Indeks saham AS kemarin berhasil memulihkan sebagian kecil dari penurunan terbaru setelah harga minyak dan yield obligasi turun, yang sedikit memperbaiki risk appetite menjelang publikasi laporan keuangan Nvidia setelah pasar AS ditutup. Laporan ini menjadi salah satu peristiwa penting bagi keberlanjutan rally AI secara lebih luas. Nasdaq 100 mencatat kinerja lebih baik, sementara saham semikonduktor rebound setelah beberapa sesi yang lemah. Hari ini, futures Wall Street bergerak sedikit lebih rendah, dengan perhatian tidak hanya tertuju pada hasil Nvidia tetapi juga data PCE AS pukul 13.30 GMT serta pasar minyak, di mana harga telah turun tajam ke sekitar US$85 per barel.
- Futures minyak Brent (OIL) turun ke sekitar US$85 per barel di tengah harapan bahwa pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dapat kembali berjalan dan adanya tanda bahwa risiko eskalasi konflik lebih lanjut mulai mereda. Harga energi yang lebih rendah mengurangi kekhawatiran inflasi dan mendukung obligasi pemerintah.
- Emas turun sekitar 0,3% hari ini ke US$4.650 per ounce. Indeks MSCI Asia Pacific naik sekitar 1%, didukung kenaikan hampir 3% pada Samsung dan SK Hynix serta penguatan yang lebih luas di sektor semikonduktor. Yield US Treasury 10 tahun turun sekitar 7 basis poin seiring pelemahan harga minyak. Dolar Kanada melemah setelah eskalasi sengketa perdagangan Kanada-AS.
- Data makroekonomi kemarin menunjukkan hasil yang mixed. Consumer confidence AS turun ke level terendah sejak awal tahun setelah penilaian terhadap kondisi bisnis dan prospek pasar tenaga kerja memburuk. Investor masih relatif berhati-hati menjelang rilis indikator inflasi pilihan Federal Reserve hari ini.
- Menurut laporan media yang belum dikonfirmasi, AS dan Iran mungkin telah mencapai kesepakatan gencatan senjata, dengan pengumuman resmi berpotensi muncul dalam beberapa hari ke depan. Media Rusia RIA Novosti termasuk yang pertama melaporkan informasi tersebut, yang oleh pasar dinilai memberikan sedikit kredibilitas terhadap skenario ini.
- Kesepakatan potensial tersebut disebut mencakup kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz dan dimulainya kembali negosiasi berdasarkan memorandum Islamabad. Sebelumnya, Axios melaporkan bahwa Marco Rubio mengindikasikan serangan terhadap Iran akan dihentikan, setidaknya untuk sementara.
- Washington dan Teheran belum mengonfirmasi adanya kesepakatan, meskipun Oman dan Iran secara terpisah telah mengusulkan mekanisme sementara yang bertujuan memulihkan lalu lintas melalui selat tersebut. Sumber Iran menyebut negosiator masih menuntut agar AS kembali ke memorandum awal dan menerapkan Klausul 5, yang menurut interpretasi Teheran memberikan Iran hak untuk menentukan aturan transit melalui Selat Hormuz.
- Posisi kedua pihak karena itu tampaknya relatif belum berubah, sehingga kemajuan masih terlihat terbatas. Kemarin, lima kapal yang membawa komoditas melewati Selat Hormuz, jauh di bawah rata-rata 10 hari sebanyak 15 kapal.
- Intuit dan Zoom Communications melaporkan hasil keuangan setelah penutupan pasar AS kemarin. Meski hasilnya relatif solid, saham masing-masing turun sekitar 10% dan 5%.
Emas Tertekan Jelang Keputusan The Fed
Emas Turun 9% dari Puncak, Yield Jadi Tekanan Utama
Kalender Ekonomi: The Fed Siap Naikkan Suku Bunga, Apa Selanjutnya?
Market Wrap: Minyak, Yield, dan AI Tekan Pasar Global
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.