14.26 · 15 September 2026

Kalender Ekonomi: The Fed Siap Naikkan Suku Bunga, Apa Selanjutnya?

Meski perdagangan Senin membawa sedikit tekanan ke pasar akibat kenaikan harga minyak dan seruan dari para pemimpin industri AI, perkembangan makroekonomi relatif tenang. 

Namun, fokus utama investor tetap tertuju pada keputusan Federal Reserve pada Rabu. Indikasi saat ini menunjukkan bahwa The Fed kemungkinan akan mengumumkan kenaikan suku bunga pertama sejak Juli 2023 pada pukul 19:00.

Untuk waktu yang cukup lama, pasar masih meragukan apakah komite benar-benar akan mengambil langkah tersebut, terutama karena komunikasi Ketua The Fed Kevin Warsh dinilai kurang meyakinkan. Kini, probabilitas kenaikan suku bunga sudah diperhitungkan pasar di atas 90%.

Gambar 1: Perubahan Probabilitas Kenaikan Suku Bunga The Fed pada September (2025–2026)

Sumber: XTB Research, 15.09.2026

Jika The Fed memilih menahan suku bunga, pasar dapat menafsirkan keputusan tersebut sebagai bentuk tekanan dari Donald Trump, yang secara terbuka menginginkan suku bunga lebih rendah.

Skenario tersebut kemungkinan besar akan mendorong yield obligasi jangka panjang kembali naik dan menghidupkan kembali narasi debasement trade, yaitu strategi berpindah dari mata uang fiat menuju aset dengan suplai terbatas seperti logam mulia dan Bitcoin.

Kondisi seperti itu tentu tidak akan menjadi kabar positif bagi dolar AS setelah periode penguatan yang relatif solid.

Namun, kenaikan suku bunga juga tidak otomatis menjamin dolar AS akan menguat.

Karena kenaikan sudah hampir sepenuhnya diperhitungkan pasar, The Fed juga membutuhkan narasi yang cukup hawkish dan, yang lebih penting, kredibel.

Jika Warsh kembali gagal meyakinkan pasar, ekspektasi untuk kenaikan suku bunga berikutnya dapat menurun dan memberikan tekanan terhadap dolar AS.

Gambar 2: Jalur Suku Bunga The Fed Berdasarkan Ekspektasi Pasar (2026–2027)

Sumber: XTB Research, 15.09.2026

Apa yang Mendukung Kenaikan Suku Bunga?

Data inflasi Agustus tidak memberikan kejutan berarti secara tahunan. Core CPI, yang mengecualikan harga energi dan makanan yang volatil, berada di 2,4% year-over-year dan menunjukkan tekanan inflasi inti yang masih relatif moderat.

Namun secara bulanan, inflasi sedikit berakselerasi menjadi 0,3%, yang dipandang pasar sebagai sinyal yang perlu diperhatikan.

FOMC kemungkinan lebih mencermati inflasi sektor jasa yang masih berada di 3,1%. Tekanan tersebut dapat berkaitan dengan pertumbuhan upah yang kembali menguat.

Atlanta Fed Wage Growth Tracker naik menjadi 4,1% pada Agustus, level tertinggi sejak Oktober 2025. Meski demikian, secara riil pertumbuhan tersebut masih berada di bawah 1%.

Gambar 3: Inflasi CPI Amerika Serikat (2026–2027)

Sumber: XTB Research, 15.09.2026

Christopher Waller sebelumnya mengatakan bahwa data inflasi Agustus dapat menjadi faktor penentu bagi keputusan akhir komite. Meskipun data terbaru tidak memberikan jawaban yang sepenuhnya tegas, pasar menafsirkannya sebagai sinyal yang memperbesar kemungkinan perubahan arah The Fed menjadi lebih hawkish.

🗂️ Earnings Perusahaan

Tidak ada laporan keuangan perusahaan besar yang dijadwalkan.

Pasar yang Perlu Diperhatikan

  • OIL: Brent crude menembus US$107 per barel setelah Arab Saudi menutup East-West Pipeline, jalur alternatif yang digunakan untuk menghindari gangguan di Selat Hormuz. Menteri Energi AS memperkirakan operasional dapat kembali dengan cepat, tetapi laporan AP menyebut gangguan dapat berlangsung beberapa minggu.
  • TNOTE: Yield US Treasury 10 tahun menembus 5%, mencapai level tertinggi sejak 2007. Kenaikan didorong oleh harga energi yang lebih tinggi serta peningkatan utang di sektor publik dan swasta.
15 September 2026, 16.40

Emas Tertekan Jelang Keputusan The Fed

15 September 2026, 15.37

Emas Turun 9% dari Puncak, Yield Jadi Tekanan Utama

15 September 2026, 13.12

Market Wrap: Minyak, Yield, dan AI Tekan Pasar Global

14 September 2026, 21.00

US Open: Saham Teknologi Tertekan Jelang Keputusan The Fed

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.