18.54 · 19 Agustus 2026

Target Lampaui Ekspektasi

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Target melaporkan EPS sebesar US$4,11, atau US$2,46 jika refund tarif dikeluarkan, dibandingkan ekspektasi analis sebesar US$2,33.
  • Revenue mencapai US$26,54 miliar dibandingkan ekspektasi pasar sekitar US$26,13 hingga US$26,14 miliar.
  • Laba bersih mencapai US$1,88 miliar, tetapi US$752 juta berasal dari refund tarif satu kali.
  • Target menaikkan guidance EPS menjadi US$9,90 hingga US$10,90, jauh di atas konsensus analis sebesar US$8,47.

Hasil Kuartal Kedua Target

Target menunjukkan perbaikan penjualan yang jelas pada kuartal kedua. Revenue mencapai US$26,54 miliar, melampaui konsensus analis sekitar US$26,13 hingga US$26,14 miliar. Net sales meningkat 5,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sinyal yang lebih penting untuk melihat kondisi bisnis inti adalah kenaikan comparable sales sebesar 3,8%. Pasar sebelumnya memperkirakan pertumbuhan sekitar 2,4%, sehingga hasil aktual berada cukup jauh di atas ekspektasi.

Target juga melaporkan EPS sebesar US$4,11 dibandingkan ekspektasi analis US$2,33. Angka tersebut berarti Target melampaui konsensus sebesar US$1,78 per saham. Namun, besarnya pengaruh refund tarif satu kali perlu diperhitungkan ketika membaca hasil tersebut.

Perusahaan mengatakan pertumbuhan penjualan terjadi secara luas dan mencakup keenam kategori produk utamanya. Food dan beauty menjadi segmen dengan kinerja terkuat, sementara apparel dan home masih tertinggal dibandingkan kategori lainnya.

Contoh: Target mengubah sekitar 75% pilihan produk aksesori dekorasi rumah. Menurut manajemen, produk-produk baru tersebut sudah mulai membantu pertumbuhan comparable sales di kategori ini, meskipun pemulihan penuh diperkirakan membutuhkan waktu beberapa tahun.

Refund Tarif Memberikan Dorongan Besar terhadap Laba Target

Laba yang dilaporkan Target mendapat dorongan signifikan dari penyelesaian refund tarif satu kali.

Laba bersih mencapai US$1,88 miliar atau US$4,11 per saham, dibandingkan US$935 juta atau US$2,05 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, US$752 juta atau US$1,65 per saham berasal dari refund tarif. Pada tingkat gross margin dan operating income, perusahaan mencatat manfaat sebelum pajak sebesar US$994 juta.

Hal ini penting ketika membandingkan laba yang dilaporkan dengan ekspektasi pasar.

EPS sebesar US$4,11 memang berada US$1,78 di atas estimasi analis sebesar US$2,33. Namun, sebagian besar selisih tersebut berkaitan dengan refund tarif yang sifatnya tidak berulang.

Target Naikkan Guidance Setahun Penuh

Setelah mencatat kuartal yang lebih kuat, Target menaikkan proyeksi penjualan dan labanya.

Perusahaan sekarang memperkirakan pertumbuhan net sales sekitar 5%, lebih tinggi 1 poin persentase dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Target memperkirakan EPS setahun penuh berada di kisaran US$9,90 hingga US$10,90 termasuk refund tarif. Titik tengah kisaran tersebut berada di US$10,40, jauh di atas konsensus analis sebesar US$8,47.

Jika dampak refund tarif satu kali dikeluarkan, guidance EPS berada di US$8,25 hingga US$9,25 per saham.

Sebelumnya, perusahaan memperkirakan EPS sebesar US$7,50 hingga US$8,50. Artinya, kenaikan guidance tidak sepenuhnya berasal dari refund tarif dan tetap menunjukkan adanya perbaikan pada bisnis inti.

Penjualan Digital dan Same-Day Delivery Mendukung Pertumbuhan

Digital tetap menjadi salah satu pendorong utama perbaikan kinerja Target.

