Baca selengkapnya
13.46 · 30 Januari 2026

Kuartal Rekor Apple: iPhone, Services, dan AI “Tak Terlihat”. Kembali ke Tahta? 📈

Apple membuka tahun fiskal 2026 dengan kinerja kuartalan terkuat sepanjang sejarah perusahaan. Raksasa teknologi asal Cupertino ini tidak hanya memecahkan rekor penjualan, tetapi juga mendefinisikan ulang strategi pertumbuhannya melalui sinergi antara hardware berperforma tinggi, layanan bermargin besar, dan pendekatan kecerdasan buatan yang bersifat evolusioner.
Selama sekitar delapan belas bulan terakhir, Apple kerap dikritik karena dianggap tertinggal dalam reli awal AI. Namun, keputusan perusahaan untuk melewatkan fase pertama “perlombaan senjata” AI berpotensi menghasilkan keuntungan besar, terutama dalam bentuk struktur biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan belanja modal agresif yang dilakukan Alphabet, Meta, dan Microsoft.

Apple Q1 2026 – Metrik Keuangan Utama

  • Total pendapatan: $143,8 miliar (+16% YoY) – rekor tertinggi sepanjang sejarah

  • iPhone: $85,3 miliar (+23,3% YoY) – kembalinya supercycle secara spektakuler

  • Services: $30,0 miliar (+14% YoY) – rekor baru dengan margin kotor 76,5%

  • Laba bersih: $42,1 miliar (EPS: $2,84, +19% YoY)

  • Margin kotor total: 48,2% – melampaui batas atas panduan sebelumnya

  • Installed base: lebih dari 2,5 miliar perangkat aktif

  • Pengembalian modal: $32 miliar dikembalikan ke pemegang saham hanya dalam satu kuartal

  • Panduan Q2: pertumbuhan pendapatan 13–16% YoY dengan margin 48–49%

​​​​

Meski saham Apple hanya naik sekitar 8% dalam 12 bulan terakhir akibat persepsi tertinggal di AI, perusahaan tetap menghasilkan pendapatan dan laba yang sangat kuat dengan disiplin biaya tinggi. Pertanyaannya: apakah ini cetak biru definitif untuk kembali memimpin pasar? 

Sumber: Bloomberg Finance LP, XTB

 

1. iPhone dan Services: Dua Mesin Pertumbuhan Utama

Apple secara tegas mematahkan kekhawatiran terkait stagnasi iPhone. Momentum penjualan melonjak dari pertumbuhan 6% pada Q4 2025 menjadi 23% pada periode ini. Pasar negara berkembang berperan besar, dengan Greater China mencatat lonjakan 38% YoY, disertai pertumbuhan kuat di India.

Pada saat yang sama, segmen Services berevolusi dari sekadar pelengkap hardware menjadi pilar utama bisnis. Dengan pendapatan $30 miliar per kuartal, Apple Services kini setara skala perusahaan Fortune 50. Segmen ini menjadi “mesin senyap” bagi valuasi Apple: pendapatan bersifat berulang, tahan terhadap siklus hardware, dan dengan margin yang sangat tinggi, menjadi pendorong utama ekspansi laba bersih.

2. Strategi AI: Kecerdasan “Tak Terlihat” Mengalahkan Spektakel

Apple mengadopsi pendekatan AI yang unik, sering disebut sebagai strategi “Invisible AI”. Alih-alih mempromosikan model AI unggulan secara terbuka seperti Microsoft atau Google, Apple menanamkan AI secara mendalam ke dalam pengalaman pengguna (UX).

  • Arsitektur hybrid: tugas dibagi antara pemrosesan on-device dan Private Cloud Compute

  • Kemitraan Gemini: dengan melisensikan Gemini milik Google, Apple secara implisit mengakui kebutuhan dukungan eksternal untuk foundation model. Langkah ini memungkinkan peningkatan cepat pada Siri tanpa beban CAPEX miliaran dolar untuk data center internal

  • Monetisasi tidak langsung: AI tidak diposisikan sebagai produk mandiri, melainkan sebagai pendorong upgrade hardware (misalnya iPhone Pro) dan peningkatan adopsi langganan iCloud


Ketika banyak pemain AI masih menghadapi “monetization gap” akibat CAPEX tinggi yang belum sebanding dengan pertumbuhan pendapatan, Apple justru memanfaatkan lanskap kompetitif untuk memperkuat ekosistem — strategi yang telah berulang kali terbukti efektif dalam sejarah perusahaan.

3. Apple vs Dunia: Perebutan Kapitalisasi Pasar

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $3,8 triliun, Apple saat ini berada di posisi ketiga, di belakang Nvidia dan Alphabet. Pasar masih memberi valuasi Apple secara relatif konservatif dan belum sepenuhnya memberikan “AI premium” seperti yang dinikmati penyedia infrastruktur.

Apa yang dibutuhkan Apple untuk kembali ke posisi #1?

  1. Menjaga supercycle iPhone dan membuktikan bahwa Apple Intelligence mempercepat siklus penggantian perangkat

  2. Menjaga skala margin meski biaya memori dan komponen AI meningkat

  3. Kesuksesan Siri generasi baru, yang mampu meyakinkan pasar bahwa kemitraan dengan Google serta chip internal “Baltra” menghasilkan UX yang unggul dibandingkan Copilot milik Microsoft



 

​​​​​​

Dalam horizon satu tahun, kinerja saham Apple cenderung mixed dan melemah sejak awal 2026. Namun, kuartal fiskal pertama yang sangat kuat (Q4 kalender 2025) berpotensi memulihkan kepercayaan pasar terhadap posisi Apple sebagai salah satu blue chip paling tangguh di Wall Street. Sumber: Bloomberg Finance LP, XTB

 

4. Kesimpulan

Apple mungkin datang terlambat ke panggung “pemasaran AI”, namun tidak tertinggal dalam penciptaan nilai. Disiplin modal dan keputusan untuk tidak terjun ke perlombaan data center secara agresif membantu perusahaan mempertahankan margin rekor serta melakukan pembelian kembali saham dalam skala besar.

Bagi investor, Apple tetap merupakan hibrida unik: aset defensif penghasil kas dengan opsi pertumbuhan AI yang tertanam. Meski bersifat “tak terlihat”, strategi AI ini berpotensi menjadi yang paling efektif dimonetisasi di industri, berkat ekosistem tertutup dengan 2,5 miliar pengguna aktif. Jika pasar mulai melakukan re-rating Apple sebagai platform AI utama, kembalinya perusahaan ini ke tahta sebagai emiten paling bernilai di dunia tampaknya hanya tinggal menunggu waktu.

Saham Apple sempat naik sekitar 2% pada perdagangan awal setelah rilis laporan, namun kenaikan tersebut kemudian sepenuhnya terhapus. Baik US100 maupun US500 menunjukkan pelemahan signifikan, yang berpotensi menekan sentimen saat Wall Street memasuki sesi terakhir pekan dan bulan ini. Sumber: Bloomberg Finance LP, XTB, xStation5

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

27 Januari 2026, 21.28

Tesla Menjelang Laporan Keuangan: Ekspektasi Moderat dan Fundamental Lemah

16 Januari 2026, 21.57

US OPEN: Laporan Bank & Manajer Dana Dukung Valuasi Pasar

30 Desember 2025, 21.49

US OPEN: Wall Street Menanti FOMC Minutes

24 Desember 2025, 01.57

Daily Summary: Demam Komoditas Jelang Libur

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.