- Lockheed Martin dan RTX melampaui ekspektasi Wall Street untuk pendapatan dan laba.
- Kedua perusahaan menaikkan proyeksi setahun penuh 2026.
- Backlog gabungan mencapai lebih dari $519 miliar.
- Produksi rudal, amunisi, dan sistem pertahanan menjadi pendorong utama pertumbuhan.
- Tantangan terbesar sektor pertahanan kini bergeser dari permintaan ke kapasitas produksi.
- Lockheed Martin dan RTX melampaui ekspektasi Wall Street untuk pendapatan dan laba.
- Kedua perusahaan menaikkan proyeksi setahun penuh 2026.
- Backlog gabungan mencapai lebih dari $519 miliar.
- Produksi rudal, amunisi, dan sistem pertahanan menjadi pendorong utama pertumbuhan.
- Tantangan terbesar sektor pertahanan kini bergeser dari permintaan ke kapasitas produksi.
Saham dua raksasa pertahanan AS, Lockheed Martin dan RTX, menguat setelah keduanya melaporkan hasil kuartal II yang solid. Kedua perusahaan melampaui ekspektasi Wall Street untuk pendapatan dan laba sekaligus menaikkan proyeksi setahun penuh.
Hasil tersebut memperkuat pandangan bahwa lonjakan belanja pertahanan global terus diterjemahkan menjadi rekor arus pesanan dan membaiknya kinerja keuangan bagi kontraktor pertahanan terbesar dunia.
Fakta Utama
- Lockheed Martin meningkatkan pendapatan sebesar 11% secara tahunan menjadi $20,06 miliar, membukukan EPS sebesar $7,94, dan menaikkan proyeksi setahun penuh 2026.
- RTX mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 14% secara tahunan menjadi $24,71 miliar, sementara adjusted EPS meningkat menjadi $1,89. Perusahaan juga menaikkan proyeksi pendapatan, laba, dan arus kas bebas setahun penuh.
- Backlog pesanan gabungan kedua perusahaan kini melampaui $500 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap peralatan pertahanan terus tumbuh lebih cepat daripada kapasitas produksi industri.
Lockheed Martin Diuntungkan Kenaikan Produksi Rudal dan Amunisi
Lockheed Martin membukukan pendapatan kuartal II sebesar $20,06 miliar, naik 11% dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba bersih mencapai $1,84 miliar, sementara laba per saham meningkat menjadi $7,94 dan dengan nyaman melampaui ekspektasi pasar.
Pertumbuhan terjadi secara luas di hampir seluruh segmen bisnis, termasuk Aeronautics, Missiles & Fire Control, Rotary & Mission Systems, dan Space.
Manajemen menegaskan bahwa peningkatan produksi rudal dan amunisi tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan perusahaan.
Lockheed Martin juga menaikkan proyeksi setahun penuh 2026. Perusahaan kini memperkirakan pendapatan sebesar $79,75–$81,75 miliar dan EPS sebesar $29,95–$30,65.
Perusahaan menutup kuartal dengan backlog pesanan sekitar $230 miliar, yang memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang yang sangat kuat.
Saham Lockheed Martin diperdagangkan di sekitar $542 dalam perdagangan premarket. Level tersebut membuka peluang pengujian garis tren turun jangka panjang dan exponential moving average 200 hari atau EMA200.
Garis merah EMA200 menjadi batas penting yang memisahkan momentum bearish dan bullish dalam jangka panjang. Sumber: xStation5
RTX Diuntungkan Pemulihan Penerbangan Komersial dan Belanja Pertahanan
RTX juga melaporkan hasil yang melampaui konsensus pasar. Pendapatan meningkat 14% secara tahunan menjadi $24,71 miliar, sementara adjusted EPS mencapai $1,89.
Berbeda dengan banyak kontraktor pertahanan lainnya, RTX memperoleh manfaat dari dua mesin pertumbuhan yang berbeda, yaitu peningkatan belanja militer dan berlanjutnya pemulihan industri penerbangan komersial global.
Penjualan segmen Raytheon meningkat 18%, Pratt & Whitney tumbuh 16%, sedangkan Collins Aerospace mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 8%.
RTX juga menaikkan proyeksi setahun penuh. Perusahaan kini memperkirakan pendapatan sebesar $95–$96 miliar dan adjusted EPS sebesar $7,10–$7,25.
Saham RTX diperdagangkan di sekitar $204 dalam perdagangan premarket, mendekati level tertinggi sepanjang masa.
Apabila saham dibuka di sekitar level tersebut, harganya akan mencerminkan rebound sekitar 20% dari titik terendah lokal yang tercatat pada Mei.
Sumber: xStation5
Rekor Backlog Menunjukkan Kapasitas Produksi Menjadi Hambatan Terbesar
Kesimpulan terpenting dari kedua laporan tersebut bukan hanya keberhasilan melampaui estimasi kuartalan, tetapi juga berlanjutnya pertumbuhan backlog pesanan.
Lockheed Martin menutup kuartal dengan backlog sekitar $230 miliar. Sementara itu, RTX meningkatkan backlog menjadi rekor $289 miliar, termasuk sekitar $119 miliar kontrak pertahanan.
Secara gabungan, kedua perusahaan kini memiliki lebih dari $519 miliar pesanan masa depan yang menunggu untuk dipenuhi.
Bagi investor, data tersebut menjadi bukti tambahan bahwa industri pertahanan global tidak lagi dibatasi oleh lemahnya permintaan atau kurangnya pendanaan pemerintah.
Tantangan utamanya kini adalah memperluas kapasitas produksi rudal, amunisi, sistem pertahanan udara, dan peralatan militer penting lainnya dengan cepat.
Kapasitas tambahan tersebut dibutuhkan untuk memenuhi rencana persenjataan kembali NATO selama beberapa tahun dan mengisi kembali persediaan yang telah menurun.
ServiceNow Melonjak, AI Mulai Hasilkan Uang
Market Wrap: Konflik Memanas, Big Tech Tertekan
Alphabet Unggul, Tesla Fokus pada AI
Daily Summary: Indeks Stabil, Pasar Menanti Alphabet dan Tesla
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.