Wall Street membuka sesi Rabu lebih tinggi setelah rilis CPI Juli tidak memberikan kejutan inflasi negatif dan meredakan kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve berikutnya.
S&P 500 naik sekitar 0,2%, Nasdaq Composite menguat 0,5%, sementara Dow Jones diperdagangkan sedikit di atas level datar.
Saham AI dan data center infrastructure memimpin pasar setelah hasil dan guidance kuat dari CoreWeave serta Super Micro Computer memperkuat keyakinan bahwa permintaan kapasitas komputasi masih solid.
Pada saat yang sama, investor belum bisa sepenuhnya mengabaikan risiko inflasi dari minyak, dengan harga minyak mentah AS kembali bergerak di atas US$83 per barel.
- CPI Juli naik 0,1% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan, sesuai ekspektasi. Core inflation tercatat 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan, sehingga pasar tetap mempertahankan skenario tidak ada kenaikan suku bunga pada September.
- Fed funds futures kini memperhitungkan probabilitas sekitar 58% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75% pada September, naik dari sedikit di atas 45% sepekan lalu.
- Teknologi kembali menjadi penggerak utama Wall Street. CoreWeave naik sekitar 18%, Super Micro Computer 13%, dan Nebius lebih dari 16%, sementara Micron, Dell, dan Cisco juga mencatat kenaikan solid.
- Hasil dari perusahaan AI infrastructure menunjukkan bahwa meskipun ada pertanyaan mengenai besarnya CapEx dari perusahaan teknologi terbesar, permintaan mendasar terhadap data center dan kapasitas komputasi masih kuat.
- Minyak tetap menjadi faktor risiko utama, dengan WTI kembali di atas US$83 per barel ketika harapan pembukaan cepat Selat Hormuz memudar. Kondisi ini berpotensi menjaga tekanan pada harga energi dan memperumit outlook inflasi AS.
Nasdaq 100, Market Heatmap
Nasdaq 100 masih berada di bawah tekanan tipis, tetapi gambaran di bawah permukaan jauh lebih kuat dibandingkan headline indeks.
Saham semikonduktor mendapat minat beli yang luas.
Nvidia naik sekitar 1,7%, sementara Applied Materials, Intel, Micron, dan Lam Research mencatat kenaikan yang bahkan lebih besar.
Pergerakan ini menunjukkan permintaan terhadap perusahaan yang memiliki eksposur ke AI dan computing infrastructure tetap kuat.
Tekanan utama datang dari perusahaan software dan internet terbesar.
Microsoft turun sekitar 1%, Apple 0,5%, Meta 0,4%, sementara Alphabet juga masih sedikit berada di zona negatif.
Dalam praktiknya, modal tidak keluar dari sektor teknologi secara keseluruhan.
Investor justru melakukan rotasi menuju semikonduktor dengan mengurangi eksposur terhadap beberapa megacap.
Nvidia menjadi sangat penting karena bobotnya yang besar dalam indeks.
Kenaikan saham tersebut membantu mengimbangi pelemahan pada beberapa konstituen besar lainnya.
Sesi hari ini tetap sangat selektif.
Risk appetite belum hilang, tetapi investor semakin membedakan prospek setiap perusahaan bahkan di antara segmen terbesar Nasdaq 100.

Sumber: XTB Research
Nasdaq 100, Sektor Mana yang Menekan Indeks?
Pelemahan Nasdaq 100 hari ini terutama berasal dari sektor Communications. Sektor tersebut turun sekitar 2,37% dan menjadi kontributor negatif terbesar terhadap indeks.
Sementara itu, sektor teknologi hanya turun sekitar 0,31%.
Perbedaan ini penting karena menunjukkan tekanan jual tidak tersebar merata di seluruh kelompok saham growth.
Consumer Discretionary juga menekan benchmark dengan penurunan sekitar 1%.
Sebaliknya, Health Care dan Utilities berada di zona positif.
Struktur tersebut lebih mengarah pada rotasi internal indeks daripada aksi jual risk asset yang luas.
Pada saat yang sama, kontribusi besar dari sektor Communications menunjukkan karakteristik penting indeks berbobot kapitalisasi.
Pergerakan beberapa perusahaan terbesar dapat menentukan arah seluruh benchmark meskipun mayoritas pasar relatif stabil.
Untuk sisa sesi, pertanyaan utama bukan sekadar bagaimana kinerja rata-rata saham Nasdaq.
Fokusnya adalah apakah perusahaan Communications terbesar dapat mulai pulih.