Digital comparable sales meningkat 8,7% pada kuartal kedua. Same-day delivery tumbuh lebih cepat lagi, dengan kenaikan lebih dari 25%.

Perkembangan ini penting karena Target berusaha menggabungkan jaringan toko fisiknya yang luas dengan layanan yang memungkinkan pelanggan menerima atau mengambil pesanan dengan lebih cepat.

Perusahaan juga terus berinvestasi pada bisnis ritel tradisional. Target membuka 17 toko baru pada kuartal kedua.

Target juga telah memangkas harga lebih dari 10.000 produk dan berencana melakukan penurunan harga tambahan. Strategi ini bertujuan meningkatkan kunjungan pelanggan ketika sebagian rumah tangga masih berhati-hati dalam membelanjakan uang.

Apakah Hasil Ini Menandakan Pemulihan Target yang Berkelanjutan?

Dua kuartal kuat berturut-turut menunjukkan perbaikan tren operasional, tetapi belum cukup untuk memastikan bahwa Target telah kembali ke jalur pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pada kuartal sebelumnya, Target mencatat comparable sales positif untuk pertama kalinya dalam lima kuartal, dengan pertumbuhan sebesar 5,6%.

Kuartal terbaru menunjukkan bahwa perbaikan tersebut bukan kejadian satu kali. Penjualan kembali meningkat, comparable sales melampaui ekspektasi, dan kanal digital mempertahankan momentum yang kuat.

Namun, CEO Michael Fiddelke tetap berhati-hati.

Manajemen menegaskan bahwa tujuannya bukan sekadar menghasilkan beberapa kuartal yang kuat, melainkan mencapai pertumbuhan revenue dan laba yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Tantangan terbesar tetap berada pada perbaikan kategori yang lebih lemah, terutama apparel dan home.

Pada saat yang sama, kondisi konsumen dapat membatasi kecepatan pemulihan. Sebagian pelanggan masih menghadapi tekanan biaya hidup dan menjadi lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran.

Saham Target (TGT.US, Interval D1)

Menjelang laporan keuangan, saham Target sudah mengalami periode kenaikan yang kuat.

Harga penutupan berada di US$152,50, mencerminkan kenaikan lebih dari 20% dalam tiga bulan sebelumnya dan sekitar 54% dalam 12 bulan terakhir.

Namun, meski hasil keuangan melampaui ekspektasi, saham turun sekitar 4% dalam perdagangan pre-market setelah laporan dirilis.

Reaksi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan saham setelah earnings tidak hanya ditentukan oleh apakah revenue dan EPS berhasil melampaui estimasi.

Salah satu faktor yang kemungkinan diperhatikan investor adalah besarnya kontribusi refund tarif satu kali terhadap laba yang dilaporkan.

Ke depan, keberlanjutan pertumbuhan comparable sales, perbaikan profitabilitas bisnis inti, dan performa kategori produk yang masih lemah kemungkinan akan menjadi faktor yang lebih penting.

Setelah mengalami penurunan tajam pada kuartal-kuartal sebelumnya, Target secara bertahap kembali tumbuh. Saham diperdagangkan hampir 25% di atas EMA200 atau rata-rata pergerakan 200 sesi, meskipun masih sekitar 50% di bawah rekor tertinggi historisnya.

Sumber: xStation5

Valuasi dan Pertumbuhan Bisnis

Revenue Target relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir, dengan pola musiman yang jelas dan puncak kuartalan di atas US$30 miliar. Kondisi ini menunjukkan karakter bisnis yang sudah matang dengan ruang pertumbuhan organik yang relatif terbatas.

Revenue terbaru berada di sekitar US$25,4 miliar. Belum terlihatnya tren kenaikan jangka panjang yang konsisten menunjukkan bahwa tantangan utama Target saat ini bukan lagi memperbesar skala bisnis, tetapi meningkatkan efisiensi secara nyata.

