Hari ini, pergerakan pasar didominasi oleh kesepakatan yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran, yang membayangi seluruh rilis data makroekonomi dari negara-negara utama. Terlebih lagi, jumlah data ekonomi yang dirilis saat ini relatif terbatas. Pada Jumat malam, pasar hanya menerima data lunak terkait sentimen konsumen dan ekspektasi inflasi dari University of Michigan.
Hari ini dijadwalkan publikasi data produksi industri Zona Euro (April) dan Amerika Serikat (Mei). Namun, investor sudah mengalihkan perhatian ke keputusan kebijakan moneter di Australia dan Jepang yang akan diumumkan besok, menandai awal dari pekan yang sangat padat untuk agenda bank sentral global.
Terdapat indikasi kuat bahwa Bank of Japan (BoJ) akan kembali menaikkan suku bunga, sehingga suku bunga acuan berpotensi naik menjadi 1%.
Data Makroekonomi
Jumat
- Laporan University of Michigan untuk bulan Juni memberikan sinyal yang cukup positif:
- Ekspektasi inflasi satu tahun turun menjadi 4,6% (dari 4,8% pada bulan sebelumnya).
- Ekspektasi inflasi lima tahun turun lebih signifikan, dari 3,9% menjadi 3,4%.
- Indeks sentimen konsumen naik menjadi 48,9 dibandingkan 44,8 pada Mei.
Kalender Makroekonomi
Senin
Selasa
Kalender Laporan Keuangan
Amerika Serikat
- Canopy Growth (CGC.US) – Sebelum Pembukaan Pasar
3 Pasar yang Perlu Diperhatikan
Minyak Mentah (OIL)
Pengumuman kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran mendorong harga minyak Brent turun hampir 4,5%. Penandatanganan resmi kesepakatan dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang. Sementara itu, proses pembersihan ranjau laut di Selat Hormuz akan segera dimulai.
Emas (GOLD)
Penurunan kecemasan geopolitik global secara paradoks justru mendorong kenaikan harga logam mulia. Kondisi ini terutama dipicu oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah di berbagai negara. Meski demikian, harga emas masih berada dekat dengan level terendahnya sepanjang tahun 2026.
NIKKEI 225 (JP225)
Berita yang datang dari Washington hari ini mendorong indeks Nikkei 225 menguat hampir 5%. Pasar kini menantikan hasil rapat Bank of Japan (BoJ) yang berlangsung dari Senin malam hingga Selasa pagi. Kenaikan suku bunga diperkirakan menjadi hasil utama pertemuan tersebut. Namun, panduan kebijakan (forward guidance) yang diberikan para pembuat kebijakan akan menjadi faktor paling penting bagi pergerakan yen Jepang maupun indeks NIKKEI 225 dalam beberapa waktu ke depan.
Market Wrap: AS-Iran Sepakat, Hormuz Dibuka Kembali
Daily summary: 🚀 Wall Street Menguat, SpaceX dan Chip Pimpin Reli
Minyak Anjlok, Pasar Makin Yakin Damai AS-Iran
🚀 Futures AS Naik Jelang IPO SpaceX, Adobe Tertekan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

