16.07 · 22 September 2026

Iran Buka Peluang Hormuz, Minyak Jatuh

Menurut laporan Kyodo, Iran telah memberi tahu pemerintahan Donald Trump bahwa mereka siap membuka kembali Selat Hormuz yang diblokade “dalam tujuh hari” jika AS menerima sejumlah tuntutan Tehran, termasuk mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran.

Pesan tersebut dilaporkan disampaikan oleh seorang pejabat senior pemerintah Iran.

  • Ekspor minyak mentah Iran hampir sepenuhnya terhenti akibat blokade pelabuhan. Melalui proposal ini, Tehran berupaya keluar dari kebuntuan yang telah berlangsung cukup lama.
  • Tekanan terhadap ekonomi Iran juga semakin besar karena negara tersebut tidak dapat mengekspor minyak mentah secara normal, padahal sektor minyak merupakan salah satu sumber utama pendapatan pemerintah.
  • Kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi juga dilaporkan meningkat di dalam kepemimpinan Iran.
  • Pada saat yang sama, dorongan untuk kembali membuka negosiasi dengan Amerika Serikat semakin kuat. Persyaratan untuk melanjutkan pembicaraan juga berpotensi dilonggarkan, tergantung respons dari Washington.
  • Harga Brent crude turun hingga mendekati US$99 per barel, menghapus seluruh kenaikan sebelumnya. Penurunan intraday mendekati 2%, sementara kontrak OIL bergerak menuju level terendah sejak 8 September.

Pergerakan ini menunjukkan pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya masuk ke harga minyak.

Jika pembukaan kembali Selat Hormuz benar-benar terealisasi, risiko terhadap jalur pengiriman energi dari Teluk Persia dapat berkurang secara signifikan.

Namun proposal tersebut masih bergantung pada respons AS dan belum berarti kesepakatan telah tercapai.

 

22 September 2026, 14.48

Emas Bertahan Saat Minyak Turun dan ETF Terus Beli

22 September 2026, 12.39

Market Wrap: AI Dorong Nasdaq, Minyak dan Emas Tetap Jadi Fokus

22 September 2026, 00.51

Daily Summary: Nasdaq Melonjak 2%, Minyak Turun Jadi Katalis

21 September 2026, 15.28

Trump–Xi Summit: China Punya Daya Tawar Besar

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.