16.40 · 15 September 2026

Emas Tertekan Jelang Keputusan The Fed

Harga emas turun sekitar 0,75% hari ini dan kembali bergerak menuju US$4.266 per ounce menjelang keputusan Federal Reserve. Dalam jangka pendek, investor khawatir posisi di emas akan terus dikurangi akibat kenaikan yield obligasi yang tajam. Namun dalam perspektif jangka panjang, hubungan emas dengan suku bunga cenderung lebih kompleks, karena logam mulia lebih sensitif terhadap inflasi jangka panjang dan risiko fiskal di AS.

Menjelang keputusan Rabu, fokus pasar tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga The Fed, tetapi juga pada proyeksi dot plot dan nada konferensi pers. Kevin Warsh bisa saja menaikkan suku bunga, tetapi menyampaikan bahwa langkah tersebut hanya merupakan penyesuaian sementara. Di sisi lain, ia juga dapat menekankan komitmen yang lebih kuat dalam melawan inflasi. Skenario tanpa kenaikan suku bunga pun tetap tidak bisa sepenuhnya dikesampingkan.

Pasar hampir sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga pada Rabu dan memperhitungkan lebih dari tiga kenaikan hingga Juni 2027. Sumber: Bloomberg Finance LP, XTB

Minyak Membuat Situasi Emas Semakin Rumit

Latar belakang pasar menjadi semakin kompleks akibat kenaikan harga minyak. Secara teori, harga komoditas yang lebih tinggi dapat meningkatkan ekspektasi inflasi dan mendukung emas sebagai aset lindung nilai.

Namun pada saat yang sama, minyak yang lebih mahal juga memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Fed. Dalam jangka pendek, faktor kedua ini justru lebih dominan dan menjadi tekanan bagi emas.

Saat ini, pasar jelas memperhitungkan skenario tersebut. Kenaikan harga minyak dipandang lebih sebagai faktor yang memperkuat kebijakan moneter ketat daripada sebagai alasan untuk membeli emas.

Di sisi lain, penting juga memperhatikan tren diversifikasi cadangan oleh bank sentral.

China secara signifikan meningkatkan pembelian emas dalam beberapa bulan terakhir. People’s Bank of China membeli sekitar 20 ton emas untuk bulan kedua berturut-turut, jumlah yang setara dengan hingga sekitar 10% dari total permintaan kuartalan seluruh bank sentral.

PBOC meningkatkan pembelian emas secara signifikan. Sumber: WGC

 


 
6 Oktober 2026, 16.58

Oil Turun 2%, Pasokan Teluk Persia Jadi Tekanan

5 Oktober 2026, 12.49

Market Wrap: Wall Street Menguat, AI dan The Fed Jadi Fokus Pasar

1 Oktober 2026, 12.26

Market Wrap: Wall Street Rebound, Nikkei Melonjak Hampir 3%

1 Oktober 2026, 00.42

Daily summary: PCE AS Melandai, Wall Street Naik dan Minyak Rebound

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.