Sumber: XTB Research
S&P 500, Top Gainers dan Losers
Leaderboard S&P 500 hari ini menunjukkan preferensi jelas terhadap perusahaan teknologi dan penerima manfaat dari belanja AI infrastructure.
Teradyne (+5,03%), Applied Materials (+4,58%), dan Lam Research (+4,53%) juga mencatat performa kuat.
Pergerakan tersebut mengonfirmasi bahwa modal kembali mengalir ke hardware, semikonduktor, dan data center infrastructure.
Namun, valuasi beberapa saham pemimpin masih cukup tinggi.
Di sisi penurunan, tidak ada satu tema sektor yang dominan.
Pelemahan terjadi pada perusahaan healthcare serta saham dari sektor energi, consumer, dan teknologi.
Palantir (-2,24%) juga menarik perhatian dengan P/E ratio sekitar 139 kali.
Pada valuasi setinggi ini, bahkan sedikit pelemahan sentimen terhadap growth stocks dapat menghasilkan volatilitas harga saham yang lebih besar dari rata-rata.
Secara keseluruhan, sesi hari ini bukan sekadar peningkatan luas risk appetite.
Yang terlihat adalah kembalinya modal secara selektif ke AI infrastructure dan semikonduktor, ketika investor masih bersedia membayar multiple tinggi untuk pertumbuhan yang diharapkan.

Sumber: XTB Research
Nasdaq 100, Valuasi, Momentum, dan Market Breadth
Nasdaq 100 turun sekitar 0,3%.
Namun, dari perspektif tren yang lebih luas, sejauh ini belum ada bukti pelemahan berarti dalam struktur pasar.
Indeks masih naik 16,9% sejak awal tahun dan 25% selama 12 bulan terakhir.
Posisinya juga hanya sekitar 3,7% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa.
Market breadth masih relatif sehat.
Sekitar 68,7% konstituen diperdagangkan di atas moving average 200 hari dan 52,5% berada di atas moving average 50 hari.
Bahkan, sekitar 59% saham justru menguat selama sesi hari ini.
Divergensi tersebut penting karena menunjukkan penurunan indeks lebih banyak disebabkan oleh pelemahan beberapa saham berbobot besar daripada aksi jual luas.
Valuasi tetap menjadi kendala utama.
Nasdaq 100 diperdagangkan pada P/E ratio sekitar 31,4 kali, sementara sektor teknologi hampir 40 kali.
Level tersebut meninggalkan ruang yang relatif kecil untuk kekecewaan pada earnings berikutnya.
Pemimpin relative strength masih mencakup saham teknologi seperti Micron, AMD, Palo Alto Networks, dan CrowdStrike.
Hal ini menunjukkan investor tetap mencari eksposur growth, meskipun semakin selektif.
Pullback saat ini lebih menyerupai rotasi di bawah permukaan tren yang masih kuat daripada breakdown tren tersebut.
Namun, pada valuasi seperti sekarang, kelanjutan bull market akan semakin membutuhkan pertumbuhan earnings yang nyata, bukan sekadar ekspansi multiple.

Sumber: XTB Research
Berita Perusahaan
Intel (INTC) tetap menjadi perhatian setelah menaikkan equity offering menjadi US$20 miliar. Tambahan modal tersebut akan mendilusi pemegang saham lama. Bank of America memperkirakan dampaknya terhadap EPS sekitar 5%. Namun, analis juga menyoroti sisi lain dari transaksi tersebut. Penghimpunan modal dalam skala besar memperkuat neraca Intel dan memberikan fleksibilitas finansial lebih besar untuk menjalankan strategi foundry yang sangat capital-intensive. Bank of America melihat langkah tersebut sebagai sinyal meningkatnya keyakinan terhadap permintaan masa depan dan kemampuan Intel meningkatkan skala produksi. UBS juga menilai penawaran tersebut menghilangkan salah satu sumber ketidakpastian sebelumnya mengenai pendanaan strategi Intel dan dapat diinterpretasikan sebagai tanda meningkatnya keyakinan manajemen terhadap foundry roadmap. Dalam jangka pendek, investor harus menyerap efek dilusi. Namun, dalam jangka panjang, pertanyaan yang lebih penting adalah apakah tambahan US$20 miliar dapat membantu Intel mengubah belanja modal besar menjadi pelanggan baru, utilisasi fab yang lebih tinggi, dan profitabilitas yang membaik.
Emas Tembus US$4.420 setelah CPI AS
CPI Sesuai Ekspektasi, Pasar Minim Reaksi
SpaceX Bisa Bernilai US$8 Triliun?
Minyak Dekati US$90, Permintaan Ternyata Lebih Kuat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.