Harga minyak turun tajam sebagai respons terhadap laporan mendadak mengenai kemungkinan terobosan dalam negosiasi terkait Selat Hormuz.
Harga minyak Brent turun ke bawah US$80 per barel untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli.
Brent melemah lebih dari 4% hari ini dan sekitar 10% selama satu pekan terakhir.

Sinyal Diplomatik
- Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent memberikan sinyal bahwa kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali jalur tersebut dapat tercapai “hari ini atau besok”.
- Kementerian Luar Negeri Qatar juga mengonfirmasi bahwa upaya mediasi intensif sedang berlangsung.
- Pernyataan tersebut meningkatkan harapan bahwa gangguan pelayaran melalui salah satu jalur energi terpenting dunia dapat segera berkurang.
Reaksi Pasar
- Harga Brent menembus ke bawah level US$80 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli.
- Seiring penurunan harga minyak, logam mulia bergerak menguat.
- Indeks tunai S&P 500 juga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa yang baru.
- Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya tercermin dalam harga energi.
- Harga minyak yang lebih rendah juga dapat membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan tekanan biaya bagi perusahaan di sektor transportasi, industri, serta barang konsumsi.
Pasar Tetap Perlu Berhati-hati
- Meskipun pasar sedang didorong oleh harapan terhadap kesepakatan, investor telah berulang kali menghadapi ekspektasi serupa selama fase awal konflik.
- Berbagai sinyal mengenai potensi kesepakatan cepat sebelumnya belum selalu menghasilkan penyelesaian yang bertahan lama.
- Sebelum terdapat penandatanganan resmi, risiko bahwa kabar tersebut hanya menjadi false alarm masih tergolong tinggi.
- Karena itu, penurunan harga minyak saat ini masih sangat bergantung pada perkembangan diplomatik berikutnya.
- Kegagalan mencapai kesepakatan atau munculnya kembali ketegangan dapat dengan cepat mengembalikan premi risiko ke pasar minyak.
Kalender Ekonomi: Nvidia, PCE AS, dan Jackson Hole Jadi Fokus
Daily Summary: Wall Street Pulih, Yield Turun dan Emas Menguat
Harga Perak Tembus US$70, Reli 20% Bisa Berlanjut?
Kalender Ekonomi: Risalah FOMC Buka Peluang Pengetatan Lanjutan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.