Investor menantikan perkembangan terbaru mengenai kesepakatan Iran-Oman. Kemajuan dalam proses tersebut cukup signifikan dan kesepakatan saat ini sedang ditinjau oleh parlemen Iran.
🛢️ Komoditas Energi
Meski demikian, harga komoditas energi utama kembali bergerak naik.
- Harga minyak Brent kini mendekati US$84 per barel, naik sekitar 7,5% dibandingkan level terendah pada Rabu.
- WTI juga bergerak naik, meskipun dengan laju yang sedikit lebih rendah, dan kini berada sedikit di atas US$78 per barel.
- Crack spread, yaitu selisih antara harga minyak mentah dan harga produk olahan seperti bensin atau diesel, juga masih berada pada level yang sangat tinggi.
- Untuk minyak WTI, crack spread mencapai sekitar US$60, sementara untuk Brent berada sedikit di bawah US$80.
Grafik 1: Harga dan Crack Spread WTI Crude, 2025–2026
Sumber: XTB Research, 07.08.2026
🌍 Geopolitik
Apa yang mendorong pergerakan tersebut?
Dalam kerangka kesepakatan dengan Oman untuk mengatur Selat Hormuz, Iran berupaya memberlakukan larangan total terhadap transit kapal Amerika Serikat dan Israel.
Teheran juga ingin menerapkan sistem biaya baru yang mencakup antara lain asuransi dan biaya lingkungan.
Selain itu, Iran menuntut agar negara-negara yang dianggap bermusuhan membayar kompensasi khusus sebagai imbalan atas pemulihan akses pelayaran.
Permintaan tersebut kemungkinan besar akan menghadapi penolakan dari Washington.
Amerika Serikat diperkirakan akan menuntut agar transit melalui Selat Hormuz tetap sepenuhnya bebas tanpa biaya tambahan maupun izin khusus.
Hambatan tambahan bagi stabilisasi pasar komoditas energi berasal dari meningkatnya konflik lain di Timur Tengah.
Hal tersebut mencakup bentrokan berdarah yang melibatkan milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman serta meningkatnya ketegangan dengan Hezbollah Lebanon.
📈 Pasar Saham
Grafik 2: Dashboard Nasdaq 100, 06.08.2026
Sumber: XTB Research, 07.08.2026
Pasar saham Asia juga belum menunjukkan arah yang jelas. Shanghai SE Composite China naik 0,8%. Sebaliknya, Nikkei Jepang turun 0,3% dan KOSPI Korea Selatan melemah 0,9%.
Meskipun sebagian besar laporan earnings utama pekan ini telah dirilis, masih terdapat beberapa laporan yang layak diperhatikan hari ini. Sebelum pasar dibuka, investor akan melihat hasil Q2 dari Under Armour, Take-Two Interactive, dan Wendy’s.
🧈 Logam Mulia
Meskipun yield obligasi 10 tahun di sejumlah ekonomi utama meningkat, harga logam mulia kembali bergerak naik.
Harga emas berada di sekitar US$4.280 per troy ounce. Perak diperdagangkan di sekitar US$62,7.
Dalam konteks ini, perlu diperhatikan bahwa arus keluar modal dari SPDR Gold ETF terbesar di Amerika Serikat berhenti pada Juni.
Sejak awal tahun, total arus keluar sebelumnya mencapai hampir US$15 miliar.
Investor memang belum kembali membeli dalam skala besar.
Namun, penghentian arus keluar tersebut dapat menjadi sinyal awal perubahan tren.
📈 Data Makroekonomi dan Kebijakan Moneter
Hari ini pasar menghadapi rilis data makroekonomi paling dinantikan sepanjang pekan.
Pada pukul 13.30, data Nonfarm Payrolls atau NFP akan dirilis.
NFP merupakan salah satu laporan terpenting mengenai kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat.
Karena The Fed memiliki mandat menjaga stabilitas harga sekaligus memaksimalkan lapangan kerja, tanda-tanda pendinginan pasar tenaga kerja dapat mendorong repricing yang lebih dovish terhadap jalur suku bunga AS.
Sinyal tersebut sebagian terlihat dari data ADP dan JOLTS yang dirilis minggu ini.
Keduanya berada di bawah ekspektasi pasar.
Namun, ADP biasanya memiliki bobot lebih rendah dalam kondisi normal, sementara JOLTS memiliki jeda publikasi yang cukup panjang.
Selain itu, korelasi keduanya dengan NFP relatif rendah dalam beberapa tahun terakhir.
Grafik 3: NFP dan ISM Employment Index, 2020–2026
Sumber: XTB Research, 07.08.2026
Dalam beberapa tahun terakhir, ekonom cenderung meremehkan jumlah pekerjaan baru di sektor nonfarm. Realisasi NFP berada di atas ekspektasi dalam 35 dari 50 bulan terakhir. Selain itu, meskipun laporan Juni hanya mencatat 57.000 pekerjaan baru, moving average tiga bulan masih berada di level relatif sehat sebesar 111.000.
Grafik 4: Perubahan Ekspektasi Pasar terhadap Kebijakan The Fed untuk Pertemuan Desember 2026
Sumber: XTB Research, 07.08.2026
Data makroekonomi masih memberikan sejumlah alasan yang dapat mendukung kenaikan suku bunga. Pertumbuhan upah meningkat menjadi 4,3% pada Juni. Ekspektasi inflasi satu tahun juga meningkat. Menurut survei New York Fed, ekspektasi tersebut mencapai level tertinggi sejak 2023 pada Juni, yaitu 3,7%. Penjualan ritel juga tumbuh kuat sebesar 6,7% pada Juni. Seluruh faktor tersebut dapat memicu second-round effects, yang telah berulang kali menjadi perhatian bank sentral dalam beberapa bulan terakhir.
Grafik 5: Inflasi CPI AS dan Pertumbuhan Upah, 2007–2026
Sumber: XTB Research, 07.08.2026
Namun, momentum core inflation yang saat ini menjadi faktor penting bagi komite justru melambat. Core inflation tercatat 0,0% secara bulanan pada Juni, setelah naik 0,2% pada Mei. Harga minyak dan gas juga sempat bergerak turun dalam beberapa hari terakhir.
Market Wrap: Hormuz Belum Dibuka, Pasar Tetap Bertaruh Damai
Daily Summary: Nasdaq Naik 3%, AMD Hadapi Ujian Besar
US Open: S&P 500 Cetak Rekor, Chip Mulai Rebound
Brent Jebol US$80, Harapan Damai Menguat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.