📈 Pasar Saham – Situasi Pasar dan Sektor Teknologi
-
Sesi perdagangan Wall Street dibuka dengan pelemahan moderat akibat sikap wait-and-see investor terhadap perkembangan terbaru di Timur Tengah. Namun, menjelang pukul 20.00 waktu setempat, indeks-indeks utama AS mulai bergerak menguat.
-
Kebingungan masih mendominasi pasar terkait proses negosiasi perdamaian. Media Iran melaporkan penghentian komunikasi dengan Amerika Serikat akibat aksi militer Israel di Lebanon serta ancaman blokade Selat Hormuz.
-
Di sisi lain, Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan bahwa proses negosiasi masih berlangsung cepat dan peluang tercapainya kesepakatan terkait program nuklir Iran tetap terbuka.
-
Dalam beberapa menit terakhir, Donald Trump juga mengunggah pernyataan melalui Truth Social yang menyebutkan bahwa "tidak benar jika Amerika Serikat dan Iran telah memutus kontak."
-
Alphabet (Google) mengumumkan rencana besar untuk menghimpun dana sebesar USD 80 miliar guna mengembangkan infrastruktur AI, termasuk investasi sekitar USD 10 miliar dari Berkshire Hathaway milik Warren Buffett.
-
Meski demikian, saham Alphabet turun sekitar 2,4% karena investor menilai langkah tersebut sebagai bukti besarnya biaya yang dibutuhkan dalam perlombaan AI global.
-
Saham Marvell Technology melonjak hampir 30% setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan bahwa Marvell berpotensi menjadi perusahaan semikonduktor berikutnya yang mencapai valuasi USD 1 triliun.
-
Sementara itu, Hewlett Packard Enterprise (HPE) melaporkan hasil kuartalan terbaik dalam sejarah perusahaan yang didorong oleh tingginya permintaan server pusat data AI. Saham perusahaan melonjak lebih dari 21%.
-
Anthropic, pengembang chatbot Claude, juga dilaporkan telah mengajukan dokumen IPO secara rahasia, selangkah lebih maju dibandingkan pesaing utamanya, OpenAI.
-
Sentimen positif juga terlihat di Eropa, di mana mayoritas indeks saham utama ditutup menguat. FTSE 100 Inggris naik 0,3%, CAC 40 Prancis menguat 0,7%, DAX Jerman naik 0,5%, dan IBEX 35 Spanyol bertambah 0,5%.
📊 Makroekonomi
- Laporan JOLTS dari pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan pada April mencapai 7,618 juta.
- Angka tersebut jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 6,860 juta dan mengindikasikan bahwa ekonomi AS masih sangat kuat.
- Data ini berpotensi mendorong Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat dalam waktu lebih lama guna memastikan inflasi tetap terkendali.
- Berdasarkan estimasi kilat Eurostat yang dirilis pada 2 Juni 2026, inflasi tahunan Zona Euro meningkat menjadi 3,2% pada Mei 2026 dibandingkan 3,0% pada April.
- Dalam struktur inflasi Zona Euro:
- Energi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 10,9% (vs 10,8% pada April);
- Sektor jasa meningkat menjadi 3,5% (vs 3,0%);
- Makanan, alkohol, dan tembakau melambat menjadi 2,0% (vs 2,4%);
- Barang industri non-energi naik tipis menjadi 0,9% (vs 0,8%).
💰 Komoditas dan Logam Mulia
-
Sentimen positif mendukung pergerakan logam mulia pada perdagangan hari ini.
-
Harga emas naik sekitar 0,3% dan berhasil menembus level USD 4.500 per ounce.
-
Perak menguat 0,6% dan menguji area USD 76.
-
Kekacauan informasi dan sinyal yang saling bertentangan dari Timur Tengah turut mendorong pemulihan harga minyak.
-
Minyak Brent naik lebih dari 1% dan kembali bergerak di atas USD 96 per barel.
-
Sebelumnya, harga minyak sempat melemah akibat harapan deeskalasi konflik di Lebanon dan pernyataan Donald Trump yang menyebut kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Iran dalam waktu satu minggu.
-
Namun, Presiden AS juga mengakui adanya hambatan dalam proses negosiasi, tanpa menjelaskan rinciannya.
-
Pasar minyak tetap sangat sensitif terhadap setiap perkembangan terkait Iran, terutama karena banyak informasi yang sulit diverifikasi secara cepat.
-
Yang terpenting, bahkan jika konflik berhasil diredakan sepenuhnya, risiko pasokan global yang mendasari tingginya harga energi tidak serta-merta menghilang.
-
Meski demikian, sebagian pelaku pasar masih mencoba memperhitungkan skenario penurunan harga minyak dalam jangka menengah.
🪙 Cryptocurrencies
- Sentimen negatif masih mendominasi pasar aset digital.
- Bitcoin turun hampir 6% dan bergerak di bawah level USD 68.000.
- Ethereum melemah lebih dari 3% dan menguji area USD 1.900.
- Penurunan ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko di tengah ketidakpastian geopolitik, ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama, dan volatilitas pasar global yang meningkat.
Nvidia di Tengah Perang Chip AS-China dan Lonjakan Permintaan AI
US Open: Wall Street Tertekan oleh Biaya AI dan Geopolitik
Harga Minyak Melemah Meski Risiko Pasokan Global Masih Tinggi
Marvell Melonjak Usai Nvidia Sebut sebagai Kandidat Perusahaan Chip USD 1 Triliun
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.