EBIT pada kuartal terakhir berada di sekitar US$1,1 miliar, dengan EBIT margin sebesar 4,5%. Angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan periode yang lebih lemah, tetapi margin masih memberikan ruang yang relatif sempit, kondisi yang umum dalam bisnis ritel.

Net margin sekitar 3,1% menunjukkan Target telah memulihkan sebagian profitabilitas yang hilang pada 2023, meskipun masih berada di bawah level terkuat pada awal periode yang dianalisis.

Margin juga terlihat jauh lebih fluktuatif dibandingkan revenue. Hal ini menunjukkan bahwa biaya operasional, komposisi produk, promosi, dan pengelolaan persediaan masih menjadi faktor utama yang menentukan laba.

Dari sisi fundamental, membaiknya margin di tengah revenue yang stabil merupakan sinyal positif karena menunjukkan sebagian pertumbuhan laba dapat berasal dari peningkatan efisiensi internal, bukan hanya kenaikan penjualan.

Namun, belum ada bukti jelas bahwa Target telah mencapai perubahan yang berkelanjutan. Karena itu, kinerja perusahaan ke depan perlu dinilai terutama berdasarkan kemampuannya mempertahankan EBIT margin di sekitar level saat ini sambil kembali mempercepat pertumbuhan revenue.

Sumber: XTB Research

Persediaan Target masih relatif tinggi, tetapi setelah mencapai puncak pada 2023 dan 2025, mulai terlihat stabilisasi yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa persediaan semakin selaras dengan laju penjualan.

EBITDA bertahan dalam rentang yang relatif sempit selama beberapa kuartal terakhir, dengan angka terbaru sekitar US$1,9 miliar. Belum terlihat percepatan yang jelas dalam profitabilitas operasional.

Sinyal penting lainnya adalah penurunan ROIC menjadi sekitar 9,1%, yang menunjukkan bahwa perusahaan menghasilkan tingkat pengembalian atas modal yang lebih rendah dibandingkan periode terbaik pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada saat yang sama, Debt/Equity berada di sekitar 1,1x, jauh di bawah level yang terlihat pada 2023 hingga 2024. Hal ini menunjukkan perbaikan struktur pembiayaan dan berkurangnya tekanan dari utang.

Dari perspektif fundamental, penurunan leverage keuangan merupakan perkembangan positif. Namun, perbaikan tersebut belum disertai peningkatan efisiensi modal dengan kekuatan yang sama.

Stabilisasi persediaan dapat mendukung margin dalam beberapa periode mendatang jika perusahaan mampu menghindari diskon berlebihan dan kembali menumpuk persediaan.

Secara keseluruhan, kondisi tersebut menunjukkan bisnis dengan profil neraca yang membaik, tetapi return on capital masih moderat dan belum terlihat tanda pertumbuhan EBITDA yang berkelanjutan.

Target diperdagangkan pada P/E sekitar 20,1x, yang berarti pasar membayar sekitar US$20 untuk setiap US$1 laba yang dihasilkan perusahaan selama 12 bulan terakhir.

Forward P/E berada di sekitar 18x, lebih rendah dibandingkan trailing P/E. Hal ini menunjukkan bahwa konsensus pasar memperkirakan pertumbuhan laba pada periode mendatang.

Sementara itu, EV/EBITDA sebesar 10,6x menunjukkan valuasi perusahaan yang relatif moderat dibandingkan EBITDA yang dihasilkan.

Sumber: XTB Research

19 Agustus 2026, 14.41

SaaSpocalypse: Taruhan Besar Private Equity di Software Mulai Goyah

19 Agustus 2026, 10.03

Linde Ikut Untung dari Booming Peluncuran Roket

19 Agustus 2026, 00.50

Daily Summary: Nasdaq Turun 1,6%, Saham Chip Tertekan

18 Agustus 2026, 23.53

Apple Naik 1,5% Saat Nasdaq Turun, Jadi Trade Anti-AI?

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.