Baca selengkapnya
00.06 · 17 Februari 2026

Ketika AI Menjadi Risiko

Belum lama ini, kecerdasan buatan dipandang sebagai simbol pertumbuhan tanpa batas. Perusahaan yang terkait AI mencetak rekor valuasi, dan narasi dominan menyebut teknologi ini sebagai pendorong keuntungan di hampir setiap sektor ekonomi. Kini, sentimen jelas berubah. Alih-alih euforia, pasar mulai mempertanyakan perusahaan mana yang akan diuntungkan dan mana yang berisiko tertinggal dalam revolusi AI. Ketidakpastian membuat pasar menyerupai ladang ranjau, di mana setiap keputusan investasi mengandung risiko yang lebih tinggi. Modal tidak lagi mengalir secara masif, melainkan secara selektif, memisahkan calon pemenang dari yang berpotensi tersisih.

Perubahan sentimen paling terlihat di sektor teknologi. Emiten yang sebelumnya menjadi magnet arus dana kini mengalami koreksi tajam. Muncul keraguan apakah investasi besar pada pengembangan AI dapat segera menghasilkan imbal hasil yang signifikan. Akibatnya, indeks dengan bobot teknologi tinggi menghadapi tekanan, dan volatilitas pasar meningkat.

Ketidakpastian juga mencakup seberapa cepat model AI dasar akan menjadi lebih murah dan mudah diakses. Jika hal itu terjadi, keunggulan kompetitif berbasis teknologi saja bisa menjadi singkat. Faktor pembeda akan bergeser pada kepemilikan data unik, skala operasi, kekuatan merek, serta kemampuan integrasi AI ke dalam proses bisnis yang sudah ada. Dampaknya tidak terbatas pada sektor teknologi. Industri seperti jasa keuangan, konsultansi, hukum, properti, dan logistik juga menghadapi risiko otomasi. Jika AI mampu menjalankan tugas lebih cepat dan murah dibanding manusia, margin bisnis tradisional dapat tertekan dan memicu aksi jual yang lebih luas.

Dalam kondisi seperti ini, pendekatan pasar cenderung defensif. Modal mengalir ke sektor yang relatif tahan terhadap otomasi atau yang langsung diuntungkan oleh permintaan terhadap infrastruktur dan layanan AI. Pasar keuangan memasuki fase di mana AI bukan hanya narasi pertumbuhan, tetapi juga faktor risiko bagi valuasi. Setelah fase euforia, muncul tahap evaluasi dan selektivitas yang lebih ketat terhadap model bisnis dan harga saham.

Revolusi AI belum melambat, namun persepsi pasar menjadi lebih kompleks. Alih-alih skenario “semua menang”, kini terbentuk garis pemisah antara perusahaan yang mampu beradaptasi dan yang berpotensi tertinggal. Dalam lingkungan seperti ini, pergerakan pasar cenderung lebih terfragmentasi, dengan keputusan investasi yang semakin menentukan arah valuasi perusahaan ke depan.

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

26 Februari 2026, 13.31

Morning Wrap (26.02.2026)

26 Februari 2026, 02.10

Daily Summary: Wall Street Menanti Nvidia (25.02.2026)

25 Februari 2026, 22.01

Wall Street Menanti Laporan Nvidia

25 Februari 2026, 13.48

Morning Wrap (25.02.2026)

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.