- PMI manufaktur China bertahan di wilayah ekspansi pada 52,0 poin.
- Laporan keuangan Apple dan Palantir berpotensi memicu volatilitas pasar saham AS.
- Harga minyak Brent diperdagangkan di sekitar 105.8 USD per barel.
- PMI manufaktur China bertahan di wilayah ekspansi pada 52,0 poin.
- Laporan keuangan Apple dan Palantir berpotensi memicu volatilitas pasar saham AS.
- Harga minyak Brent diperdagangkan di sekitar 105.8 USD per barel.
Awal pekan ini ditandai dengan rilis berbagai indikator sentimen industri dan aktivitas manufaktur global. Sesi perdagangan Asia memberikan sinyal yang cukup positif. PMI manufaktur China bertahan di wilayah ekspansi pada 52,0 poin, sesuai konsensus pasar, sementara sektor industri Jepang mempertahankan pertumbuhan yang stabil dengan PMI sebesar 53,3 poin.
Dari Australia, data ekonomi menunjukkan peningkatan tekanan inflasi, dengan indikator inflasi Melbourne Institute (MI) naik menjadi 0,5% secara bulanan (MoM). Sementara itu, persetujuan pembangunan (building approvals) mencatat pemulihan kuat sebesar 5,1% MoM, jauh melampaui perkiraan 1,8%. Di sisi lain, pertumbuhan tahunan harga komoditas melambat menjadi 12,5% YoY.
Memasuki sesi berikutnya, perhatian investor akan beralih ke Eropa dan Amerika Serikat, dengan fokus utama pada laporan ISM manufaktur AS dan subindeks harga yang dibayar (Prices Paid). Kedua indikator ini akan memberikan gambaran mengenai besarnya tekanan biaya yang dihadapi produsen. Dari sisi geopolitik, pasar memantau insiden di Teluk Persia, ketika sebuah kapal tanker terkena serangan rudal di lepas pantai Arab Saudi, serta perkembangan diplomasi dan kerja sama teknologi kecerdasan buatan (AI) di Timur Tengah. Pada malam hari, laporan keuangan perusahaan besar Wall Street, termasuk Apple dan Palantir, berpotensi memicu volatilitas pasar saham AS.
Kalender Makroekonomi
Seluruh waktu mengikuti jadwal sumber dalam CET (Waktu Eropa Tengah).
-
10.00 | Zona Euro: PMI manufaktur final. Konsensus: 52,4. Sebelumnya: 52,4.
-
13.00 | Zona Euro: Pidato Presiden Bundesbank Joachim Nagel.
-
15.45 | AS: PMI manufaktur final. Konsensus: 56,0. Sebelumnya: 56,0.
-
16.00 | AS: ISM manufaktur. Konsensus: 54,5. Sebelumnya: 54,5.
-
16.00 | AS: Belanja konstruksi bulanan (Construction Spending MoM). Konsensus: 0,4%. Sebelumnya: 0,9%.
-
16.00 | AS: ISM Manufacturing Prices Paid. Konsensus: 77,2. Sebelumnya: 77,9.
Jadwal Laporan Keuangan Perusahaan
- Apple Inc. (AAPL) – Setelah penutupan pasar (after market close). Estimasi EPS: US$1,98. Salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia ini menjadi barometer penting permintaan elektronik konsumen global serta kondisi penjualan di pasar China.
- Palantir Technologies Inc. (PLTR) – Setelah penutupan pasar. Estimasi EPS: US$0,33. Sebagai pemain utama dalam analitik data dan kecerdasan buatan, laporan Palantir menjadi indikator tingkat komersialisasi teknologi AI di sektor pemerintahan dan korporasi.
- Vertex Pharmaceuticals Incorporated (VRTX) – Setelah penutupan pasar. Estimasi EPS: US$4,36. Perusahaan bioteknologi terkemuka ini menjadi acuan penting untuk menilai margin keuntungan dan pendapatan dari terapi obat inovatif.
- Marriott International (MAR) – Sebelum pembukaan pasar (before market open). Estimasi EPS: US$2,87. Pemimpin industri perhotelan global ini menjadi indikator penting kekuatan permintaan konsumen pada sektor pariwisata dan perjalanan bisnis.
