Awal pekan membawa peningkatan risk aversion di pasar global. Investor bereaksi terhadap nada hawkish dari pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole, yang tetap menempatkan perang melawan inflasi sebagai prioritas dan meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama.
Selain itu, meningkatnya kembali ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Selat Hormuz turut memicu kekhawatiran pasar. Kondisi tersebut mendorong harga minyak naik dan memberikan tekanan pada indeks saham Asia.
Pada sore hari, indikator Chicago PMI akan menjadi fokus utama investor AS. Instrumen yang berpotensi mengalami peningkatan volatilitas antara lain minyak, pasangan mata uang berbasis USD, serta indeks saham utama.
Publikasi Utama dari Sesi Asia
- China: PMI manufaktur resmi untuk Agustus naik menjadi 49,8 poin (perkiraan: 49,5 poin, sebelumnya: 49,2 poin), mengindikasikan laju kontraksi sektor manufaktur yang melambat. Composite PMI berada di 49,5 poin.
- Jepang: Produksi industri Juli secara month-on-month naik 0,1% (perkiraan: -0,7%, sebelumnya: 1,9%), sementara retail sales secara year-on-year meningkat menjadi 4,0% (perkiraan: 3,2%).
- Korea Selatan: Produksi industri Juli naik 3,6% y/y, di bawah ekspektasi 6,0%, sementara retail sales turun 2,4% m/m.
- Australia: Laba operasional perusahaan pada Q2 naik 1,8% q/q (perkiraan: 2,0%, sebelumnya: -1,5%).
Kalender Makroekonomi (CET)
- 15:45 AS - Indeks Chicago PMI (Agustus). Konsensus: 57,8. Sebelumnya: 57,6.
- 16:30 AS - Dallas Fed Manufacturing Index (Agustus). Konsensus: tidak tersedia. Sebelumnya: 1,3.
Pasar yang Perlu Diperhatikan
- Minyak mentah (OIL.WTI) – berada di bawah pengaruh kembalinya geopolitical risk premium di Timur Tengah serta evaluasi terhadap permintaan dari ekonomi China setelah publikasi indikator PMI.
Minyak Kembali Dikuasai Geopolitik, WTI Bidik US$90
Market Wrap: Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Melonjak
Daily summary: Pasar Naikkan Ekspektasi Suku Bunga The Fed
Jackson Hole: Warsh Hawkish, Dolar AS dan Yield Treasury Naik
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.