- Sektor jasa Amerika Serikat mencatat ekspansi paling lambat dalam tiga bulan pada Oktober 2026.
- Indeks ISM Services turun menjadi 54,5 karena kenaikan biaya dan keterlambatan pengiriman.
- Subindeks harga yang dibayarkan tetap tinggi di level 73,0 akibat tekanan rantai pasokan.
- Indeks ketenagakerjaan sektor jasa naik menjadi 51,4 dan memberikan sinyal positif bagi pasar tenaga kerja.
- Sektor jasa Amerika Serikat mencatat ekspansi paling lambat dalam tiga bulan pada Oktober 2026.
- Indeks ISM Services turun menjadi 54,5 karena kenaikan biaya dan keterlambatan pengiriman.
- Subindeks harga yang dibayarkan tetap tinggi di level 73,0 akibat tekanan rantai pasokan.
- Indeks ketenagakerjaan sektor jasa naik menjadi 51,4 dan memberikan sinyal positif bagi pasar tenaga kerja.
Sektor jasa Amerika Serikat mencatat laju ekspansi paling lambat dalam tiga bulan pada Oktober 2026, ketika perusahaan semakin merasakan dampak kenaikan biaya dan keterlambatan pengiriman. Perlu diperhatikan bahwa terdapat perbedaan kinerja antara sektor manufaktur dan jasa. Meski demikian, kedua sektor masih menunjukkan ekspansi aktivitas ekonomi.
-
Indeks ISM Services turun 0,4 poin menjadi 54,5, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 54,8–54,9.
-
Indeks pesanan baru (new orders) turun menjadi 55,9, dari 59,8 pada September. Angka ini merupakan level terendah dalam empat bulan, meskipun masih jelas berada di wilayah pertumbuhan.
-
Subindeks harga yang dibayarkan (prices paid) tercatat sebesar 73,0. Ini merupakan pembacaan tertinggi kedua sejak pertengahan 2022, meskipun turun dari 74,0 pada periode sebelumnya.
-
Waktu pengiriman pemasok mengalami perpanjangan terbesar sejak April, mengindikasikan meningkatnya tekanan pada rantai pasokan.
-
Indeks ketenagakerjaan sektor jasa memberikan kejutan positif dengan kenaikan menjadi 51,4, dibandingkan 50,1 pada bulan sebelumnya. Angka ini merupakan level tertinggi sejak Februari dan, bersama data ADP yang kuat, memberikan sinyal positif menjelang rilis laporan nonfarm payrolls (NFP) pada Jumat.
-
Sebanyak 15 dari 18 industri melaporkan pertumbuhan, meningkat dari 13 industri pada September. Sementara itu, sektor konstruksi dan layanan kesehatan mencatat kontraksi.

Kepala ISM, Steve Miller, menyoroti bahwa tarif perdagangan dan kenaikan biaya bahan bakar masih menjadi masalah yang paling sering disebutkan dalam rantai pasokan. Banyak perusahaan juga mengindikasikan bahwa mereka belum sepenuhnya membebankan kenaikan biaya kepada pelanggan. Kondisi ini menunjukkan potensi tekanan harga lebih lanjut apabila situasi pasar minyak dan perdagangan global tidak kembali normal. Selain itu, perkembangan tersebut menjadi sinyal penting bagi Federal Reserve (The Fed), yang meskipun menghadapi prospek kondisi energi yang lebih stabil, masih berpotensi merencanakan kenaikan suku bunga secara berkala.
Meskipun indeks utama mengalami perlambatan, data ISM Services belum menunjukkan tanda bahaya bagi perekonomian AS. Permintaan tetap solid, akumulasi pesanan yang belum diselesaikan (order backlogs) mencapai level tertinggi sejak 2022, dan pasar tenaga kerja sektor jasa menunjukkan akselerasi yang jelas. Kondisi ini sejalan dengan narasi inflasi yang lebih tinggi di tengah pertumbuhan ekonomi yang masih tangguh, sebagaimana terus ditekankan The Fed selama beberapa pekan terakhir.
Daily Summary: Dow Jones Meroket 3%, Minyak Anjlok 9%!
Breaking: Data ADP AS Lampaui Ekspektasi, Wall Street Tunggu NFP
Demokrat Menang, Emas Tembus US$4.000!
Lowongan Kerja AS Naik, Wall Street Terancam?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.