Mengapa hasil ini penting
Hari ini, setelah sesi perdagangan Wall Street berakhir, Intel akan merilis laporan keuangan kuartal keempat 2025. Ini merupakan momen krusial bagi perusahaan untuk menunjukkan kemajuan dalam mengeksekusi rencana pemulihannya, mulai dari Foundry dan AI hingga perbaikan di segmen PC, di tengah kondisi pasar yang menantang, tekanan kompetitif, dan tantangan rantai pasok global. Hasil hari ini dapat menjawab pertanyaan mengenai posisi keuangan Intel saat ini sekaligus memberikan gambaran bagaimana manajemen melihat prospek perusahaan dalam beberapa kuartal ke depan hingga sepanjang 2026.
Proyeksi dan konsensus Q4 2025
Berdasarkan konsensus Bloomberg, proyeksi Intel untuk kuartal keempat 2025 adalah sebagai berikut:
- Pendapatan total: USD 13,42 miliar, turun sekitar 6% secara tahunan
- Client Computing (PC/CCG): USD 8,28 miliar
- Data Center & AI: USD 4,36 miliar
- EPS: USD 0,09
- Margin kotor: 36,5%
- Margin operasional: 6,29%
- Belanja riset dan pengembangan (R&D): USD 3,29 miliar
- Laba operasional: USD 872,8 juta
Proyeksi kuartal pertama 2026
-
Pendapatan: USD 12,54 miliar
-
EPS: USD 0,07
-
Margin kotor: 36,5%
-
Belanja modal (CapEx): USD 3,84 miliar

Proyeksi ini menegaskan bahwa investor akan sangat mencermati apakah hasil kuartalan mampu mengkonfirmasi sinyal positif yang telah disampaikan perusahaan dalam beberapa bulan terakhir dan apakah strategi restrukturisasi mulai menghasilkan dampak nyata.
Foundry dan AI – ujian bagi strategi
Investasi strategis di segmen Foundry dan pengembangan proses teknologi, termasuk 18A di Arizona, merupakan fondasi utama rencana pemulihan Intel. Peningkatan efisiensi produksi, akuisisi klien baru, dan penguatan rantai pasok menjadi inisiatif penting namun berbiaya tinggi.
Di segmen AI dan Data Center, Intel berupaya merebut kembali pangsa pasar server dan prosesor untuk aplikasi kecerdasan buatan. Kolaborasi dengan NVIDIA dalam GPU serta pengembangan agentic AI ditujukan untuk meningkatkan pendapatan dan margin, meskipun keterbatasan pasokan pada proses Intel 7 dan 10 dapat menahan ekspansi dalam jangka pendek.
Kinerja di kedua segmen ini akan sangat menentukan apakah investor menilai rencana “operasi penyelamatan” Intel berjalan sesuai harapan.

PC dan Client Computing – masih menjadi tantangan
Segmen PC tetap menjadi salah satu tantangan terbesar Intel. Meskipun terdapat ekspektasi rebound harga jual rata-rata di komputer kelas menengah dan premium, Intel terus kehilangan pangsa pasar di segmen bawah, khususnya Chromebook, kepada pesaing seperti MediaTek. Hal ini berdampak tidak hanya pada volume penjualan, tetapi juga persepsi kekuatan merek di pasar konsumen.
Pengembangan AI PC berpotensi mengimbangi penurunan volume dengan menghadirkan produk yang lebih canggih secara teknologi dan mempertahankan posisi Intel di segmen premium. Namun, pasar akan mencermati apakah perusahaan mampu merebut kembali pangsa pasar signifikan di segmen inti ini, yang masih menyumbang porsi besar terhadap total pendapatan Intel. Keberhasilan di segmen PC menjadi prasyarat agar strategi pemulihan dianggap lengkap dan berkelanjutan, mengingat penjualan PC konsumen dan bisnis tetap menjadi sumber arus kas utama.
Dukungan eksternal – pemerintah, SoftBank, dan NVIDIA
Intel mendapat dukungan finansial dan teknologi yang luas dari pihak eksternal, yang membantu meredakan tekanan jangka pendek dan membiayai investasi jangka panjang. CHIPS Act memberikan Intel USD 5,7 miliar dalam bentuk dana tunai dan insentif pajak, memperkuat likuiditas dan memungkinkan pengembangan infrastruktur produksi, khususnya di segmen Foundry.
Kemitraan strategis dengan NVIDIA dan SoftBank bertujuan meningkatkan kapabilitas teknologi Intel, mempercepat pengembangan AI, serta mendiversifikasi risiko bisnis. Kerja sama dengan NVIDIA memungkinkan integrasi GPU dalam server AI dan meningkatkan daya tarik penawaran untuk klien korporasi, sementara dukungan SoftBank membuka akses pendanaan dan potensi pasar baru.
Namun, dukungan eksternal sebesar apa pun tidak dapat menggantikan kebutuhan akan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dan perbaikan margin yang harus berasal dari efektivitas operasional. Investor akan menilai melalui laporan kuartalan apakah dukungan ini benar-benar diterjemahkan menjadi nilai perusahaan yang lebih tinggi dan kinerja yang stabil.

