keuangan global.
Investor juga memantau dengan cermat data inflasi Amerika Serikat yang akan datang, yang berpotensi memengaruhi keputusan kebijakan moneter Federal Reserve.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa selama Israel dan Amerika Serikat terus menyerang Iran, “tidak satu liter pun minyak akan keluar dari Teluk Persia.” Sebagai respons, Presiden Trump memperingatkan bahwa jika Iran menyerang kapal di Selat Hormuz, respons Amerika Serikat akan “20 kali lebih kuat” dan dapat sepenuhnya menghancurkan negara tersebut.
Pada Senin malam, Presiden Donald Trump dalam konferensi pers di klub golfnya dekat Miami menyatakan bahwa operasi militer tersebut sedang mencapai tujuan utamanya. Dalam pernyataannya, ia menekankan dua hal utama:
-
kemajuan menuju tujuan militer dari operasi tersebut,
-
menjaga stabilitas pasokan energi bagi pasar global.
Beberapa pernyataan terpenting dari presiden AS meliputi:
-
“Kami membuat kemajuan besar dalam menyelesaikan tujuan militer kami.”
-
“Konflik ini secara praktis sudah selesai.”
-
Menjamin aliran energi dan minyak ke ekonomi global tetap menjadi prioritas.
Bagi pasar keuangan, komentar tersebut menandakan kemungkinan meredanya ketegangan geopolitik, yang sebelumnya mendorong lonjakan tajam harga komoditas energi. Selama sesi perdagangan reguler di Wall Street, investor melihat pembalikan arah yang kuat dari penurunan sebelumnya. Saat ini sektor energi tetap menjadi salah satu faktor terpenting yang membentuk sentimen investor jangka pendek.
Pasar minyak kini menjadi pendorong utama perilaku aset berisiko. Jika operasi militer benar-benar menuju penyelesaian, ada kemungkinan pasar mulai memperkirakan kembalinya harga minyak secara bertahap ke level sebelum perang.
US500, OIL (timeframe D1)

Sumber: xStation5

Sumber: xStation5
Daily Summary: Wall Street melemah, Emas turun, Dolar mendominasi Risk-Off (20.03.2026)
Saham Eropa rebound saat minyak mendekati USD 110
Market Wrap: Pasar bertaruh pada akhir cepat konflik (20.03.2026)
Harga logam mulia anjlok, ETF turut memerah.