Harga emas dan perak kembali melemah hari ini setelah pidato Donald Trump kemarin, yang sebagian besar membahas perang dengan Iran. Amerika Serikat meningkatkan kehadirannya di Timur Tengah, dan Trump menyatakan bahwa beberapa minggu ke depan dapat membawa gelombang besar serangan terhadap infrastruktur energi Iran, yang berpotensi menghambat kemajuan negara tersebut secara signifikan.
-
Bahkan sebelum pidato Trump, sumber intelijen AS yang dikutip media telah menyebutkan bahwa Iran mengambil sikap yang tidak bersedia terlibat dalam negosiasi menuju gencatan senjata.
-
Setelah pernyataan Presiden AS tersebut, Iran menyatakan akan melanjutkan perang hingga kemenangan total dan sampai Trump “menyesali” keputusan untuk menyerang.
-
Akibatnya, pasar semakin khawatir terhadap kenaikan lebih lanjut harga minyak serta penguatan US Dollar, yang didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan kekhawatiran inflasi, sehingga menekan pasar saham dan logam mulia.
Harga emas turun sekitar 2,5% hari ini, sementara perak melemah hampir 5%. Logam ini tetap lebih sensitif terhadap kondisi ekonomi, termasuk prospek industri global yang terdampak negatif oleh gangguan seperti potensi penutupan Strait of Hormuz.
SLV.US (D1)
ETF SLV sedang pulih setelah membentuk bottom di kisaran 62 USD. Namun, tekanan jual diprediksi akan kembali membayangi saat bursa AS dibuka jika tren pelemahan hari ini berlanjut.

Sumber: xStation5
Harga Minyak Dekati USD 100 di Tengah Eskalasi Teluk Persia
Daily Summary: Saham AI dan Data Ekonomi Jadi Sorotan Pasar
Harga Minyak Melemah Meski Risiko Pasokan Global Masih Tinggi
Harga Perak Melonjak 2%
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.