🌍 Geopolitik
AS-Iran: Ada Kemajuan, Tetapi Situasi Masih Rapuh
Pertemuan di Bürgenstock, Swiss, menghasilkan sinyal positif setelah sekitar 18 jam perundingan antara delegasi Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Qatar serta Pakistan.
Para pihak menyepakati:
- Kerangka waktu 60 hari untuk mencapai perjanjian final.
- Pembentukan Komite Tingkat Tinggi untuk mengawasi proses mediasi.
Meskipun delegasi Iran sempat meninggalkan ruang perundingan setelah Donald Trump mengancam akan melanjutkan serangan melalui unggahan di Truth Social, negosiasi tidak dibatalkan dan tetap berlanjut.
Selat Hormuz: Ketegangan Meningkat Lalu Mereda
Situasi di Selat Hormuz sempat memanas ketika Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan penutupan kembali jalur pelayaran tersebut pada Minggu. Akibatnya, lalu lintas kapal tanker turun drastis dari 26 kapal menjadi hanya 5 kapal. Namun kondisi kemudian membaik setelah mediator mengumumkan pembentukan jalur komunikasi khusus guna menjamin keamanan lalu lintas komersial.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengumumkan penghentian blokade, pembukaan kembali pelabuhan minyak dan petrokimia, dimulainya program rekonstruksi nasional Iran. Meski demikian, absennya Israel dari komunike akhir menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan gencatan senjata dalam jangka panjang.
Qatar: Ledakan di Terminal LNG Terbesar Dunia
Ledakan besar terjadi di fasilitas LNG Ras Laffan, Qatar, saat proses commissioning berlangsung. Dampaknya 54 orang terluka dan 18 orang masih dinyatakan hilang. QatarEnergy belum memberikan informasi mengenai tingkat kerusakan fasilitas. Insiden ini kembali mengingatkan pasar betapa rentannya infrastruktur energi di kawasan Teluk.
📊 Makroekonomi
The Fed: Pasar Semakin Yakin Suku Bunga Akan Naik
Dampak pertemuan FOMC pekan lalu masih terasa kuat di pasar. Saat ini investor memperkirakan:
- Peluang 75% kenaikan suku bunga pada September.
- Total pengetatan sekitar 41 basis poin hingga akhir tahun.
Yield Treasury AS tenor 2 tahun naik menjadi 4,2276%, level tertinggi sejak awal 2025. Pergerakan ini menunjukkan pasar semakin menerima skenario suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
Data Paling Penting Pekan Ini: Core PCE
Perhatian investor kini tertuju pada data Core PCE bulan Mei yang akan dirilis Kamis. Konsensus pasar memperkirakan angka tersebut naik menjadi 3,4%. Karena Core PCE merupakan indikator inflasi favorit Federal Reserve, hasil yang lebih tinggi dari ekspektasi berpotensi mempercepat ekspektasi kenaikan suku bunga dan meningkatkan tekanan terhadap pasar saham maupun obligasi.
Agenda penting lainnya pekan ini:
- CPI Kanada.
- PMI Flash Zona Euro.
- CPI Tokyo Jepang.
- China Pertahankan LPR untuk Bulan ke-13
Bank Sentral China (PBOC) kembali mempertahankan suku bunga pinjaman utama:
- LPR 1 tahun: 3,00%.
- LPR 5 tahun: 3,50%.
Ini menjadi bulan ke-13 berturut-turut tanpa perubahan. PBOC juga menetapkan fixing USD/CNY di 6,8150 dibanding estimasi pasar 6,7733, mengindikasikan toleransi terhadap pelemahan yuan. Menurut laporan New York Times, China juga masih menahan impor minyak, yang berpotensi menjadi faktor negatif bagi harga minyak dalam jangka panjang.
📈 Pasar Keuangan
Wall Street Menunggu Data PCE
Futures AS sempat bergerak melemah:
- S&P 500: -0,5%.
- Nasdaq 100: -0,6%.
- Dow Jones: -187 poin (-0,4%).
Namun sebagian pelemahan tersebut mulai terpangkas menjelang pembukaan sesi. Meski demikian, performa pekan lalu tetap solid:
- S&P 500: +1%.
- Dow Jones: +1%.
- Nasdaq: +2%.
Nasdaq kini mencatat 11 minggu positif dari 12 minggu terakhir. Investor masih menunggu kombinasi dua faktor utama:
- Data Core PCE.
- Kelanjutan negosiasi AS-Iran.
- Jepang Cetak Rekor Baru
Nikkei 225 melonjak 1,95% dan menembus level 72.000 poin untuk pertama kalinya. Topix naik 1,29%. Kenaikan dipicu meredanya kekhawatiran geopolitik setelah muncul kemajuan dalam negosiasi Iran.
Performa pasar Asia lainnya:
- Kospi Korea Selatan: +1,22%.
- Kosdaq: -0,99%.
- ASX 200 Australia: naik tipis.
- Hang Seng Hong Kong: -1,74%.
- CSI 300 China: +0,28%.
Perbedaan kinerja ini mencerminkan kombinasi faktor geopolitik dan risiko regulasi yang berbeda di masing-masing negara.
Komoditas
Minyak Berakhir Lebih Rendah Setelah Volatilitas Tinggi
Harga minyak mengalami pergerakan yang sangat fluktuatif. Awalnya harga melonjak sekitar 3% setelah kabar penutupan Selat Hormuz. Namun kenaikan tersebut hilang setelah mediator mengumumkan perkembangan positif dalam negosiasi.
Pergerakan terakhir:
- Brent: US$78,97 (-1,72%).
- WTI: US$75,25 (-1,66%).
Emas dan Perak Menguat
Harga logam mulia mencatat pemulihan.
- Emas: US$4.185 (+0,73%).
- Perak: US$65,55 (+1,17%).
Goldman Sachs melaporkan permintaan struktural dari bank sentral mencapai 59 ton hanya pada April, yang terus menjadi faktor pendukung jangka panjang bagi emas. Gas alam juga menguat ke US$3,316 (+2,41%).
Perusahaan
Tesla Kembali Hadapi Risiko Reputasi
Tesla berada di bawah tekanan setelah seorang perempuan tewas dalam kecelakaan yang melibatkan kendaraan Tesla yang menggunakan sistem bantuan pengemudi. Insiden terjadi di Texas ketika kendaraan keluar jalur dan menabrak sebuah bangunan.
Daily Summary: Wall Street Libur, Minyak dan Geopolitik Jadi Fokus
Emas Tertekan Saat Dolar dan Yield AS Menguat
Kalender Ekonomi: Dolar Menguat, Likuiditas Pasar Menipis
Nasdaq100 Melonjak, Saham Chip Pimpin Reli
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.