- Pertumbuhan laba gabungan S&P 500 pada Q3 2026 mencapai 30,2% secara tahunan.
- Sebanyak 493 perusahaan di luar Magnificent Seven mencatat pertumbuhan laba lebih tinggi sebesar 32,6%.
- Valuasi forward P/E indeks S&P 500 saat ini berada di bawah rata-rata historis sepuluh tahun.
- Pertumbuhan laba gabungan S&P 500 pada Q3 2026 mencapai 30,2% secara tahunan.
- Sebanyak 493 perusahaan di luar Magnificent Seven mencatat pertumbuhan laba lebih tinggi sebesar 32,6%.
- Valuasi forward P/E indeks S&P 500 saat ini berada di bawah rata-rata historis sepuluh tahun.
Laba S&P 500 Melonjak 30%! Era Dominasi Magnificent Seven Berakhir?
Musim laporan keuangan Q3 2026 menunjukkan pertumbuhan laba yang kuat di kalangan perusahaan Amerika Serikat, dengan momentum pertumbuhan laba yang semakin bergeser ke perusahaan-perusahaan berkapitalisasi lebih kecil dalam indeks S&P 500. Tingginya persentase perusahaan yang melampaui ekspektasi dan meningkatnya estimasi laba di sebagian besar sektor mendukung prospek fundamental pasar saham AS. Namun, secara keseluruhan, besarnya kejutan laba positif (positive earnings surprises) masih relatif terbatas.
- Hingga 30 Oktober, sebanyak 60% perusahaan dalam indeks S&P 500 telah melaporkan hasil keuangan kuartalannya. Dari perusahaan-perusahaan tersebut, 82% berhasil melampaui ekspektasi laba per saham (earnings per share/EPS), sementara 70% mencatat pendapatan di atas perkiraan analis. Hal ini menunjukkan bahwa kejutan positif dalam laporan keuangan terjadi secara cukup luas.
- Tingkat pertumbuhan laba gabungan (blended earnings growth) S&P 500 secara tahunan (YoY) saat ini mencapai 30,2%. Angka tersebut menggabungkan hasil aktual perusahaan yang telah melaporkan kinerja dengan estimasi konsensus bagi perusahaan yang belum merilis laporan keuangan. Jika angka ini bertahan, S&P 500 akan mencatat pertumbuhan laba di atas 25% selama tiga kuartal berturut-turut.
- Pertumbuhan laba saat ini lebih tinggi 1,1 poin persentase dibandingkan estimasi 29,1% pada 30 September. Sebanyak delapan sektor kini mencatat pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan perkiraan pada akhir September, didukung oleh kejutan laba positif dan revisi naik estimasi EPS.
- Dari 47 perusahaan yang telah menerbitkan panduan EPS untuk Q4, sebanyak 28 perusahaan memberikan proyeksi di atas ekspektasi analis, sementara 19 perusahaan memberikan panduan di bawah konsensus. Perbandingan positif ini menjadi sinyal yang menggembirakan untuk kuartal berikutnya, meskipun jumlah perusahaan tersebut masih mewakili sebagian kecil dari keseluruhan indeks.
- Indeks S&P 500 saat ini diperdagangkan pada 18,7 kali estimasi laba untuk 12 bulan ke depan (forward P/E), dibandingkan rata-rata lima tahun sebesar 19,8 kali dan rata-rata sepuluh tahun sebesar 19,1 kali. Dengan demikian, valuasi indeks berada di bawah kedua tolok ukur historis tersebut, meskipun diskonnya terhadap rata-rata sepuluh tahun hanya sekitar 2,1%.
Dalam jangka panjang, indeks S&P 500 memiliki hubungan yang kuat dengan ekspektasi laba perusahaan, menegaskan bahwa pertumbuhan keuntungan tetap menjadi salah satu pendorong fundamental utama pasar bullish Wall Street. Sejak 2023, baik indeks S&P 500 maupun estimasi EPS untuk 12 bulan ke depan mengalami akselerasi signifikan hingga mencapai level historis yang tinggi, meskipun pasar beberapa kali menghadapi koreksi dan volatilitas yang meningkat. Saat ini, posisi S&P 500 berada di atas level yang diindikasikan oleh hubungan historis kedua indikator tersebut. Kondisi ini menegaskan pentingnya valuasi dan ekspektasi investor, sekaligus meningkatkan sensitivitas pasar terhadap potensi revisi turun proyeksi laba perusahaan.

Sumber: XTB Research
Magnificent Seven Kehilangan Keunggulan Pertumbuhan Laba
Perubahan terpenting terjadi pada perbandingan kinerja tujuh perusahaan teknologi terbesar, Magnificent Seven, dengan perusahaan-perusahaan lainnya dalam indeks S&P 500. Tingkat pertumbuhan laba gabungan Magnificent Seven pada Q3 turun dari 33,6%, sebagaimana diperkirakan pada 30 September, menjadi 22,6%. Sebaliknya, pertumbuhan laba 493 perusahaan lainnya meningkat dari 27,8% menjadi 32,6%. Dengan demikian, kelompok perusahaan di luar Magnificent Seven kini memiliki keunggulan pertumbuhan laba sebesar 10 poin persentase, menandakan perubahan signifikan dalam komposisi pertumbuhan keuntungan pasar saham AS.