Risiko bagi investor
Meski terdapat kemajuan, Intel masih menghadapi tantangan besar. Keterbatasan produksi dan kapasitas di segmen Foundry, ditambah belanja investasi yang tinggi, berpotensi menahan pertumbuhan dan membatasi fleksibilitas keuangan. Perusahaan memperkirakan kehilangan sekitar 10% pangsa pasar PC pada 2026, yang menambah tekanan pada pemulihan segmen Client Computing.
Persaingan dari AMD, NVIDIA, dan MediaTek tetap sangat ketat, menuntut peningkatan teknologi dan inovasi secara berkelanjutan. Faktor geopolitik dan keamanan rantai pasok, khususnya terkait situasi di Taiwan, dapat menimbulkan biaya tambahan dan ketidakpastian. Valuasi saham yang sudah mencerminkan ekspektasi positif pasar membuat setiap kekecewaan dalam hasil berpotensi berdampak besar pada harga saham dan kepercayaan investor.
Apakah “operasi penyelamatan” berjalan?
Hasil Q4 2025 hari ini akan menjadi sinyal nyata pertama apakah Intel mampu menerjemahkan rencana restrukturisasi menjadi kinerja keuangan yang konkret. Stabilisasi pendapatan, perbaikan margin, dan indikator positif di segmen Foundry serta AI dapat meyakinkan investor bahwa strategi tersebut berada di jalur yang benar.
Agar pemulihan benar-benar berhasil, Intel harus mempertahankan kemajuan di Foundry, membangun kembali pangsa pasar PC, mengelola biaya dan risiko geopolitik secara efektif, serta terus mengembangkan segmen dengan margin tinggi. Intel berada di titik krusial, karena laporan Q4 ini dapat memperkuat kepercayaan investor atau justru menunjukkan bahwa jalan menuju pemulihan penuh akan lebih panjang dan menantang dari yang diperkirakan pasar.
Sejak awal tahun lalu, saham Intel telah naik hampir 150%, mencerminkan meningkatnya optimisme pasar terhadap restrukturisasi, investasi Foundry, dan ekspansi di AI serta Data Center. Namun, sebagian besar optimisme tersebut sudah tercermin dalam harga saham. Kini pasar menuntut hasil nyata, termasuk data konkret terkait pendapatan, perbaikan margin, dan perolehan pangsa pasar yang sesungguhnya. Laporan hari ini akan menjadi ujian pertama apakah Intel mampu mengubah rencana ambisius menjadi keberhasilan yang terukur, serta membuktikan bahwa strategi pemulihan bukan sekadar teori, melainkan fondasi nyata untuk pertumbuhan di masa depan.
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh OJK.
Paradoks Oracle: Investasi Besar dan Beban Utang yang Terus Membesar
US Open: Amerika Menguat, Logam Mulia Tertekan!
Palantir Preview: Apakah Kesempurnaan Sudah Sepenuhnya Tercermin di Harga? 📊
US500 Rebound Usai Sell-off 📈 Analisis Musim Laporan Keuangan Wall Street 🗽