Baca selengkapnya
15.23 · 29 Juli 2025

Laporan Keuangan Big Tech Pekan Ini

-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis
-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis
-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis
-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis

Oleh Kathleen Brooks, Direktur Riset di XTB

Pekan ini menjadi momen krusial untuk musim laporan keuangan. Apple, Amazon, Meta, dan Microsoft dijadwalkan merilis hasil kinerja keuangannya minggu ini, tepat di puncak musim laporan Q2. Momen ini datang saat indeks saham AS menyentuh rekor tertinggi, namun volatilitas harian S&P 500 tidak pernah melebihi 1% selama empat minggu perdagangan terakhir—mengindikasikan bahwa pasar membutuhkan pemicu baru. Laporan keuangan pekan ini bisa menjadi katalis penting: apakah pasar akan terus menanjak atau justru terkoreksi dari level tertingginya?

Satu perkembangan menarik lainnya adalah kinerja saham AS kini melampaui saham Eropa dalam perhitungan year-to-date. Setelah mencetak rekor baru tiap hari pekan lalu, S&P 500 kini mengungguli indeks Eurostoxx 600 sepanjang 2025. Dengan empat raksasa teknologi ini memiliki kapitalisasi pasar gabungan lebih dari $11 triliun, dampaknya terhadap sentimen pasar sangat signifikan.

Sektor semikonduktor menjadi salah satu sektor dengan performa terbaik di S&P 500 sejauh ini, dengan Nvidia, Meta, dan Microsoft menjadi penyumbang poin tertinggi sepanjang 2025. Maka dari itu, hasil dari empat raksasa teknologi ini akan sangat menentukan arah indeks utama AS ke depan.

Musim laporan keuangan Q2 sejauh ini solid, dengan 80% perusahaan yang sudah melaporkan mencatatkan kejutan positif. Namun, ekspektasi terhadap kelompok Magnificent 7 telah direvisi turun dalam beberapa bulan terakhir. Kini grup ini diprediksi mencatatkan pertumbuhan laba 16%, turun dari 19% pada akhir Maret, sebelum tarif dagang yang diberlakukan oleh Donald Trump mulai berlaku.

 

Dampak Tarif Diperkirakan Minim

Kami menilai tarif tidak akan berdampak besar pada laporan keuangan kali ini karena beberapa alasan: pertama, tarif dengan China ditunda selama 90 hari—yang mencakup sebagian besar periode Q2. Selain itu, produk chip dan teknologi relatif terlindungi dari beban tarif tertinggi. Maka, meskipun ekspektasi terhadap raksasa teknologi tetap tinggi, masih ada sinyal positif. Contohnya, Alphabet (induk Google) sudah merilis laporan keuangan yang melampaui ekspektasi dan disambut positif pasar. Harga sahamnya naik 11% dalam sebulan terakhir, seiring CEO Google mengumumkan tambahan investasi $10 miliar untuk AI, serta rencana peningkatan belanja modal pada 2026.

 

Outlook Microsoft

Analis telah menaikkan ekspektasi pendapatan dan laba Microsoft untuk Q2. Pasar kini memproyeksikan pendapatan $73,89 miliar dan laba bersih $25,25 miliar. Arus kas bebas dan earnings per share juga diharapkan melonjak. Jika Microsoft juga mengumumkan program share buyback tambahan atau kenaikan dividen, saham ini bisa jadi favorit investor.

Fokus utama akan tertuju pada belanja AI Microsoft dan bagaimana investasi besar-besaran tersebut bisa meningkatkan produktivitas—termasuk memvalidasi prediksi kenaikan jumlah karyawan secara moderat. Kami memperkirakan ekspansi tenaga kerja ini akan terfokus di AS, mengikuti pola belanja modal Microsoft. Namun, investor akan mengapresiasi hasil Microsoft jika ada indikasi bahwa investasi AI mampu menekan biaya SDM dalam jangka panjang.

Dengan forward price-to-earnings ratio sebesar 35 kali, valuasi Microsoft berada jauh di atas rata-rata S&P 500. Pertanyaannya: apakah investor masih bersedia membayar mahal untuk memiliki saham ini?

 

Meta: Apakah Investasi AI Akan Membayar Diri Sendiri?

Laporan kinerja Meta juga dijadwalkan rilis minggu ini. Para analis telah merevisi naik ekspektasi mereka terhadap penjualan dan laba perusahaan. Pendapatan diperkirakan mencapai $44,83 miliar, sementara laba bersih diperkirakan sebesar $19,91 miliar. Namun, ada tekanan terhadap pendapatan iklan, seiring para pengiklan asal Tiongkok yang menahan belanja karena ancaman tarif selama kuartal kedua. Meski begitu, belanja iklan mungkin mulai pulih seiring diberlakukannya jeda 90 hari dalam implementasi tarif. Belanja modal (capital spending) Meta juga diperkirakan meningkat. Namun pasar diprediksi dapat menyerap kenaikan ini, apalagi harga saham Meta telah naik dalam sepekan terakhir menjelang laporan keuangan.
 

Unit bisnis Reality Labs milik Meta kemungkinan akan dipangkas, dengan fokus lebih besar diarahkan ke produk AI yang lebih diminati—termasuk model AI Llama yang menonjol dalam kemampuan reasoning. Para investor akan menanti penjelasan tentang bagaimana model ini dapat mendorong potensi komersial Meta sekaligus memberikan manfaat bagi konsumen. Jika narasi yang disampaikan positif, investor bisa saja menyambut laporan Meta dengan antusias, meskipun harga sahamnya telah naik 22% sepanjang 2025.

 

Grafik 1: S&P 500 dan Magnificent 7, dinormalisasi untuk menunjukkan pergerakan sepanjang tahun berjalan (YTD)

Source: Bloomberg dan XTB. Kinerja historis bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan.

Secara keseluruhan, laporan keuangan minggu ini akan menjadi kunci arah S&P 500 ke depan. Ini juga akan menjadi indikator besar sejauh mana perkembangan teknologi AI telah terjadi, dan bagaimana raksasa teknologi memonetisasi inovasi tersebut.

28 Februari 2026, 01.51

Daily summary: Awal dari Berakhirnya Disinflasi?

27 Februari 2026, 22.14

US Open: Kenaikan Minyak & PPI Tekan Wall Street 📉

27 Februari 2026, 16.58

Dell Melonjak 12% Saat AI Dorong Pertumbuhan 40% 📈

27 Februari 2026, 16.33

Netflix Mundur dari Perebutan Warner Bros

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.