📈 Pasar Saham dan Ekuitas
- Raksasa AS Nvidia menjanjikan investasi hingga US$105 miliar untuk membangun kampus data center berkapasitas 8 GW di Ohio yang akan disewakan kepada OpenAI.
- Sementara itu, Microsoft dan Salesforce dikabarkan sedang mempertimbangkan akuisisi platform Darwinbox menjelang rencana IPO perusahaan tersebut.
- Annual recurring revenue atau ARR Anthropic telah melampaui US$65 miliar pada akhir Juli. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan lebih dari tujuh kali lipat sejak akhir tahun lalu dan meningkatkan optimisme menjelang rencana IPO perusahaan.
- Indeks Asia mencatat penurunan signifikan. Nikkei 225 Jepang turun lebih dari 1,6%, dengan tekanan kuat pada Kioxia dan Murata.
- KOSPI Korea Selatan turun 1,1%, sementara perusahaan teknologi China seperti JD.com dan Meituan juga mengalami tekanan jual.
- Wall Street mengakhiri sesi dalam tekanan.
- S&P 500 turun ke 7.742 poin atau -0,3%, Nasdaq 100 melemah ke 29.898 poin atau -0,6%, sementara saham Microsoft turun lebih dari 3% ke US$480.
- Di Eropa, CAC 40 turun 0,79% di tengah meningkatnya posisi short pada obligasi pemerintah Prancis atau OAT akibat perselisihan politik mengenai anggaran 2027.
🏛️ Makroekonomi
- Pasar obligasi global mengalami aksi jual yang kuat.
- Yield Treasury AS tenor 30 tahun mencapai 5,3%, tertinggi sejak 2007.
- Yield obligasi Jepang tenor 10 tahun juga naik ke sekitar 2,95%, level yang tidak terlihat dalam sekitar tiga dekade.
- Secara global, kepemilikan Treasury AS menunjukkan penurunan.
- Pada Juni, total kepemilikan turun menjadi US$9,299 triliun, dipengaruhi pengurangan portfolio oleh investor dari Jepang, Inggris, dan China.
- Menurut analis ING, tren ini dapat memperpanjang tekanan jual di pasar obligasi, mendorong yield lebih tinggi, dan berpotensi memengaruhi aset seperti emas.
- Goldman Sachs menilai kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed masih sangat rendah karena data inflasi yang lebih lemah.
- Namun, pasar tetap mengkhawatirkan tekanan biaya dari komoditas menjelang simposium Jackson Hole.
- Pemerintah China mengumumkan rencana stimulus konsumsi di tingkat county, sementara PBoC mempertimbangkan pemangkasan LPR dan pergeseran instrumen likuiditas utama menuju overnight reverse repo operations.
🛢️ Komoditas
- Harga Brent terus naik dan menembus US$91 per barel, sementara WTI bertahan di atas US$84.
- Kenaikan terjadi setelah serangan terhadap kapal dagang di Selat Hormuz dan berakhirnya memorandum AS-Iran selama 60 hari yang pada praktiknya sudah tidak efektif.
- Meski demikian, kemungkinan Amerika Serikat melakukan serangan yang lebih besar masih dinilai relatif terbatas.
- Walaupun negosiasi resmi belum berlangsung, pembicaraan melalui perantara masih terjadi.
- Muncul rumor bahwa Iran akan mengendalikan kapal yang masuk ke Selat Hormuz dan Oman akan menangani kapal yang keluar, dengan keterlibatan AS.
- Proposal tersebut dilaporkan ditolak Iran.
- Diesel crack spread AS mencapai rekor US$102,20 per barel akibat ketegangan geopolitik dan puncak permintaan dari sektor pertanian serta pelayaran.
- Emas terkoreksi ke sekitar US$4.392 per ons dan menghadapi resistance teknikal kuat di US$4.500.
- Meski demikian, permintaan bank sentral mencapai hampir 300 ton pada Q2, sementara Wells Fargo mempertahankan target US$4.900-US$5.100 untuk 2026.
- Tembaga menghadapi krisis supply dan pelebaran spread di LME.
- BHP juga mengumumkan bahwa tembaga telah menggantikan iron ore sebagai pendorong laba terbesar perusahaan.
🌍 Geopolitik
- Sebuah ledakan terjadi pada kapal dagang di Selat Hormuz, merusak ruang mesin dan menyebabkan satu korban jiwa di antara kru.
- Insiden tersebut terjadi bersamaan dengan berakhirnya gencatan senjata AS-Iran dan meningkatnya ancaman dari Washington, sehingga risiko eskalasi konflik kembali meningkat.
- Di Rusia, lebih dari 180 drone ditembak jatuh di wilayah Moskow dalam serangan besar yang juga menghantam pusat logistik Wildberries.
Stok AS Meledak, Brent Jatuh di Bawah US$88
Market Wrap: Nasdaq Lanjut Naik, Minyak Dekati US$89
Daily Summary - CPI Jadi Fokus saat Minyak dan Yield Tetap Tinggi
Brent Uji US$90, Risiko US$100 Membesar
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.