Baca selengkapnya
13.38 · 20 April 2026

Market Wrap: Oil Naik, Tensi Hormuz Memanas

  • Harga minyak naik pada pembukaan pasar setelah Iran kembali memberlakukan pembatasan di Selat Hormuz. Langkah ini membalikkan pembukaan parsial pekan lalu dan kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan global.

  • Namun, harga kemudian sedikit terkoreksi seiring pasar mulai mempertimbangkan kemungkinan dimulainya kembali negosiasi. Situasi saat ini lebih mencerminkan gangguan terkontrol dibanding penutupan penuh jalur tersebut.

  • Gencatan senjata yang akan segera berakhir terlihat semakin rapuh. Iran menunjukkan kepercayaan yang terbatas terhadap pembicaraan mendatang, bahkan beberapa laporan menyebut kemungkinan ketidakhadiran mereka. Di sisi lain, negosiator AS diperkirakan akan tiba di Islamabad. Pasar masih berasumsi bahwa kedua pihak pada akhirnya menginginkan kesepakatan, meskipun ketegangan meningkat.

  • Angkatan Laut AS menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman setelah kapal tersebut tidak merespons peringatan. Iran menyebut tindakan ini sebagai “pembajakan bersenjata” dan mengancam akan melakukan pembalasan.

  • Selain itu, terdapat laporan serangan drone terhadap target AS, yang menandai eskalasi langsung dalam konflik.

  • Meskipun narasi penutupan meningkat, lalu lintas di Selat Hormuz belum sepenuhnya terhenti. Lebih dari 20 kapal melintas pada hari Sabtu — jumlah tertinggi sejak awal Maret.

  • Trump kembali menegaskan bahwa ia yakin kesepakatan dengan Iran “akan tercapai,” yang kontras dengan meningkatnya ketegangan di lapangan.

  • Dolar AS menguat pada pembukaan pasar, seiring kenaikan harga minyak dan meningkatnya sentimen risk-off. Mata uang emerging market mengalami tekanan.

  • Meskipun ketegangan geopolitik meningkat, pasar saham Asia relatif stabil. Awal pekan tidak menunjukkan aksi jual besar, dengan pergerakan pasar hanya mencerminkan koreksi ringan.

  • People’s Bank of China mempertahankan suku bunga LPR untuk bulan ke-11 berturut-turut, dengan suku bunga satu tahun tetap di 3,0% dan lima tahun di 3,5%.

  • Uni Emirat Arab mempertimbangkan perdagangan minyak dalam yuan jika akses terhadap dolar AS semakin terbatas.

 

20 April 2026, 13.55

Kalender Ekonomi: Data Global & Earnings Big Tech

17 April 2026, 14.11

Economic Calendar: Pasar Cenderung Konsolidasi Hari Ini

17 April 2026, 02.00

Daily Summary: Harga minyak naik, reli bullish di Wall Street berlanjut

17 April 2026, 00.59

Indeks AS Naik, Harga Minyak Menguat

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.