Salah satu nama terpenting dalam musim laporan keuangan ini adalah raksasa investasi JP Morgan. Perusahaan merilis hasilnya sebelum pembukaan pasar, dan pergerakan harga pra-pasar relatif minimal. Pasar memiliki ekspektasi yang sangat tinggi terhadap perusahaan ini, dan basis perbandingan yang sulit membuat pencapaian target menjadi lebih menantang. Namun demikian, perusahaan tetap berhasil mencatatkan kuartal rekor lainnya.
-
Pendapatan melampaui USD 50 miliar dibandingkan ekspektasi USD 49,2 miliar. Rinciannya meliputi:
-
FICC dan trading: naik 21% YoY menjadi USD 7 miliar (ekspektasi sekitar USD 6,65 miliar)
-
Investment banking: naik 38% YoY menjadi USD 3,14 miliar
-
Advisory: naik 82% YoY menjadi USD 1,27 miliar
-
-
EPS: USD 5,94 dibandingkan ekspektasi sekitar USD 5,45
-
Aset:
-
Deposito: USD 2,68 triliun
-
Pinjaman: USD 1,5 triliun
-
-
Net interest margin (NIM): 2,5% dibandingkan ekspektasi 2,57%
Lalu mengapa harga saham tidak bereaksi terhadap hasil yang tampak luar biasa ini? Yang paling utama adalah, meskipun pendapatan dan laba kuat, net interest margin (NIM) - metrik yang sangat diperhatikan oleh investor—sedikit di bawah ekspektasi. Selain itu, perusahaan menurunkan panduan pendapatan bunga bersih (net interest income) untuk setahun penuh dari USD 104,5 miliar menjadi USD 103 miliar. Ini berarti bahwa meskipun pendapatan melampaui ekspektasi, inti bisnis perusahaan mengalami sedikit pelemahan yang terukur.
Di luar angka-angka perusahaan, pasar juga mencermati setiap pernyataan dari CEO legendarisnya, James Dimon. Ia berhasil meyakinkan sebagian pasar yang memiliki kekhawatiran terhadap kondisi konsumen dan risiko dari pasar private equity/private credit. Dimon menegaskan bahwa volatilitas saat ini justru menguntungkan perusahaan, konsumen secara keseluruhan masih kuat, dan ekonomi AS tetap tangguh. Namun, ia juga menyoroti adanya risiko nyata yang muncul dari kondisi pasar komoditas dan konflik dengan Iran.
JPM.US (D1)

Meskipun terjadi penurunan baru-baru ini akibat kekhawatiran terkait sektor PE/PC, saham tetap mempertahankan tren naik jangka panjang yang jelas. Sumber: xStation5
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.
Novo Nordisk mengumumkan kemitraan strategis dengan OpenAI🧬🤖
Wells Fargo Q1 2026: Pertumbuhan laba menutupi penurunan kualitas earnings
Wall Street Lanjut Naik
BREAKING: PPI AS lebih lemah dari ekspektasi
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.