12.45 · 31 Agustus 2026

Market Wrap: Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Melonjak

🌐 Geopolitik

  • Eskalasi militer langsung antara AS dan Iran mengguncang pasar finansial sepanjang akhir pekan.
  • Pasukan AS melakukan serangan terhadap target di Pulau Larak, Iran, dengan alasan terdeteksinya persiapan pemasangan ranjau laut di Selat Hormuz. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan rudal besar-besaran yang secara langsung menargetkan pangkalan militer AS di Yordania.
  • Selain itu, Korps Garda Revolusi Iran melaporkan bahwa sebuah supertanker yang diduga bergerak secara ilegal ke arah selatan terbakar setelah menghantam dua ranjau laut. Insiden tersebut meningkatkan kekhawatiran serius terhadap potensi lumpuhnya aktivitas pelayaran di kawasan strategis ini.
  • Scott Bessent mengumumkan penerapan sanksi sekunder baru secara rutin setiap pekan terhadap entitas yang terkait dengan Iran.
  • Langkah berikutnya dari pemerintahan AS dapat berupa pemutusan total institusi-institusi utama Iran dari sistem penyelesaian transaksi dolar global. Ketegangan semakin meningkat setelah Donald Trump mempublikasikan video buatan AI yang menggambarkan penghancuran terminal minyak utama Iran di Pulau Kharg.
  • Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa status nuklir negaranya tidak dapat diganggu gugat dan akan terus diperkuat.

📊 Makroekonomi

  • Pidato hawkish Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole memicu perubahan besar dalam ekspektasi pasar terhadap suku bunga AS. Analis Barclays merevisi proyeksi sebelumnya dan kini memperkirakan dua kenaikan suku bunga tambahan masing-masing sebesar 25 basis poin, yaitu pada September dan Desember. Sementara itu, menurut BofA, tekanan terhadap The Fed untuk mengambil langkah hawkish sudah meningkat menjelang pertemuan FOMC September, sehingga memberikan tekanan kuat pada pasar obligasi. Namun, pasar masih memperhitungkan probabilitas kurang dari 50% untuk langkah tersebut.
  • Data makroekonomi dari kawasan Asia-Pasifik menunjukkan laju pemulihan ekonomi yang belum meyakinkan. PMI manufaktur China naik menjadi 49,8 poin dan melampaui perkiraan pasar, tetapi masih berada di bawah ambang batas yang memisahkan ekspansi dan kontraksi.
  • Pasar obligasi Jepang mencatat kenaikan yield yang tajam. Yield tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak September 1996, sementara obligasi tenor 5 tahun mencatat rekor yield mendekati 2,21%. Pergerakan ini merupakan dampak langsung dari meningkatnya ekspektasi investor terhadap kenaikan suku bunga lanjutan oleh Bank of Japan.

🛢️ Komoditas

  • Harga minyak melonjak tajam pada awal pekan setelah muncul laporan mengenai bentrokan militer langsung dan terbakarnya sebuah supertanker di Selat Hormuz. Pasar mengkhawatirkan potensi gangguan fisik terhadap jalur pasokan minyak dari Timur Tengah. Jika dikombinasikan dengan ancaman sanksi baru terhadap Iran, kondisi tersebut menciptakan tekanan permintaan yang kuat di pasar minyak.
  • Selain itu, harga batu bara kokas di China menuju kenaikan bulanan terbesar sepanjang sejarah akibat menyusutnya pasokan untuk industri baja.
  • Harga emas melanjutkan penurunan dan jatuh di bawah level psikologis US$4.400 per ounce untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu pekan. Logam mulia masih berada di bawah tekanan akibat dolar AS yang lebih kuat dan Treasury yields yang tinggi, sebagai reaksi langsung terhadap nada hawkish dari Jackson Hole.

📈 Saham dan Indeks

  • Futures indeks saham AS mencatat penurunan tipis sebagai respons terhadap meningkatnya konflik di Timur Tengah. Meski demikian, Wall Street masih menuju penutupan bulan kelima berturut-turut dengan kinerja positif.
  • Indeks saham Asia, termasuk Nikkei 225 Jepang, mengalami tekanan jual kuat akibat kenaikan bond yields dan ketegangan perang. Saham maskapai China juga turun tajam karena kekhawatiran terhadap profitabilitas operasional di tengah lonjakan harga minyak.

💡 Pasar yang Perlu Diperhatikan

  • WTI Crude (OIL.WTI) — Harga naik tajam setelah serangan militer di sekitar Selat Hormuz. Ancaman terhadap jalur transportasi dan potensi kerusakan infrastruktur minyak Iran dapat memicu short squeeze yang kuat.
  • Gold (GOLD) — Harga emas melemah akibat kenaikan yield AS. Namun, eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah dapat sewaktu-waktu mendorong arus modal kembali menuju aset safe haven.
 
 
29 Agustus 2026, 01.01

Daily summary: Pasar Naikkan Ekspektasi Suku Bunga The Fed

28 Agustus 2026, 21.05

Jackson Hole: Warsh Hawkish, Dolar AS dan Yield Treasury Naik

28 Agustus 2026, 21.05

Warsh Hawkish, Tekankan Risiko Inflasi

28 Agustus 2026, 13.53

Market Wrap: Wall Street Flat Jelang Pidato Warsh di Jackson Hole

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.