10.51 · 22 Oktober 2026

Laba SCCO Cetak Rekor, Pasokan Tembaga Global Makin Ketat?

Southern Copper (SCCO) baru saja merilis laporan keuangan Q3 2026 dengan dinamika yang jarang terlihat pada perusahaan pertambangan: volume produksi sedikit menurun, tetapi laba bersih justru mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Hasil tersebut dirilis di tengah penyelenggaraan LME Week 2026, ketika isu ketatnya pasokan tembaga global (tight supply) kembali menjadi perhatian utama pasar.

Bagi investor saham pertambangan, kinerja SCCO memberikan gambaran mengenai bagaimana siklus komoditas saat ini bekerja: harga tembaga memiliki pengaruh lebih dominan terhadap profitabilitas dibandingkan volume produksi.

Produksi Tembaga Turun Tipis, Kinerja Keuangan Melonjak Dua Digit

Produksi tembaga Southern Copper pada Q3 2026 tercatat sebesar 232.396 ton, turun sekitar 1% secara tahunan (YoY) akibat penurunan kadar bijih di tambang perusahaan yang berlokasi di Peru.

Namun, dari sisi kinerja keuangan, pendapatan (revenue) melonjak 39% YoY menjadi US$4,70 miliar, sementara laba bersih meningkat 63% menjadi US$1,80 miliar. Keduanya merupakan rekor baru bagi perusahaan.

Margin laba bersih SCCO juga melebar menjadi 38,4%, dibandingkan 32,8% pada Q3 2025.

Pendorong utama pertumbuhan tersebut adalah kenaikan harga tembaga serta logam sampingan (by-product metals) seperti perak, molibdenum, dan seng.

Pola ini memperlihatkan besarnya pengaruh operating leverage dalam bisnis pertambangan. Ketika harga jual komoditas meningkat lebih cepat daripada biaya produksi, tambahan pendapatan dapat memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap laba bersih perusahaan.

Pasokan Tambang Tembaga Masih Menjadi Hambatan Struktural

Harga tembaga di London Metal Exchange (LME) masih bergerak pada level historis yang tinggi, mendekati area rekor setelah mengalami lonjakan pada awal September 2026.

Tema utama dalam LME Week tetap sama: pasokan tembaga global sulit mengimbangi pertumbuhan permintaan.

Sejumlah produsen besar, termasuk Glencore dan Antofagasta, telah memangkas panduan produksi (production guidance) untuk 2026.

Sementara itu, menipisnya persediaan tembaga yang tersedia di gudang LME serta premi harga di pasar COMEX memberikan sinyal bahwa kondisi pasar fisik tembaga masih ketat.

Dari sisi permintaan, elektrifikasi jaringan listrik, pertumbuhan kendaraan listrik, dan pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) tetap menjadi faktor pendukung struktural yang sulit diabaikan.

Situasi menjadi semakin kompleks karena harga tembaga yang tinggi tidak secara otomatis menghasilkan tambahan pasokan baru.

Pengembangan proyek pertambangan membutuhkan waktu sekitar 5–10 tahun, mulai dari tahap eksplorasi hingga mencapai produksi komersial.

Akibatnya, premi harga tembaga yang terbentuk dari ketatnya pasokan saat ini berpotensi bertahan lebih lama dibandingkan pola normal dalam siklus komoditas.

Dampak Kinerja SCCO terhadap Saham Freeport (FCX) pada 27 Oktober

Laporan keuangan Southern Copper memberikan gambaran awal mengenai bagaimana musim laporan keuangan (earnings season) perusahaan tambang tembaga pada Q3 2026 kemungkinan berlangsung.

Freeport-McMoRan (FCX), yang dijadwalkan merilis laporan keuangan pada 27 Oktober 2026, berpotensi menunjukkan pola serupa.

Produksi Freeport mungkin menghadapi tekanan akibat persoalan operasional di tambang Grasberg. Namun, kinerja keuangannya masih berpeluang tetap kuat berkat tingginya harga jual tembaga terealisasi (realized copper price).

Dua indikator utama yang perlu diperhatikan investor dalam laporan FCX adalah harga jual tembaga terealisasi per pon dan perkembangan peningkatan kembali kapasitas produksi (ramp-up) Grasberg setelah gangguan operasional sebelumnya.

Apabila Freeport mengikuti pola Southern Copper, yaitu mencatat pelebaran margin keuntungan meskipun volume produksi relatif lemah, tesis bahwa saham perusahaan tambang tembaga lebih sensitif terhadap harga komoditas dibandingkan volume produksi akan semakin mendapat dukungan.

Kombinasi pasokan tembaga global yang ketat secara struktural dan pertumbuhan permintaan dari elektrifikasi memberikan fondasi fundamental yang berpotensi menopang ketahanan laba (earnings durability) perusahaan tambang tembaga, setidaknya selama beberapa kuartal mendatang.

​​​​​​Sumber: xStation

Pada grafik harian (daily chart), saham Southern Copper (SCCO) masih bergerak dalam kanal tren naik (rising channel), sehingga struktur tren bullish atau uptrend belum mengalami kerusakan. Harga saham saat ini sedang menguji area support penting di sekitar US$190–195, yang berdekatan dengan level Fibonacci retracement 38,2%–50% serta batas bawah kanal tren naik (lower channel). Volume perdagangan dalam beberapa sesi terakhir terlihat meningkat. Oleh karena itu, respons harga saham SCCO di area support tersebut menjadi faktor penting untuk menentukan arah pergerakan berikutnya. Sementara itu, indikator Stochastic masih berada dalam kondisi netral dan belum memberikan sinyal pembalikan arah (reversal) yang kuat. Apabila area support US$190–195 mampu bertahan, peluang rebound saham SCCO masih terbuka menuju US$202, kemudian resistance utama di kisaran US$215–220. Sebaliknya, jika harga mengalami breakdown di bawah US$190, koreksi berpotensi berlanjut menuju area support berikutnya di sekitar US$184.

22 Oktober 2026, 11.35

IBM Bangkit Berkat AI, Saham Siap Tembus US$267?

22 Oktober 2026, 09.19

Earnings Tesla Q3: Arus Kas Positif, Merger SpaceX Disorot

22 Oktober 2026, 08.37

Earnings Meta Q3: Revenue Rekor, Arus Kas Negatif

22 Oktober 2026, 00.33

Harga Gas Alam AS Anjlok 6%

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.