Jika melihat grafik harga, indeks teknologi Nasdaq AS berada sangat dekat dengan rekor tertinggi sepanjang masa. Dengan posisi indeks setinggi ini, mudah untuk menyimpulkan bahwa pasar sudah sangat overheating dan valuasinya terlalu menggelembung.
Namun, apakah benar demikian? Jika kita melihat lebih dalam ke fundamental yang mendasarinya, gambaran yang muncul justru cukup berbeda.
Mari melihat grafik Forward P/E, yaitu rasio harga terhadap proyeksi earnings selama 12 bulan ke depan. Saat ini, rasio tersebut hanya berada di 24,1 kali. Yang paling penting, pasar saat ini diperdagangkan di bawah rata-ratanya, yaitu garis merah pada 24,7 kali yang berlaku sejak 2023.
Apa artinya dalam praktik?
Meskipun indeks diperdagangkan dekat level tertinggi, dari perspektif price-to-earnings ratio, valuasi pasar bahkan masih berada di bawah rata-rata bull market saat ini, apalagi jika dibandingkan dengan batas atasnya di sekitar 26,7 kali.
Satu hal terlihat jelas: perusahaan teknologi terbesar benar-benar mulai “tumbuh masuk” ke valuasi mereka melalui peningkatan tajam pada laba yang dihasilkan dan diproyeksikan.
Secara paradoks, dari perspektif fundamental, investor saat ini membeli pasar pada valuasi yang lebih rendah dibandingkan banyak periode sepanjang tahun lalu ketika level indeks justru jauh lebih rendah.
Kondisi tersebut mencerminkan kombinasi antara Q2 yang sangat kuat, yang menjadi salah satu kuartal terbaik dalam sejarah Wall Street dari sisi pertumbuhan earnings, dan proyeksi pertumbuhan ke depan yang masih sangat optimistis.
Jika perusahaan-perusahaan AS benar-benar mampu memenuhi ekspektasi investor dalam beberapa kuartal mendatang, bull market saat ini masih memiliki ruang untuk berlanjut.
Daily Summary: S&P 500 Cetak Rekor, Saham Memory Meledak
Market Wrap: Nasdaq Lanjut Naik, Minyak Dekati US$89
Daily Summary: Nasdaq Naik, AI dan Chip Kembali Jadi Motor Pasar
US Open: CPI Reda, Saham AI Kembali Jadi Mesin Wall Street
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.