Muncul semakin banyak laporan dari negara-negara Timur Tengah dan media mengenai kembalinya konflik secara parsial di Selat Hormuz.
Indeks utama AS turun mendekati 1%.
Minyak Brent naik sekitar 5%, mencapai $114 per barel.
Pada pagi hari, Iran melaporkan bahwa mereka telah menghantam kapal perang AS dengan dua rudal saat kapal tersebut mencoba melewati selat. Pihak AS dengan cepat membantah laporan tersebut melalui Axios, meskipun urutan kejadian sebenarnya masih sulit dipastikan.
Uni Emirat Arab, melalui saluran resmi, melaporkan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat beberapa rudal balistik yang diluncurkan dari Iran. Kebakaran dilaporkan terjadi di sebuah kilang di kota Fujairah, sementara gangguan juga memengaruhi bandara Dubai.
Masih belum jelas apakah ini merupakan fase akhir dari konflik sebelum mereda, atau justru awal dari gelombang serangan baru, terutama di tengah laporan terkait “Project Freedom.” Menurut Bloomberg, dua kapal dilaporkan berhasil melewati selat dengan pengawalan Angkatan Laut AS.
Daily Summary: Wall Street Tertekan Suku Bunga, Tesla Justru Naik 4%
Strategi Utang AS Ini Bisa Menjadi Bom Waktu Baru bagi Pasar
US Open: Wall Street Turun Tipis, Risiko Suku Bunga Naik
Minyak Kembali Dikuasai Geopolitik, WTI Bidik US$90
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.