21.10 · 25 Agustus 2026

Iran Tak Lagi Bikin Minyak Panik

Futures minyak Brent (OIL) turun sekitar 3%, menembus ke bawah level psikologis US$90 per barel dan bergerak di kisaran US$87–88. Minyak WTI (OIL.WTI) juga melemah, turun 3,4% ke US$82. Penurunan selama tiga sesi berturut-turut dipicu oleh laporan bahwa AS kemungkinan lebih memilih mengandalkan sanksi dibanding melanjutkan aksi militer untuk menekan Iran.

AS Mengumumkan Sanksi: Apa yang Sudah Kita Ketahui?

Perkembangan terbaru dalam konflik Timur Tengah datang setelah berakhirnya periode negosiasi selama 60 hari, yang ditutup dengan pengumuman Trump mengenai rencana "Economic D-Day" terhadap Iran. Dalam unggahan di media sosial, Presiden AS mengancam setiap negara yang entitasnya mendukung Iran dalam bentuk apa pun dan menjanjikan isolasi total terhadap negara tersebut. Namun, bagaimana implementasinya dalam praktik?

Pengumuman Utama dari Departemen Keuangan AS

  • Sanksi Langsung terhadap Entitas dan Kapal: Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan sanksi langsung terhadap lebih dari 70 entitas, individu, dan kapal yang terkait dengan Iran. Daftar tersebut mencakup 26 entitas dan individu yang berbasis di China daratan dan Hong Kong, serta langkah yang menargetkan sektor perbankan Iran, termasuk Bank Melli, dan penghentian bertahap sejumlah pengecualian sanksi yang masih berlaku.
  • Menargetkan Lima Sektor Utama: Paket sanksi baru berfokus pada lima pilar ekonomi utama bagi Teheran, yaitu pelayaran, penerbangan, aset digital, teknologi, dan perdagangan emas. Instruksi Trump mewajibkan penindakan segera terhadap penyelundupan minyak, transfer uang tunai, money changer, perusahaan cangkang, registrasi kapal, dan swap lines.
  • Sanksi Sekunder: Washington memperingatkan pemerintah asing bahwa jika perusahaan lokal, bandara, atau institusi keuangan mereka tetap mendukung Iran, AS dapat menerapkan sanksi balasan. Tenggat waktu ketat dilaporkan telah ditetapkan untuk memutus hubungan tersebut. Bessent juga mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap sebuah institusi keuangan penting pada akhir pekan karena hubungannya dengan Iran.

Sanksi Menurunkan Risiko Eskalasi, tetapi Dampaknya Masih Terbatas

Di satu sisi, sanksi mungkin terlihat seperti fase lain dari konflik yang tidak kunjung berakhir. Namun, bagi pasar, langkah tersebut secara signifikan mengurangi skala risiko geopolitik dan strategi Washington secara keseluruhan membuka ruang bagi penurunan harga minyak lebih lanjut. Mengapa?

Pertama, perubahan nada kebijakan Washington menurunkan probabilitas terjadinya eskalasi militer lebih lanjut.

Kedua, China tetap menjadi pembeli utama minyak Iran. Artinya, tanpa serangan ekonomi langsung terhadap Beijing, arus minyak mentah global kemungkinan tidak akan menghadapi kondisi yang lebih buruk dibandingkan saat ini.

Ketiga, pasar menilai sikap baru Washington lebih banyak berupa "retorika daripada tindakan". Tanpa sanksi sekunder terhadap mitra utama Iran, Economic D-Day kemungkinan tidak akan memberikan gangguan besar terhadap pasar minyak. Selain itu, dampak sebenarnya dari sanksi tersebut kemungkinan tetap terbatas karena pemerintahan Trump juga mengandalkan "negosiasi diam-diam".

Keempat, pihak lawan dalam konflik juga tidak tinggal diam. Iran memperingatkan bahwa AS dan sekutunya harus bersiap menghadapi serangan balasan dan tidak menganggap Iran hanya akan bertahan. China memberikan peringatan dengan mengancam membatasi akses terhadap produk farmasi dan mineral kritis atau rare earths. Qatar menyebut sanksi tersebut bersifat sepihak. Pakistan dilaporkan sedang menyiapkan proposal perdamaian baru untuk AS, sementara diplomat Amerika dikabarkan merencanakan kembali ke Timur Tengah.

Seluruh faktor tersebut menurunkan ambang risiko bagi AS. Karena itu, pasar melihat kondisi saat ini sebagai peluang bagi harga minyak untuk terkoreksi dari level tertinggi lokal.

25 Agustus 2026, 00.24

Perang Dagang AS-Kanada Memanas, USMCA Mulai Terancam

24 Agustus 2026, 14.17

Kalender Ekonomi: Nvidia, PCE AS, dan Jackson Hole Jadi Fokus

24 Agustus 2026, 13.20

Market Wrap Minyak Turun, Nvidia dan Jackson Hole Jadi Fokus

22 Agustus 2026, 01.05

Daily Summary: Wall Street Pulih, Yield Turun dan Emas Menguat

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.