07.38 · 30 Juli 2026

Market Wrap: Microsoft Menang, Meta Tersingkir dari Reli AI

  • Eskalasi di Timur Tengah kembali menjadi sorotan utama pasar. Pada Rabu malam waktu Amerika Serikat, AS melancarkan gelombang serangan udara besar terhadap target milik Korps Garda Revolusi Islam Iran sebagai balasan atas serangan rudal Iran terhadap pangkalan AS pada Selasa. Sebelumnya, Donald Trump telah mengumumkan serangan besar terhadap Iran dengan mengatakan bahwa AS akan memberikan pukulan keras. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan berisiko menyeret seluruh kawasan ke dalam peperangan. Sementara itu, lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz hampir sepenuhnya terhenti setelah Iran menolak proposal Oman untuk berbagi kendali atas jalur tersebut.

  • The Fed Tahan Suku Bunga, tetapi Warsh Kejutkan Pasar. Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%–3,75%. Keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara 9–3 di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh. Warsh menggambarkan perbedaan suara tersebut sebagai “perselisihan keluarga” dan menekankan peralihan dari panduan kebijakan yang jelas. Ia ingin tanggung jawab penentuan ekspektasi suku bunga lebih banyak diserahkan kepada pasar obligasi. 

  • Wall Street mencatatkan sesi yang lemah setelah keputusan The Fed dan dimulainya kembali konflik dengan Iran. Dow Jones turun 1.153 poin atau 2,19%. S&P 500 melemah 1,52%, sedangkan Nasdaq Composite turun 1,74%. Nasdaq mengakhiri sesi lebih dari 10% di bawah rekor tertingginya pada Juni. Yield obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun naik lebih dari 11 basis poin menjadi 5,21%, level tertinggi sejak 2007. Kenaikan yield tersebut memberikan tekanan besar terhadap saham teknologi.

  • Futures indeks AS kembali menguat pagi ini ketika pasar mencerna laporan keuangan perusahaan Big Tech. Futures Dow Jones naik 0,14%. Futures S&P 500 menguat 0,35%, sementara futures Nasdaq 100 naik hingga 0,78%. Pergerakan serupa terlihat pada US100 yang naik 0,78% dan US500 yang menguat 0,44%. Pasar dengan cepat mengalihkan perhatian dari geopolitik dan suku bunga menuju hasil Big Tech yang dirilis setelah penutupan perdagangan Rabu.

  • Saham Meta turun sekitar 10%–11% setelah CFO Susan Li menyatakan bahwa belanja AI akan terus meningkat hingga 2028 dan seterusnya. Free cash flow Meta juga anjlok menjadi $784 juta dari $8,55 miliar pada tahun sebelumnya. Kondisi tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa investasi AI Meta belum menghasilkan pengembalian yang cukup kuat. Microsoft menunjukkan hasil yang sangat berbeda. Sahamnya naik sekitar 7%–8% dalam perdagangan setelah pasar tutup setelah pendapatan Azure tumbuh 43% pada kuartal IV. Perusahaan juga mempertahankan proyeksi free cash flow positif untuk tahun fiskal 2027 meskipun CapEx mencapai sekitar $175 miliar. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pasar masih dapat menerima belanja AI yang sangat besar selama pertumbuhan pendapatan dan arus kas mampu membenarkannya.

  • Pasar Asia bergerak beragam, sementara KOSPI masih menghadapi krisis likuiditas. Nikkei 225 naik sekitar 1% hari ini dan memulihkan sebagian penurunan sebelumnya. Namun, KOSPI turun sekitar 1,1% setelah jatuh lebih dari 10% pada awal pekan dan kembali turun 6% dalam dua sesi berikutnya. Gejolak tersebut mendorong intervensi regulator Korea Selatan, termasuk pembatasan ETF dengan leverage yang terkait Samsung dan SK Hynix. Saham SK Hynix kembali turun sekitar 6% hari ini meskipun mencatatkan hasil keuangan yang sangat kuat. Laba operasionalnya melonjak 557% menjadi 60,5 triliun won, tetapi masih berada di bawah ekspektasi analis. Hasil tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa valuasi sektor memori sudah terlalu tinggi.

  • Samsung menjadi titik terang di tengah tekanan terhadap sektor memori. Divisi semikonduktor perusahaan mencatatkan kenaikan laba sekitar 250 kali lipat berkat permintaan memori berbasis AI. Laba operasional mencapai sekitar 89,2–89,5 triliun won atau sekitar $62 miliar. Angka tersebut melampaui proyeksi pasar di kisaran 79,3–88,1 triliun won. Samsung juga menandatangani kontrak pasokan chip dengan Broadcom senilai lebih dari $200 miliar hingga 2030. Perusahaan sedang menyelesaikan kesepakatan jangka panjang dengan lima pelanggan pusat data terbesar. Kontrak tersebut memberikan visibilitas pendapatan yang lebih kuat meskipun volatilitas pasar masih tinggi. Saham Samsung naik lebih dari 7% setelah pengumuman tersebu

  • Harga minyak melonjak akibat kekhawatiran terhadap Selat Hormuz. Brent naik 7,9% menjadi $90,74 per barel. WTI menguat 6,6% menjadi $84,46 per barel. Kenaikan tersebut terjadi setelah konflik dengan Iran kembali meningkat dan kilang Jazan di Arab Saudi ditutup menyusul serangan Houthi. Harga emas naik hampir 1% pada Rabu karena permintaan aset safe haven. Hari ini, emas terkoreksi 0,58% menjadi sekitar $4.041 per ons. Perak turun 0,77% menjadi $57,14 per ons. Pergerakan tersebut mencerminkan aksi ambil untung setelah kenaikan yang kuat

Agenda Utama Hari Ini

  • Peristiwa utama dalam sesi hari ini mencakup laporan keuangan Amazon, Apple, dan Coinbase setelah Wall Street ditutup.
  • Pasar juga akan terus memantau perkembangan Iran dan Selat Hormuz.
  • OPEC+ dijadwalkan mengumumkan pada 2 Agustus kenaikan pasokan sebesar 188.000 barel per hari untuk September.
  • Tambahan pasokan tersebut dapat membatasi kenaikan harga minyak dalam jangka panjang apabila ketegangan geopolitik mereda.
  • Pergerakan KOSPI, Samsung, dan SK Hynix juga perlu diperhatikan.
  • Apabila volatilitas Korea Selatan berlanjut, tekanan tersebut dapat kembali memengaruhi sentimen global terhadap sektor semikonduktor.

 

Volatilitas pada sejumlah instrumen pilihan. Sumber: xStation

30 Juli 2026, 07.56

Kalender Ekonomi: Data Besar dan Earnings Siap Uji Pasar

29 Juli 2026, 21.56

Pendapatan Naik 28%, Kenapa Meta Tetap Anjlok?

29 Juli 2026, 21.54

Microsoft Buktikan CapEx AI Bisa Terbayar

29 Juli 2026, 20.45

Daily Summary: The Fed Redakan Panik, Minyak Justru Melonjak

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.