22.12 · 22 Mei 2026

Waller Guncang Pasar dengan Nada Hawkish

Key Takeaways from Christopher Waller's Speech
  • Akhir dari Narasi Pemangkasan Suku Bunga: Waller menyatakan bahwa “gila” jika berbicara mengenai pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat berdasarkan data terbaru. Rencana saat ini adalah mempertahankan suku bunga tetap stabil.

  • Pergeseran ke Sikap Netral-Hawkish: Waller menilai The Fed seharusnya menghapus “easing bias” dari pernyataan kebijakannya. Ia mengakui bahwa data inflasi dan pasar tenaga kerja terbaru sepenuhnya mengubah pandangannya.

  • Kenaikan Suku Bunga Sebagai Pilihan Terakhir: Meskipun belum menyerukan kenaikan suku bunga secara langsung, Waller mengatakan ia “tidak akan ragu” mendukung kenaikan apabila ekspektasi inflasi mulai lepas kendali, khususnya dalam horizon 2–4 tahun.

  • Pasar Tenaga Kerja Tidak Lagi Menjadi Fokus Utama: Pasar tenaga kerja dinilai masih stabil dan tingkat pengangguran rendah. Namun kini, inflasi menjadi faktor utama yang menentukan arah kebijakan moneter.

  • Faktor Risiko Utama: Tekanan harga mulai kembali meluas dan inflasi semakin bersifat sticky. Situasi ini diperburuk oleh tingginya biaya energi akibat konflik Iran serta ledakan investasi AI yang terus berlanjut.

  • Pengurangan Neraca The Fed (QT): Waller membuka kemungkinan pengurangan tambahan neraca The Fed sebesar USD 300–500 miliar.

  • Realitas Baru Neraca The Fed: Waller menegaskan bahwa tidak mungkin kembali ke ukuran neraca kecil seperti sebelum 2008. The Fed akan tetap menjalankan sistem “ample reserves” dan tidak akan membiarkan kondisi kelangkaan likuiditas terjadi kembali.

Transformasi Sikap Waller

Waller mengalami perubahan pandangan yang sangat drastis dalam waktu singkat. Perlu diingat, pada Januari 2026 ia masih mendukung pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin. Kini ia menyebut ide tersebut sebagai sesuatu yang “gila”. Meski bernada hawkish, terlihat jelas bahwa Waller tidak ingin mendorong ekonomi ke dalam tekanan lewat kenaikan suku bunga agresif — kecuali jika ekspektasi inflasi benar-benar lepas kendali.

Sebagai gantinya, ia tampaknya lebih memilih kenaikan yield obligasi pasar dan tambahan quantitative tightening untuk membantu mendinginkan ekonomi secara alami. Namun ada masalah besar. Kenaikan yield juga menjadi tekanan serius bagi pemerintah AS yang menghadapi kebutuhan pembiayaan utang yang terus meningkat.

Setetes Air di Lautan: Neraca The Fed

Pemotongan tambahan USD 300–500 miliar memang terdengar besar dalam headline. Namun dalam konteks makroekonomi keseluruhan, angka tersebut sebenarnya relatif kecil. Setelah era pencetakan uang besar-besaran selama pandemi, neraca The Fed sempat membengkak hingga sekitar USD 9 triliun. Bahkan setelah quantitative tightening yang sudah berjalan, pengurangan tambahan USD 500 miliar masih belum akan membawa neraca turun di bawah level psikologis USD 6 triliun. Hal ini menunjukkan betapa sempit ruang gerak yang kini dimiliki bank sentral AS.

 

Menyerah pada Era “Mega-Balance Sheet”

 

  • Sebelum 2008, neraca The Fed berada di bawah USD 1 triliun.
  • Setelah QE1 pada krisis keuangan global, neraca melonjak di atas USD 2 triliun.
  • Pada 2012 (QE3), ukurannya mendekati USD 3 triliun.
  • Pada 2014, mencapai puncak sekitar USD 4,5 triliun.
  • Pada 2018–2019, upaya quantitative tightening berujung kepanikan dan intervensi darurat di pasar repo pada September 2019 karena likuiditas menjadi terlalu ketat.
  • Pasca-2020, neraca kembali membengkak hingga USD 9 triliun.
  • Secara historis, Waller termasuk kubu akademisi konservatif yang menentang neraca terlalu besar karena dianggap mendistorsi pasar keuangan dan membuat pemerintah ketergantungan pada utang murah.
  • Komentarnya hari ini bahwa “tidak ada cara untuk kembali ke neraca kecil seperti 2008” pada dasarnya merupakan pengakuan resmi terhadap realitas ekonomi baru tersebut.
  • Waller memahami bahwa sistem perbankan modern kini terlalu dipenuhi likuiditas sehingga pengurangan lebih dalam di bawah level kritis USD 6 triliun berisiko melumpuhkan pasar antarbank seperti krisis repo 2019.

 

Koneksi Kevin Warsh

Komentar Waller hari ini juga kemungkinan mencerminkan bagaimana Kevin Warsh memandang kebijakan moneter. Warsh dijadwalkan dilantik hari ini oleh Donald Trump sebagai Ketua Federal Reserve. Warsh dikenal sebagai salah satu penentang keras neraca besar The Fed bahkan sejak era krisis keuangan global. Selain itu, baik Waller maupun Warsh tampaknya termasuk lingkaran bankir sentral yang dipercaya Trump. Hal ini memberi sinyal adanya kemungkinan keselarasan arah kebijakan mengenai pengelolaan neraca The Fed ke depan.

22 Mei 2026, 00.53

Daily summary: Wall Street Naik Tipis di Tengah Harapan Damai Iran

21 Mei 2026, 15.36

Harga Minyak Turun, Tapi Krisis Hormuz Belum Berakhir

21 Mei 2026, 12.59

Market Wrap: Nvidia Kerek Wall Street, Pasar Fokus AI dan Suku Bunga

21 Mei 2026, 01.24

URGENT: Risalah The Fed Perkuat Risiko Kenaikan Suku Bunga

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.