- Williams Companies, Inc. (WMB) – Setelah penutupan pasar. Estimasi EPS: US$0,55. Perusahaan ini merupakan salah satu komponen penting infrastruktur transportasi gas alam di Amerika Serikat.
- Diamondback Energy, Inc. (FANG) – Setelah penutupan pasar. Estimasi EPS: US$4,92. Sebagai produsen minyak shale terkemuka di AS, kinerjanya menjadi barometer profitabilitas sektor produksi minyak domestik.
- Realty Income Corporation (O) – Setelah penutupan pasar. Estimasi EPS: US$1,11. Perusahaan real estate investment trust (REIT) terkemuka ini mencerminkan kondisi pasar properti komersial di tengah lingkungan suku bunga saat ini.
- Estée Lauder Companies, Inc. (EL) – Sebelum pembukaan pasar. Estimasi EPS: US$0,52. Kinerja perusahaan ini menjadi indikator belanja barang mewah dan pemulihan konsumsi di Asia.
Pasar yang Perlu Dipantau
- Minyak Mentah (Brent/WTI): Insiden kapal tanker yang terkena dua serangan rudal di Teluk Persia dekat Arab Saudi meningkatkan premi risiko geopolitik pada salah satu jalur transit energi terpenting dunia.
- Nasdaq 100: Indeks teknologi AS akan dipengaruhi oleh publikasi indikator aktivitas ekonomi Amerika Serikat dan berpotensi bereaksi langsung terhadap laporan keuangan Apple serta Palantir setelah penutupan Wall Street.
Prospek Teknikal Harga Minyak

Harga minyak Brent diperdagangkan di sekitar US$105,8 per barel, terkoreksi dari level tertinggi terbaru pada kisaran US$112–113 yang sebelumnya dipicu oleh eskalasi ketegangan Timur Tengah dan serangan di Selat Hormuz.
Harga saat ini bergerak menuju batas bawah kanal tren naik (ascending trend channel) dan level Fibonacci retracement 23,6%, menjadikan area tersebut sebagai ujian penting bagi pembeli.
Struktur moving average masih menunjukkan tren bullish. Harga berada di atas Simple Moving Average 50 periode (SMA50) di sekitar US$102,2 dan jauh di atas SMA250 di sekitar US$86,1, mengonfirmasi bahwa tren kenaikan jangka panjang yang dimulai pada September 2025 masih bertahan.
RSI di 57,3 masih berada di wilayah netral dengan sedikit kecenderungan tekanan beli. Sementara itu, histogram MACD (2,83 dibandingkan garis sinyal 2,80) mulai mendatar secara signifikan, menunjukkan pelemahan momentum setelah kenaikan harga yang kuat.
Support terdekat berada di sekitar level psikologis US$100, yang juga merupakan area resistance sebelumnya pada paruh pertama tahun. Penembusan ke bawah level tersebut berpotensi membuka ruang penurunan menuju Fibonacci retracement 50% di sekitar US$96, kemudian ke zona US$89–90.
Dari sisi resistance, area tertinggi terbaru di US$112–113 tetap menjadi level utama. Jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas zona tersebut, peluang kelanjutan tren naik menuju US$115 akan terbuka, sekaligus berpotensi melampaui level tertinggi kontrak saat ini.
Skenario:
- Skenario bullish: Jika harga mampu mempertahankan garis tren naik dan area US$100–102, disertai meredanya risiko geopolitik melalui deeskalasi konflik Iran, pembeli berpotensi kembali menguji level tertinggi US$112–113, dengan target lanjutan di US$116–117.
- Skenario bearish: Jika harga menembus dan bertahan di bawah support US$100, bersamaan dengan meredanya kekhawatiran gangguan pasokan, misalnya akibat deeskalasi Timur Tengah atau melemahnya permintaan global, harga minyak Brent berpotensi mengalami koreksi lebih dalam menuju moving average 50 hari dan zona US$89–96.
Harga Minyak Anjlok 3,5%! Trump Redam Konflik Iran?
Market Wrap: Nasdaq Rebound, Minyak Anjlok 3% Jelang Pemilu AS!
Daily Summary: Wall Street Rontok! Intel Anjlok 30%, Nasdaq Turun 2,38%
FOMC: Fed Tahan Bunga, Dolar AS Melemah
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.