IPO Terbesar dalam Sejarah Resmi Mendarat di Nasdaq
SpaceX resmi melantai di Nasdaq pada Jumat, 12 Juni, ditutup di harga $160,95 setelah menetapkan harga IPO di $135 per saham. Penawaran ini berhasil menghimpun dana sebesar $75 miliar dan seketika menjadikan SpaceX sebagai perusahaan publik terbesar keenam di Amerika Serikat dengan kapitalisasi pasar di atas $2,1 triliun. Pencatatan saham ini juga mengukuhkan status Elon Musk sebagai triliuner pertama di dunia, dengan gabungan kepemilikannya di SpaceX dan Tesla yang mendorong kekayaan bersihnya melampaui $1,1 triliun. Catatan ini membahas dinamika perdagangan hari pertama, seperti apa sebenarnya kondisi keuangan SpaceX di balik layar, dan sinyal apa yang diberikan momen ini bagi pasar secara lebih luas.
Perdagangan pertama membutuhkan dua jam, dan itu memang disengaja
Saham SpaceX tidak langsung diperdagangkan saat bel pembukaan. Transaksi pertama baru terjadi sekitar pukul 11:45 AM ET di harga $150, lebih dari dua jam setelah pasar dibuka. Keterlambatan ini bukan merupakan gangguan teknis. Proses auction pembukaan Nasdaq mengharuskan jutaan order beli dan jual dicocokkan terlebih dahulu sebelum mencetak transaksi pertama, dan untuk IPO sebesar ini, proses tersebut membutuhkan waktu. Debut Meta pada 2012 mengalami penundaan serupa selama lebih dari dua jam, dan IPO Google pada 2004 juga baru dibuka jauh setelah bel berbunyi. Indikasi awal dari meja perdagangan menempatkan harga pembukaan di kisaran $175, sekitar 16% lebih tinggi dari harga pembukaan aktual, yang mengindikasikan bahwa meskipun permintaan sangat besar, mekanisme pencocokan order menyerap tekanan jual yang signifikan dari penerima alokasi IPO yang ingin mengamankan keuntungan cepat.
Setelah perdagangan dimulai, saham menghabiskan 30 hingga 45 menit pertama berkonsolidasi di kisaran $148 hingga $155 sebelum pembeli momentum masuk. Harga tertinggi harian $176,52 tercapai pada sesi sore, merepresentasikan lonjakan 31% dari harga IPO, sebelum tekanan jual menekan harga kembali menuju $161 menjelang penutupan. Hasil akhir: kenaikan 19,3% di hari pertama, lebih dari 500 juta saham diperdagangkan (mendekati rekor Facebook tahun 2012 sebesar 580 juta), dan volume dollar sebesar $33 miliar untuk SpaceX saja, melebihi gabungan volume dollar QQQ dan SPY pada hari yang sama. Dalam perdagangan after-hours, saham terus naik hingga $166,85.
Perusahaan senilai $2 triliun yang masih merugi
Prospektus S-1 mengungkapkan bahwa pendapatan konsolidasi SpaceX tahun 2025 mencapai $18,7 miliar, tumbuh 33% secara year-over-year. Namun, perusahaan mencatat rugi bersih sebesar $4,9 miliar sepanjang tahun tersebut, yang hampir seluruhnya disebabkan oleh divisi xAI yang digabungkan ke dalam SpaceX melalui merger saham pada Februari 2026. Starlink tetap menjadi mesin keuangan utama bisnis ini, menghasilkan pendapatan $11,4 miliar pada 2025 dengan laba operasi $4,4 miliar, menjadikannya satu-satunya segmen yang secara konsisten menguntungkan. Divisi Space (peluncuran Falcon 9, kontrak pertahanan Starshield) menyumbang $4,1 miliar dalam pendapatan namun beroperasi dengan kerugian operasi tipis akibat biaya pengembangan Starship yang secara kumulatif telah melampaui $15 miliar. Segmen AI, yang mencakup xAI, chatbot Grok, dan jejaring sosial X, mencatat pendapatan $3,2 miliar berbanding kerugian operasi $6,4 miliar, menjadi beban utama pada laba rugi konsolidasi.
