Sesi perdagangan hari ini berpotensi mengalami penurunan likuiditas. Bursa saham Kanada tutup untuk memperingati Thanksgiving, sementara pasar Jepang libur dalam rangka Hari Kesehatan dan Olahraga (Health and Sports Day). Amerika Serikat juga memperingati Columbus Day, yang merupakan hari libur bagi administrasi federal, kantor pemerintahan, dan perbankan.
Investor akan memberikan perhatian besar terhadap pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF), yang menghadirkan sejumlah pidato dari pejabat Bank of England dan Federal Reserve (The Fed).
Dari sisi geopolitik, perhatian pasar masih tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah menyusul serangan lanjutan kelompok Houthi terhadap infrastruktur strategis di Arab Saudi. Sementara itu, konsultasi intensif antara Uni Eropa dan China terus berlangsung terkait regulasi perdagangan kendaraan listrik dan hybrid.
Kalender Ekonomi
Senin, 12 Oktober 2026
-
Kanada: Hari Libur Nasional
-
Jepang: Hari Libur Nasional
-
Global: Pertemuan International Monetary Fund (IMF), Hari Pertama
-
Inggris: Pidato Sarah Breeden, Anggota Monetary Policy Committee (MPC)
-
Waktu: 10.30
-
-
Inggris: Pidato Catherine Mann, Anggota Monetary Policy Committee (MPC)
-
Waktu: 13.50
-
-
Amerika Serikat: Pidato Beth Hammack, Anggota Federal Open Market Committee (FOMC)
-
Waktu: 17.10
-
Selasa, 13 Oktober 2026
-
Australia: Risalah Rapat Kebijakan Moneter
-
Waktu: 01.30
-
-
Jerman: Inflasi HICP (Revisi Final)
-
Waktu: 07.00
-
Angka awal: 3,3%
-
-
Amerika Serikat: Pidato Christopher Waller, Anggota Federal Open Market Committee (FOMC)
-
Waktu: 08.45
-
Instrumen Pasar yang Perlu Dipantau
- OIL (Minyak Mentah): Futures minyak Brent sempat mendekati US$105 per barel sebagai respons terhadap serangan terbaru kelompok Houthi terhadap bandara utama di Riyadh. Namun, harga kemudian berbalik turun ke sekitar US$103 per barel ketika pasar mempertimbangkan risiko geopolitik tersebut terhadap klaim Donald Trump mengenai "gencatan senjata energi" antara Rusia dan Ukraina. Meskipun eskalasi konflik terus berlangsung, ekspor minyak mentah dari Teluk Persia masih mengalir mendekati level sebelum perang, yakni sekitar 98% menurut JPMorgan. Kondisi ini untuk sementara membatasi kenaikan premi risiko geopolitik pada harga minyak.
- TNOTE (Treasury AS 10 Tahun): Yield obligasi Treasury AS tenor 10 tahun masih berada di sekitar 5,24%. Pada pekan lalu, imbal hasil tersebut sempat mendekati 5,4%, mencapai level tertinggi sejak 2002. Tingginya yield Treasury AS menjadi indikator penting bagi investor saham dan ETF karena dapat memengaruhi biaya pendanaan perusahaan, valuasi saham, serta ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Market Wrap: Wall Street Menguat Jelang Rilis Inflasi CPI AS
Oil Melonjak 4%, Saham dan Obligasi Kembali Tertekan
Oil Turun 2%, Pasokan Teluk Persia Jadi Tekanan
Market Wrap: Wall Street Menguat, AI dan The Fed Jadi Fokus Pasar
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.