- Malam tadi, serangkaian serangan terjadi di kawasan Teluk Persia. Harga minyak melanjutkan kenaikan yang dimulai sejak kemarin di tengah kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang ada semakin rapuh dan berpotensi runtuh. Menjelang tengah hari, minyak Brent diperdagangkan di sekitar USD 98 per barel. Sementara itu, logam mulia seperti emas dan perak mencatat pelemahan tipis.
- Bandara Kuwait dilaporkan menjadi target serangan. Drone Iran menghantam area pelabuhan, sementara operasional bandara untuk sementara waktu dihentikan. Selain bandara sipil, rudal balistik juga diluncurkan ke arah pangkalan militer Ali Al Salem. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa ancaman tersebut berhasil dicegat. Sistem pertahanan udara juga melaporkan adanya pelanggaran wilayah udara Bahrain oleh objek yang berasal dari Iran.
- Perwakilan Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons atas operasi militer Amerika Serikat terhadap fasilitas di Pulau Qeshm serta serangan terhadap kapal tanker Iran di Teluk Persia. Iran juga menegaskan bahwa Kuwait dan Bahrain turut memikul tanggung jawab atas situasi tersebut.
- Dalam konteks ini, pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio—yang sering disebut sebagai salah satu kandidat penerus Donald Trump—menjadi sorotan pasar. Rubio menyatakan bahwa dukungan Iran terhadap organisasi teroris merupakan salah satu "garis merah" yang tidak dapat ditoleransi oleh Amerika Serikat. Ia juga menegaskan bahwa Iran dapat memperoleh pelonggaran sanksi keuangan, tetapi hanya jika bersedia menerima pembatasan yang ketat dan bersifat jangka panjang. Pada saat yang sama, Rubio menekankan bahwa pencabutan sanksi tidak akan diberikan sebagai imbalan atas pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ia juga memperingatkan bahwa respons Iran terhadap perkembangan terbaru masih dapat terjadi dalam kurun waktu hingga lima hari ke depan.
- Donald Trump melalui platform Truth Social kembali menyatakan bahwa Iran "tidak akan memiliki senjata nuklir" dan mengisyaratkan kemungkinan pertemuan dengan para pemimpin Iran, meskipun tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Menariknya, pasar saham sejauh ini tidak menunjukkan reaksi yang signifikan. Saham-saham sektor energi dan pertahanan masih diperdagangkan di sekitar level penutupan perdagangan kemarin, menunjukkan bahwa investor belum sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan eskalasi lebih lanjut.
OIL (D1)

Dari perspektif teknikal, harga minyak kembali bergerak di atas level Fibonacci Retracement 38,2%, sekaligus berhasil mempertahankan garis tren jangka panjang yang ditunjukkan oleh garis merah tengah pada grafik. Target teknikal berikutnya bagi pihak bullish berada di area sekitar USD 104 per barel, yang berdekatan dengan level Fibonacci Retracement 23,6%. Sumber: xStation5
Harga Minyak Melemah Meski Risiko Pasokan Global Masih Tinggi
Market Wrap: Pasar Waspada Usai Pembicaraan AS-Iran Terhenti
Daily Summary: Saham AS Bergerak Mixed di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Saham Robinhood Turun di Tengah Gugatan Terkait IPO 2021
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.