-
Ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat. Washington menyatakan telah menghancurkan lima tanker minyak Iran setelah IRGC menyerang kapal perang AS. Iran kemudian membalas dengan rentetan rudal besar yang menargetkan pangkalan AS di Yordania serta melaporkan serangan terhadap kapal perusak AS dan kapal yang melintasi Selat Hormuz.
-
Harga minyak naik setelah perkembangan tersebut, dengan OIL diperdagangkan di sekitar US$99 dan OIL.WTI sekitar US$95.
-
Konflik semakin terfokus pada serangan timbal balik terhadap tanker minyak dan infrastruktur pelayaran. Iran memperingatkan kapal yang terkait AS di sekitar Kuwait dan Bahrain, sementara Washington memberi sinyal bahwa tanker Iran akan terus menjadi target jika kapal militer AS kembali diserang.
-
Inflasi CPI China naik menjadi 0,8% YoY pada Agustus dari 0,5%, sementara PPI naik 3,8% YoY. Data tersebut mengurangi kekhawatiran deflasi dalam jangka pendek, tetapi sebagian besar perbaikan masih mencerminkan kenaikan biaya energi, bukan penguatan konsumsi. Prospek fundamental konsumsi China karena itu masih relatif lemah.
-
KOSPI Korea Selatan naik 1,5% dan menembus 7.000 poin, meskipun ketegangan geopolitik meningkat dan Wall Street sebelumnya ditutup melemah. Optimisme terhadap artificial intelligence dan semikonduktor masih menjadi penopang utama pasar Korea. Nikkei Jepang juga memulihkan sebagian penurunan Selasa. Pasar saham Asia menunjukkan ketahanan yang cukup kuat meski harga minyak tinggi dan risiko Timur Tengah meningkat.
-
UBS menilai koreksi emas terbaru terutama disebabkan ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih hawkish, bukan karena memburuknya tesis investasi jangka panjang. Permintaan bank sentral tetap menjadi sumber dukungan struktural utama, dengan UBS memperkirakan pembelian sektor resmi sekitar 750–1.000 ton per tahun. Bank tersebut melihat penurunan emas akibat faktor suku bunga sebagai kesempatan untuk membangun eksposur jangka panjang.
-
Washington memperluas konflik dagangnya dengan Kanada melalui pembatasan tambahan terhadap lebih banyak produk asal Kanada dan upaya mengurangi impor termasuk mobil, produk susu, dan alkohol. Kebijakan tersebut mengikuti gagalnya negosiasi terbaru dan aksi balasan dari Kanada.
Kalender Ekonomi: Konflik AS-Iran Jadi Fokus di Tengah Agenda Sepi
Buyback Treasury Resmi Dimulai, Yield Siap Turun?
Daily Summary: Wall Street Melemah, Minyak Dekati US$100
US Open: Wall Street Kembali, Inflasi Jadi Ujian The Fed
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.