Pasar Saham
-
Meskipun sesi perdagangan Amerika Serikat dibuka menguat dan sempat mencoba bangkit dari pelemahan pekan lalu, kenaikan saham-saham perusahaan chip akhirnya kehilangan momentum sepenuhnya dan menyeret indeks utama, terutama US100, ke zona merah.
-
Penurunan US100 sempat mencapai hampir 4%, sementara US500 turun lebih dari 2%. Saat ini, kedua indeks tersebut telah memangkas sekitar setengah dari kerugian yang terjadi sebelumnya.
-
Indeks volatilitas VIX melonjak lebih dari 10% dan menembus level psikologis 20 poin, mengindikasikan peningkatan tajam kecemasan investor serta tingginya permintaan terhadap instrumen lindung nilai portofolio.
🌍 Geopolitik
-
Presiden Amerika Serikat mengumumkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah memasuki "tahap akhir", yang diperkirakan akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan global.
-
Namun perlu dicatat bahwa sejak konflik dimulai, Donald Trump telah mengumumkan adanya kesepakatan yang akan segera tercapai hampir 40 kali.
-
Israel dan Iran telah menyatakan penghentian serangan satu sama lain, tetapi pasar masih menghadapi risiko eskalasi baru yang melibatkan Amerika Serikat.
-
Trump mengindikasikan bahwa setelah jatuhnya helikopter patroli Amerika Serikat di Selat Hormuz, Washington harus memberikan respons terhadap agresi Iran. Pernyataan tersebut memicu rebound terbatas pada harga minyak dan memperdalam pelemahan sementara di Wall Street.
🛢️ Komoditas
-
Minyak mentah WTI turun hingga menyentuh rata-rata pergerakan 200 hari dan bergerak di bawah level US$88 per barel. Sementara itu, minyak Brent menguji area sekitar US$90 per barel.
-
Spread kalender kontrak minyak turun di bawah US$2, menandakan meredanya ketegangan pasar, meskipun kapal-kapal masih belum melintasi Selat Hormuz.
-
Harga emas turun ke level terendah sejak Maret dan sepenuhnya menghapus kenaikan yang tercatat sepanjang tahun ini. Saat ini emas diperdagangkan di sekitar US$4.260 per ons, sementara Citigroup dan UBS memangkas proyeksi harga emas mereka secara signifikan untuk tahun ini.
💱 Mata Uang
-
Memburuknya sentimen pasar membatasi penguatan EURUSD, yang saat ini diperdagangkan di sekitar level 1,1550 menjelang keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis.
📊 Makroekonomi
- Investor menunjukkan sikap sangat hati-hati menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Rabu dan Indeks Harga Produsen (PPI) pada Kamis. Kedua data tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai apakah Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga tahun ini.
- Data ekonomi AS yang dirilis hari ini menunjukkan defisit perdagangan yang sedikit lebih kecil dari perkiraan, yakni sebesar US$55,9 miliar pada April. Sebelumnya pasar memperkirakan defisit akan melebar menjadi US$56,5 miliar.
- Ekspektasi kenaikan suku bunga juga sedikit menurun. Saat ini pasar memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini, dibandingkan lebih dari 1,2 kali kenaikan yang diperkirakan setelah rilis data NFP yang kuat pada Jumat lalu.
- Di sisi lain, surplus perdagangan China meningkat signifikan menjadi US$105 miliar pada Mei dibandingkan US$84,8 miliar sebelumnya. Menariknya, impor China melonjak 27,5% YoY, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor yang berada di bawah 20%.
📱 📱 Perusahaan
-
OpenAI Menuju Bursa: Perhatian pasar tertuju pada kabar bahwa OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT, telah mengajukan dokumen pendaftaran rahasia untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).
-
SpaceX Bersiap Melantai di Bursa: Pasar juga menantikan IPO SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini.
-
Akuisisi Bioteknologi Bernilai Miliaran Dolar: Raksasa farmasi Inggris GlaxoSmithKline (GSK) mengumumkan akuisisi Nuvalent senilai US$10,6 miliar. Kabar tersebut mendorong saham Nuvalent melonjak hampir 39%.
Nasdaq Anjlok, Saham AI Tertekan
US Open: Wall Street Menguat Didorong Saham AI dan Teknologi
Intel Melonjak Usai Nvidia dan Google Pertimbangkan Produksi Chip
Broadcom Bersiap Rilis Laporan Keuangan di Tengah Ledakan AI
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.