Pada kapitalisasi pasar penutupan sebesar $2,1 triliun, SpaceX diperdagangkan di sekitar 94 kali pendapatan 2025 dan tidak memiliki rasio P/E trailing karena masih merugi secara GAAP. Sebagai perbandingan, Meta melantai di bursa dengan valuasi sekitar 22 kali pendapatan dan Amazon di 18 kali. Valuasi ini pada dasarnya memperhitungkan skenario 2030 di mana Starlink berkembang hingga $40 miliar dalam pendapatan tahunan, Starship mencapai kemampuan pakai ulang penuh, dan setidaknya salah satu dari komputasi AI orbital atau kolonisasi Mars mulai menghasilkan arus kas nyata. Total akumulasi kerugian sejak SpaceX didirikan pada 2002 mencapai $41,3 miliar.

Sumber: XTB Research Indonesia
Sinyal yang diberikan pasar, dan apa yang akan terjadi selanjutnya
Pasar merespons positif debut SpaceX, dengan S&P 500 naik 0,5% dan Nasdaq menguat 0,3%. Saham chip memimpin reli: AMD naik 6%, Intel 7%, dan Arm Holdings 9%. Tesla sempat tertekan akibat kekhawatiran rotasi modal ke SPCX, namun pulih dan ditutup naik 1,8% di $406,43, menunjukkan efek "Musk halo" masih bertahan di kedua saham.
Kenaikan 19% di hari pertama tergolong sehat namun tidak euforia. Harga pembukaan $150 juga di bawah ekspektasi pasar taruhan yang memperkirakan kisaran $175 hingga $200, dan mundurnya saham dari puncak intraday $176,52 ke penutupan $161 menunjukkan bahwa pasar sebagian besar telah memperhitungkan antusiasme awal. Ujian sesungguhnya datang dalam beberapa minggu ke depan saat SpaceX berpotensi masuk cepat ke Nasdaq-100, yang dapat memicu pembelian mekanis $22 hingga $27 miliar dari dana pelacak indeks, sementara masuk ke S&P 500 masih setidaknya satu tahun lagi karena persyaratan seasoning 12 bulan dan profitabilitas GAAP.
Yang lebih penting, mantan kepala Nasdaq Robert Greifeld mengatakan ia yakin OpenAI dan Anthropic akan menyusul ke pasar publik tahun ini. Hype-nya tidak mereda, ia berevolusi. SpaceX menjadi bukti konsep terbesar bahwa jendela IPO bertema AI masih terbuka lebar.

Sumber: Statista, Bloomberg, XTB Research Indonesia.
Jalan Musk menuju status triliuner cukup sederhana. Kepemilikan ekuitasnya sebesar 42% di SpaceX, yang bernilai sekitar $690 miliar pada harga penutupan, dikombinasikan dengan sekitar $280 miliar dalam saham Tesla, mendorong total kekayaan bersihnya melewati $1,1 triliun. Sebelum IPO, Musk diperkirakan memiliki kekayaan antara $780 hingga $813 miliar. Penawaran tersebut menambahkan antara $180 miliar hingga $300 miliar pada kekayaan kertasnya dalam satu sesi perdagangan, menjadikannya lebih kaya daripada gabungan lima orang terkaya berikutnya di Bloomberg Billionaires Index. Kekayaan pribadinya kini melampaui PDB semua negara kecuali 19 negara.
Pertanyaan kuncinya sekarang bukan apakah SpaceX adalah perusahaan hebat, melainkan apakah valuasi saat ini menyisakan “room for error”. Pada 94 kali pendapatan tanpa laba, $41,3 miliar akumulasi kerugian, dan segmen AI yang membakar lebih dari $6 miliar per tahun, saham ini dihargai untuk kesempurnaan di berbagai lini bisnis yang belum pernah diuji pada skala ini di pasar publik. Pembelian paksa dari inklusi indeks dapat memberikan dukungan jangka pendek, tetapi begitu periode lockup berakhir dan karyawan awal serta pemodal ventura mulai menjual, penemuan harga sesungguhnya baru akan dimulai.
Market Wrap: AS-Iran Sepakat, Hormuz Dibuka Kembali
🚀 SpaceX Cetak Debut Kuat di Nasdaq
🚀 Futures AS Naik Jelang IPO SpaceX, Adobe Tertekan
IPO SpaceX Tertunda, Harga Pembukaan Diperkirakan Melonjak
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.