07.30 · 11 Agustus 2026

Intel Raup Permintaan US$100 Miliar untuk Penerbitan Saham Baru

Antrean US$100 Miliar di Meja Intel

Intel menaikkan target penerbitan saham baru menjadi sekitar US$20 miliar, naik sekitar sepertiga dibandingkan rencana awal. Namun, yang membuat transaksi ini menonjol bukan hanya besarnya nilai penawaran, melainkan buku pesanan investor yang dilaporkan telah menembus US$100 miliar.

Buku Pesanan yang Kelebihan Muatan

Intel dikabarkan akan menetapkan harga penawaran di kisaran US$95 per saham atau sedikit lebih tinggi, mencerminkan diskon sekitar 6,5% dibandingkan harga penutupan Jumat sebelumnya. Meski saham ditawarkan dengan diskon, permintaan investor menunjukkan kekuatan yang luar biasa.

Dengan pesanan lebih dari US$100 miliar untuk penawaran sekitar US$20 miliar, transaksi ini mengalami oversubscription sekitar lima kali. Opsi over-allotment yang dimiliki underwriter bahkan berpotensi mendorong total nilai penawaran melampaui US$20 miliar apabila dieksekusi secara penuh.

Reli saham Intel yang telah naik hampir tiga kali lipat sepanjang 2026 menjadi salah satu faktor utama yang mendukung momentum penerbitan saham tersebut. Kenaikan harga saham memberikan manajemen Intel salah satu peluang terbaik dalam lebih dari satu dekade untuk memperkuat posisi kas dengan cost of equity yang relatif lebih rendah.

Transaksi ini mengalami oversubscription sekitar 5x dari target penawaran yang telah diperbesar, menjadikannya salah satu buku pesanan terbesar untuk penerbitan ekuitas di sektor semikonduktor dalam sejarah pasar saham AS.

Sumber: XTB Research Indonesia. 

Bahan Bakar untuk Capex US$20 Miliar dan Foundry 14A

Dana segar tersebut datang ketika Intel sedang memasuki fase investasi yang sangat agresif. Pada Juli, perusahaan menaikkan panduan belanja modal atau capex 2026 dari US$18 miliar menjadi lebih dari US$20 miliar.

Modal baru tersebut akan digunakan untuk mempercepat pembangunan kapasitas manufaktur kontrak Intel, khususnya teknologi proses Intel 14A yang ditargetkan memasuki produksi volume tinggi pada 2028.

Intel telah mengamankan Tesla sebagai pelanggan 14A, sementara optimisme terhadap potensi kerja sama dengan Apple turut menambah katalis fundamental jangka panjang bagi bisnis Intel Foundry.

Per 27 Juni 2026, Intel memiliki kas dan investasi jangka pendek sebesar US$29,7 miliar, sementara total utangnya mencapai US$48,5 miliar. Suntikan modal sekitar US$20 miliar dari penerbitan saham baru berpotensi memperkuat struktur neraca perusahaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan berbasis utang di tengah siklus belanja modal yang sangat besar.

Pembalikan Arah Setelah Satu Dekade Buyback

Salah satu aspek paling menarik dari corporate action Intel bukan hanya ukurannya, tetapi juga perubahan filosofi penggunaan modal perusahaan.

Sepanjang dekade 2010-an, Intel menghabiskan sekitar US$82 miliar untuk melakukan buyback saham. Strategi tersebut kemudian mendapat kritik karena dinilai terlalu berfokus pada financial engineering ketika perusahaan seharusnya meningkatkan investasi pada kapasitas manufaktur dan teknologi semikonduktor.

Kini, setelah Intel kehilangan kepemimpinan teknologi manufaktur kepada TSMC dan sebagian pangsa pasar CPU kepada AMD, strategi perusahaan berubah secara drastis. Intel justru menerbitkan saham baru untuk membiayai investasi pada physical engineering, pembangunan fab, serta pengembangan teknologi proses terbaru.

Ditambah kepemilikan pemerintah AS sebesar 9,9% yang diperoleh pada 2025 dengan nilai US$8,9 miliar, serta investasi strategis dari Nvidia senilai US$5 miliar dan SoftBank sebesar US$2 miliar, Intel secara efektif sedang melakukan rekapitalisasi neraca untuk mendukung ambisinya menjadi pemain utama foundry semikonduktor di Amerika Serikat.

Key Takeaways untuk Investor

Dalam jangka pendek, dilusi sekitar 3% terhadap jumlah saham beredar dapat menjadi tekanan teknis yang wajar bagi saham Intel, terutama setelah INTC mencatat reli hampir tiga kali lipat sepanjang 2026. Risiko valuasi juga semakin penting karena saham Intel kini diperdagangkan pada valuasi lebih dari 80x forward earnings.

Namun, buku pesanan investor yang mencapai US$100 miliar dapat dipandang sebagai endorsement kuantitatif dari investor institusional bahwa tesis kebangkitan bisnis Intel Foundry tidak lagi dianggap sekadar spekulasi.

Beberapa katalis utama yang layak dipantau investor selanjutnya adalah konfirmasi resmi Apple sebagai pelanggan Intel 14A, perkembangan yield pada node Intel 18A yang sedang memasuki fase ramp-up, serta seberapa cepat belanja modal lebih dari US$20 miliar dapat dikonversi menjadi kontrak foundry dengan nilai ekonomi jangka panjang.

Bagi investor yang sudah memegang saham INTC, volatilitas setelah penerbitan saham baru kemungkinan tetap tinggi. Potensi keuntungan jangka panjang akan sangat bergantung pada kemampuan Intel mengeksekusi roadmap manufaktur sesuai jadwal dan meningkatkan utilisasi bisnis foundry.

Sementara itu, bagi investor yang belum memiliki saham Intel, harga penawaran di sekitar US$95 per saham dapat menjadi salah satu level referensi penting yang perlu diperhatikan. Area tersebut berpotensi berfungsi sebagai natural support jangka pendek karena menjadi titik harga yang diterima oleh investor institusional dalam penerbitan saham baru.

10 Agustus 2026, 16.33

Berkshire Mulai Belanja Lagi Setelah 4 Tahun

10 Agustus 2026, 14.47

US OPEN: Wall Street Datar, Intel Tertekan Aksi Korporasi

10 Agustus 2026, 13.29

Intel Terbitkan Saham US$15 Miliar untuk Ekspansi AI

10 Agustus 2026, 10.07

Caterpillar Bisa Jadi Pemenang dari Krisis Selat Hormuz?

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.