12.34 · 27 Agustus 2026

Market Wrap: Nvidia Rebound, Pasar Menanti Pidato Warsh

📈 Saham dan Perusahaan

  • Raksasa AS Nvidia membukukan hasil yang sangat kuat untuk kuartal kedua tahun fiskal 2027, melampaui perkiraan analis dari sisi pendapatan maupun laba per saham.
  • Dalam reaksi awal perdagangan setelah penutupan pasar, saham Nvidia turun sekitar 3%. Namun, saham kemudian dengan cepat rebound lebih dari 5% dalam perdagangan overnight, terutama didorong oleh proyeksi yang sangat kuat untuk tahun berikutnya.
  • CFO Colette Kress menyampaikan bahwa perusahaan memperkirakan pertumbuhan pendapatan pada tahun fiskal 2028 sekitar 70%, jauh melampaui konsensus pasar sebesar 44%.
  • CEO Jensen Huang mengungkapkan bahwa permintaan aktual tumbuh mendekati 100%, sementara hambatan utama perusahaan masih berasal dari keterbatasan pasokan memori yang berpotensi berlangsung hingga 2028. Selain itu, perusahaan telah merampungkan akuisisi platform Hugging Face senilai US$12,9 miliar.
  • Startup China Z.ai mencatat kenaikan saham sebesar 8% setelah memperkenalkan model kecerdasan buatan baru yang beroperasi sepenuhnya menggunakan chip buatan China. Langkah ini menjadi signifikan di tengah persaingan teknologi dengan AS dan upaya China mencapai kemandirian hardware.
  • Per pukul 07:10 CET, futures S&P 500 berada di 7.716, naik 0,08% dan menguat 0,37% sepanjang pekan. Futures Nasdaq 100 berada di 29.475, naik 0,16% dan menguat 0,35% sepanjang pekan, sementara Nvidia berada di 209,77, turun 1,52% dan melemah 2,26% sepanjang pekan.

📊 Makroekonomi

  • Pertumbuhan laba sektor industri China melambat tajam pada Juli menjadi 11,2% secara year-on-year, level terendah tahun ini. Secara kumulatif, pertumbuhan laba selama tujuh bulan pertama tahun ini mencapai 17,6%, dibandingkan 18,7% pada semester pertama. Perlambatan ini memunculkan pertanyaan apakah pemulihan yang sebelumnya didorong permintaan global terhadap hardware AI mulai kehilangan momentum, yang pada akhirnya dapat menekan permintaan komoditas siklikal.
  • Deputi Gubernur Bank of Japan Ryozo Himino menyampaikan pernyataan hawkish dengan menyerukan kenaikan suku bunga secara tepat waktu untuk menstabilkan inflasi di sekitar target 2%. Ia menyoroti pelemahan yen dan meningkatnya permintaan global terhadap teknologi AI sebagai faktor utama pendorong inflasi, yang secara langsung meningkatkan harga ekspor chip dan peralatan manufaktur semikonduktor Jepang.
  • Bank of Korea memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,00%. Ini merupakan kenaikan kedua secara berturut-turut dan membawa suku bunga ke level tertinggi sejak Januari 2025.
  • Belanja rumah tangga Australia meningkat 1,1% secara bulanan pada Juli, hampir tiga kali lipat dari perkiraan ekonom sebesar 0,4%. Secara tahunan, pertumbuhan meningkat menjadi 7,0% dari 6,1%. Dikombinasikan dengan data inflasi CPI yang sebelumnya lebih tinggi dari perkiraan, angka tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia.
  • Para kandidat presiden Prancis memaparkan rencana ekonomi yang sangat berbeda kepada para pemimpin bisnis terkait masa depan negara tersebut. Perbedaan visi ini meningkatkan kekhawatiran investor mengenai stabilitas fiskal dan kondisi keuangan ekonomi terbesar kedua di zona euro tersebut.
  • Investor di kawasan Asia-Pasifik menunjukkan sikap sangat berhati-hati menjelang pidato Ketua baru Federal Reserve AS, Kevin Warsh, pada simposium tahunan Jackson Hole hari Jumat.

🛢️ Komoditas

  • Pasar komoditas ramai menyoroti laporan dari badan Inggris UKMTO mengenai serangan terhadap kapal tanker Kuwait di Selat Hormuz yang diduga dilakukan Iran. Meskipun informasi tersebut mendapat perhatian luas pada Kamis, UKMTO kemudian menjelaskan bahwa insiden sebenarnya terjadi pada 25 Agustus. Klarifikasi ini meredakan sentimen pasar dan membantu menstabilkan harga minyak di level yang relatif rendah.
  • Harga emas kembali mendekati US$4.620 per ons, didukung kekhawatiran terhadap depresiasi dolar AS dan meningkatnya utang pemerintah Amerika Serikat. Analis UBS menaikkan target harga emas menjadi US$5.400 per ons dengan mempertimbangkan berlanjutnya tren dedolarisasi global.
  • Per pukul 13:10 WIB, emas berada di 4.620, naik 0,56% dan menguat 0,37% sepanjang pekan. Minyak mentah WTI berada di 81,80, turun 0,09% dan melemah 5,59% sepanjang pekan. Tembaga berada di 14.217, turun 0,8% tetapi masih naik 0,27% sepanjang pekan.

🗺️ Geopolitik

  • Presiden Rusia Vladimir Putin bersiap meningkatkan operasi militer setelah menilai negosiasi perdamaian telah menemui jalan buntu. Selain itu, sebuah kapal dagang di dekat pelabuhan Izmail, Ukraina, dilaporkan mengalami kerusakan akibat serpihan drone yang ditembak jatuh. Uni Eropa juga tengah mengkaji kemungkinan penggunaan keuntungan dari aset Rusia yang dibekukan untuk mendukung Ukraina.
  • Pemerintah Israel mengkaji kemungkinan mengeluarkan diplomat Inggris dari struktur sebuah pusat internasional yang dibentuk untuk mendukung rekonstruksi Jalur Gaza setelah perang.
  • Menteri Luar Negeri China bertemu dengan Duta Besar AS di Beijing dan menyampaikan perlunya menghilangkan hambatan dalam dialog serta mengelola perbedaan pandangan dengan lebih baik. Namun, ia juga menegaskan bahwa hubungan kedua negara masih menghadapi berbagai risiko.
  • Pyongyang melalui kantor berita resmi KCNA mengecam keputusan AS untuk menyetujui penjualan senjata kepada Korea Selatan. Korea Utara menyebut langkah tersebut sebagai ancaman langsung terhadap keamanan regional dan menjanjikan respons tegas terhadap tindakan yang dianggap bermusuhan.
27 Agustus 2026, 03.39

Nvidia Earnings: Revenue Tembus US$96,2 Miliar, Rubin Mulai Produksi

26 Agustus 2026, 23.52

Harga Minyak Turun, tapi Risiko Oversupply 2027 Mulai Muncul

26 Agustus 2026, 21.10

US Open: Wall Street Datar Jelang Nvidia dan Jackson Hole

26 Agustus 2026, 19.58

PCE AS Tetap Tinggi, Belanja Riil Konsumen Stagnan di Juli

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.