Pasar saham dan obligasi global tengah menantikan agenda utama pekan ini, yaitu publikasi laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk Agustus. Sesi Wall Street kemarin ditutup di zona positif setelah komentar dovish dari Gubernur Federal Reserve Christopher Waller, yang mengindikasikan kesiapan untuk mempertahankan atau menurunkan suku bunga jika data berikutnya mengonfirmasi berlanjutnya pelemahan tekanan inflasi dan pasar tenaga kerja.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan rebound harga minyak mentah masih membebani sentimen pasar serta menjaga tingkat ketidakpastian tetap tinggi. Data NFP hari ini akan menjadi sangat penting untuk menguji narasi dovish tersebut sekaligus menentukan arah ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed pada pertemuan September.
Kalender Ekonomi
- 14:30 AS - Nonfarm Payrolls. Konsensus: 55 ribu. Sebelumnya: -23 ribu.
- 14:30 AS - Tingkat Pengangguran. Konsensus: 4,1%. Sebelumnya: 4,1%.
- 14:30 AS - Average Hourly Earnings y/y. Konsensus: 3,0%. Sebelumnya: 3,2%.
- 14:30 AS - Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja. Konsensus: N/A. Sebelumnya: 61,4%.
- 19:00 AS - Baker Hughes Rig Count. Konsensus: N/A. Sebelumnya: 447.
3 Pasar yang Perlu Diperhatikan Hari Ini
- US Dollar Index (DXY): Dolar AS menjadi salah satu instrumen yang paling sensitif terhadap laporan NFP. Data yang berada di bawah konsensus dapat memperkuat pesan dovish Waller, memberi tekanan pada dolar AS.
- Emas: Harga emas sangat sensitif terhadap perubahan yield US Treasury dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed. Konfirmasi bahwa pasar tenaga kerja AS terus mendingin dapat memberikan dukungan bagi emas.
- S&P 500 / US500: Pasar saham akan menilai apakah data tenaga kerja yang lebih lemah dipandang sebagai sinyal yang membuka ruang bagi kebijakan The Fed yang lebih longgar atau justru meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi AS.
Market Wrap: Wall Street Menguat, Pasar Menanti Data NFP
Daily Summary: Yield Treasury Turun, Saham Teknologi Wall Street Kembali Menguat
Peluang Rate Hike The Fed Turun, Dolar AS Ikut Melemah
US Open: The Fed Terbelah Jelang September, Wall Street Kembali Menguat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.