Meskipun kalender ekonomi hari ini lebih padat dibandingkan kemarin, pasar global tetap terikat pada perkembangan di Timur Tengah. Terlepas dari ultimatum lima hari dari Donald Trump untuk mencapai kesepakatan diplomatik, serangan semalam terhadap infrastruktur energi Iran kembali memicu reli di pasar minyak mentah.
Kalender Ekonomi (Konsensus Reuters): GMT+7
-
19:30 - AS: Biaya Tenaga Kerja Unit Q4 (Perkiraan: 2,8% QoQ; Sebelumnya: -1,9% QoQ)
-
19:30 - AS: Produktivitas Non-Pertanian Q4 (Perkiraan: 2,8% QoQ; Sebelumnya: 4,9% QoQ)
-
20:45 - AS: PMI Manufaktur Flash (Perkiraan: 51,5; Sebelumnya: 51,6)
-
20:45 - AS: PMI Jasa Flash (Perkiraan: 52,0; Sebelumnya: 51,7)
-
Jam 3:30 pagi besok - AS: Laporan Stok Minyak Mentah API (Sebelumnya: 6,6 juta barel)
Bagaimana reaksi pasar?
-
Biaya Tenaga Kerja & Produktivitas AS: Dalam lingkungan suku bunga “lebih tinggi untuk lebih lama”, The Fed sangat fokus pada tekanan inflasi. Biaya Tenaga Kerja Unit yang lebih tinggi dari perkiraan (diproyeksikan 2,8%) akan menunjukkan bahwa inflasi akibat kenaikan upah masih menjadi ancaman, yang kemungkinan akan memperkuat dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.
-
Laporan Stok Minyak API: Mengingat serangan semalam di Iran dan situasi yang tidak stabil di Teluk Persia, data persediaan mingguan akan mendapat perhatian besar. Penurunan stok (draw) akan memberikan dukungan fundamental tambahan bagi reli harga minyak saat ini.
Market Wrap - Harga Minyak kembali naik (24.03.2026)
Daily Summary: Rollercoaster pasar! Saham naik, Minyak turun di bawah 100 Dolar!
Apa Selanjutnya untuk Iran?
U-Turn Tajam di Wall Street