- Indeks MSCI Asia Pacific naik hampir 5%, mencapai level tertinggi dalam tiga minggu
- Futures indeks AS naik lebih dari 2,5%, sementara kontrak Eropa melonjak hingga 5,5%
- Dolar AS, yang sebelumnya berfungsi sebagai safe haven, melemah sebesar 0,8%
- Obligasi pemerintah AS (Treasuries) menguat seiring pasar kembali memperhitungkan penurunan suku bunga The Fed
Trump menegaskan bahwa salah satu syarat utama dari gencatan senjata adalah menjaga jalur pelayaran tetap sepenuhnya terbuka melalui Selat Hormuz. Selama periode ini, kedua pihak diharapkan akan menegosiasikan rencana perdamaian 10 poin yang diusulkan oleh Teheran. Israel mengonfirmasi akan mengikuti keputusan AS, meskipun laporan mengenai serangan IDF di Lebanon selatan muncul lebih awal hari ini. Perlu dicatat bahwa proposal Teheran terlihat cukup maksimalis, termasuk tuntutan seperti penghapusan seluruh sanksi, kontrol penuh serta pengenaan tarif di Selat Hormuz, dan kelanjutan pengayaan uranium untuk tujuan sipil. Jika posisi negosiasi Iran terbukti sangat kuat, pasar dapat mulai memperhitungkan kembali risiko konflik baru bahkan mulai minggu depan.
Penurunan harga minyak tidak hanya berdampak pada biaya energi yang lebih rendah — tetapi juga memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar serta dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi. Jika perdamaian yang lebih berkelanjutan di Timur Tengah mulai terlihat dalam beberapa hari ke depan, koreksi terbaru di pasar saham berpotensi untuk berbalik arah.
Grafik US100 dan OIL (D1)

Sumber: xStation5
Microsoft Earnings: Ujian AI Dimulai, Bisakah Bangkit Lagi?
Era Powell Usai, Ketidakpastian Baru Muncul
Saham Eropa turun jelang keputusan The Fed dan laporan Big Tech 📉
Amazon Q1 2026: AI Jadi Kunci, Tapi Tekanan CapEx Membesar
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.