- Harga minyak mengalami koreksi tipis setelah kenaikan pada sesi sebelumnya, sementara futures indeks saham—termasuk US100 dan US500—serta Bitcoin mulai rebound meski ketidakpastian dan ketegangan di Teluk Persia masih sangat tinggi. Cryptocurrency terbesar tersebut naik menuju level $81.000, memperkuat sentimen bullish terhadap potensi kembalinya tren naik secara bertahap.
- Rilis data makro utama hari ini mencakup US JOLTS dan US ISM Services yang dijadwalkan pukul 15:00 GMT. Menjelang sesi, PayPal dan Pfizer akan merilis laporan keuangan, diikuti oleh AMD setelah penutupan pasar.
- Ketegangan geopolitik di Teluk Persia terus memengaruhi logistik dan keamanan minyak—sebuah kapal Maersk berbendera AS keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz dengan pengawalan militer AS, menyoroti risiko operasional yang tinggi di salah satu jalur energi paling krusial di dunia. Perkembangan ini menunjukkan ancaman nyata terhadap kelangsungan pasokan serta meningkatnya militerisasi kawasan.
- Pasar minyak mengindikasikan kondisi pasokan yang semakin ketat di tengah konflik Iran—Chevron menyebut kondisi pasokan memburuk, sementara cadangan penyimpanan mulai berkurang, mengurangi kemampuan pasar dalam menyerap guncangan pasokan. Lingkungan ini mendukung volatilitas harga energi yang tinggi.
- Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga sesuai ekspektasi, memperketat kebijakan untuk merespons inflasi yang masih tinggi dengan menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,35% dari sebelumnya 4,10%.
- Palantir secara signifikan melampaui ekspektasi keuangan dan menaikkan guidance—perusahaan melaporkan hasil yang lebih baik dari perkiraan (EPS $1,33 vs. $1,28 estimasi), dengan pendapatan dan EBITDA yang lebih kuat, serta meningkatkan outlook untuk Q2 dan sepanjang tahun, terutama di segmen komersial AS. Hal ini mencerminkan permintaan kuat yang berkelanjutan terhadap solusi data dan AI serta peningkatan efisiensi operasional. Meski demikian, saham turun hampir 3% dalam perdagangan after-hours.
- AS mulai mengubah pendekatan regulasinya terhadap kecerdasan buatan—pemerintah mempertimbangkan pengawasan terhadap model AI sebelum dirilis ke publik, termasuk kemungkinan proses review formal serta pembentukan kelompok kerja antara pemerintah dan perusahaan Big Tech. Ini menandai perubahan dari pendekatan sebelumnya yang lebih longgar dan menambah faktor risiko regulasi bagi sektor tersebut.
- Uni Eropa juga aktif memantau perkembangan AI dan menjalin komunikasi dengan sektor swasta—kontak dengan Anthropic terkait proyek Mythos menunjukkan meningkatnya keterlibatan regulator, yang berpotensi menghasilkan harmonisasi atau perbedaan regulasi antara UE dan AS.
Palantir (D1 chart)

Sumber: xStation5
Market Wrap: Iran Picu Tekanan Pasar Global
Konflik Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak
BREAKING: Iran menyerang kapal AS? Harga minyak melonjak
Market Wrap: Wall Street Cetak Rekor Baru, Apple Jadi Sorotan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.