Perbedaan tersebut juga terlihat ketika hasil aktual dibandingkan dengan ekspektasi pasar. Dari lima perusahaan Magnificent Seven yang telah melaporkan kinerja, hanya dua yang berhasil melampaui estimasi EPS konsensus, sementara laba agregat kelompok tersebut tercatat 14,7% di bawah ekspektasi. Sebagai perbandingan, kejutan laba agregat seluruh perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan hasil keuangan berada pada angka positif 1,9%. Perbedaan ini penting karena tingginya persentase perusahaan yang melampaui estimasi laba tidak selalu menghasilkan kejutan laba agregat yang besar. Kinerja mengecewakan dari segelintir perusahaan berkapitalisasi besar dapat memberikan tekanan signifikan terhadap hasil keseluruhan indeks.
Jika tren ini bertahan hingga akhir musim laporan keuangan, Magnificent Seven akan mencatat pertumbuhan laba yang lebih rendah dibandingkan 493 perusahaan S&P 500 lainnya untuk pertama kalinya sejak Q4 2022. Estimasi konsensus untuk Q4 2026 juga menunjukkan keunggulan kelompok 493 perusahaan lainnya, dengan proyeksi pertumbuhan laba sebesar 30,8%, dibandingkan 22,6% untuk Magnificent Seven. Kondisi ini mendukung pandangan bahwa pertumbuhan laba mulai tersebar lebih merata di seluruh pasar. Namun, pada saat laporan ini disusun, Apple dan NVIDIA belum merilis hasil keuangannya, sehingga keduanya masih berpotensi mengubah perbandingan akhir secara signifikan.
Apakah Kualitas Laba dan Valuasi Perlu Dievaluasi Ulang?
Perbandingan antara kedua kelompok perusahaan tersebut menjadi lebih kompleks karena adanya pengaruh pos akuntansi dalam laba berdasarkan standar GAAP pada Alphabet, Amazon, dan Meta. Hasil keuangan Alphabet pada Q3 2026 terdampak kerugian sebesar US$8,7 miliar terkait investasi ekuitas, sementara Meta mencatat beban sebesar US$9,89 miliar yang berkaitan dengan penyelesaian perkara hukum. Sementara itu, Amazon menghadapi basis perbandingan tahunan yang menantang karena hasil Q3 2025 mencakup keuntungan sebelum pajak sebesar US$9,5 miliar dari investasinya di Anthropic.
Pengaruh berbagai pos tersebut menunjukkan bahwa penilaian terhadap kesehatan keuangan perusahaan teknologi terbesar perlu mempertimbangkan kinerja operasional inti, margin operasional, dan kemampuan menghasilkan arus kas secara terpisah. Pertumbuhan laba yang dilaporkan lebih rendah dapat terjadi bersamaan dengan peningkatan pendapatan dan perbaikan kinerja pada segmen bisnis utama. Namun, penyesuaian laba juga harus dilakukan secara konsisten. Mengeluarkan beban luar biasa dari perhitungan laba yang disesuaikan (adjusted earnings) tidak berarti menghilangkan dampak ekonominya bagi pemegang saham.
Valuasi S&P 500 yang berada di bawah rata-rata historis memberikan dukungan fundamental bagi pasar, tetapi diskon yang relatif kecil terhadap rata-rata sepuluh tahun melemahkan argumen bahwa pasar saham AS sedang berada dalam kondisi sangat murah (significantly undervalued). Rasio forward P/E tetap bergantung pada proyeksi laba perusahaan. Jika estimasi laba direvisi turun, rasio valuasi tersebut akan meningkat meskipun harga saham tidak berubah. Agar kondisi pertumbuhan laba yang positif saat ini dapat berkelanjutan, investor membutuhkan konfirmasi bahwa pertumbuhan laba di luar Magnificent Seven benar-benar menghasilkan perbaikan kinerja operasional dan arus kas yang berulang serta berkelanjutan.
Grafik US500 (Timeframe D1)
Sejak aksi jual pasar pada musim semi tahun ini, futures S&P 500 telah turun di bawah indikator Exponential Moving Average 50 hari (EMA50, garis oranye) sebanyak empat kali. Artinya, penurunan terbaru tidak tergolong luar biasa jika dilihat dari indikator tersebut. RSI telah turun ke level 42, tetapi masih cukup jauh di atas wilayah jenuh jual (oversold). Area 7.500 poin menjadi level support penting berdasarkan pergerakan harga (price action), sementara EMA50 (garis oranye), yang saat ini berada di sekitar 7.750 poin, berfungsi sebagai resistance signifikan.
Sumber: XTB Research
Market Wrap: Nasdaq Rebound, Minyak Anjlok 3% Jelang Pemilu AS!
US Open: Intel Anjlok 29%, Nasdaq Tertekan Aksi Jual AI!
Saham Amazon Anjlok 6%, AWS Justru Tumbuh 39%!
Daily Summary: Wall Street Rontok! Intel Anjlok 30%, Nasdaq Turun 2,38%
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.