16.07 · 22 September 2026

Iran Buka Peluang Hormuz, Minyak Jatuh

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Iran dilaporkan membuka peluang untuk kembali membuka Selat Hormuz jika AS mengurangi tekanan militer dan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran.
  • Harga minyak turun setelah munculnya kabar potensi deeskalasi, dengan Brent bergerak mendekati US$99 per barel.
  • Pasar mulai mengurangi sebagian premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang harga minyak.
  • Proposal tersebut masih bersifat kondisional dan belum menjadi kesepakatan final, sehingga perkembangan negosiasi AS-Iran tetap menjadi fokus utama pasar.

Iran dilaporkan membuka peluang untuk kembali membuka Selat Hormuz dalam tujuh hari jika AS memenuhi sejumlah tuntutan Tehran, termasuk mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran. Kabar ini menekan premi risiko geopolitik dan mendorong Brent turun mendekati US$99 per barel, meski belum ada kesepakatan final. Menurut laporan Kyodo, proposal tersebut telah disampaikan kepada pemerintahan Donald Trump melalui seorang pejabat senior Iran.

Pesan tersebut dilaporkan disampaikan oleh seorang pejabat senior pemerintah Iran.

  • Ekspor minyak mentah Iran hampir sepenuhnya terhenti akibat blokade pelabuhan. Melalui proposal ini, Tehran berupaya keluar dari kebuntuan yang telah berlangsung cukup lama.
  • Tekanan terhadap ekonomi Iran juga semakin besar karena negara tersebut tidak dapat mengekspor minyak mentah secara normal, padahal sektor minyak merupakan salah satu sumber utama pendapatan pemerintah.
  • Kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi juga dilaporkan meningkat di dalam kepemimpinan Iran.
  • Pada saat yang sama, dorongan untuk kembali membuka negosiasi dengan Amerika Serikat semakin kuat. Persyaratan untuk melanjutkan pembicaraan juga berpotensi dilonggarkan, tergantung respons dari Washington.
  • Harga Brent crude turun hingga mendekati US$99 per barel, menghapus seluruh kenaikan sebelumnya. Penurunan intraday mendekati 2%, sementara kontrak OIL bergerak menuju level terendah sejak 8 September.

Pergerakan ini menunjukkan pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya masuk ke harga minyak.

Jika pembukaan kembali Selat Hormuz benar-benar terealisasi, risiko terhadap jalur pengiriman energi dari Teluk Persia dapat berkurang secara signifikan.

Namun proposal tersebut masih bergantung pada respons AS dan belum berarti kesepakatan telah tercapai.

 

13 Oktober 2026, 11.22

Brent US$106, Logistik Jadi Risiko Utama

13 Oktober 2026, 00.59

Daily Summary: US100 Tertekan Jelang CPI dan Earnings

12 Oktober 2026, 21.11

US Open: Wall Street Waspada Jelang CPI dan Earnings

12 Oktober 2026, 14.48

Kalender Ekonomi: Agenda The Fed Pekan Ini

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.